Kemungkinan Nissan-Mitsubishi Indonesia Lahirkan Mobil Hybrid Kembar

24 Juli 2019 15:21 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mitsubishi Outlander PHEV Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mitsubishi Outlander PHEV Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
ADVERTISEMENT
Mitsubishi Indonesia resmi memasarkan Outlander PHEV buat pasar dalam negeri. Namun, harganya masih belum menyasar segmen menengah ke bawah seperti di kelasnya Xpander atau mobil kompak lainnya.
ADVERTISEMENT
Namun memang, sejauh ini tiga berlian masih belum memiliki platform kendaraan berbasis listrik (hybrid atau plug-in hybrid), untuk kelas kendaraan tersebut.
Ini dibenarkan oleh Andri Irawan, Head of Product Planning Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) ketika ditanyakan kumparan beberapa waktu lalu.
Rancang bangun Mitsubishi Outlander PHEV Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Padahal, berdasarkan riset kendaraan listrik yang dilakukan 6 universitas, bila Indonesia benar-benar ingin memenuhi target penurunan emisi 29 persen pada 2030, adalah dengan memproduksi mobil hybrid atau listrik di segmen gemuk, seperti MPV dan SUV khususnya di kelas low.
“Iya kami untuk saat ini kami adanya EV (i-MiEV) dan Outlander PHEV, dan itu yang penjualan cukup global cukup besar,” ucapnya.

Potensi Kolaborasi

Namun, rekomendasi itu sebenarnya bukan suatu issue buat Mitsubishi, pasalnya saat ini mereka punya hubungan aliansi dengan Nissan. Mengapa Nissan, iya pabrikan nomor dua di Jepang itu, sudah punya produk yang sasarannya di A-segment dan B-segment, seperti Note e-Power.
Nissan Note e-Power Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Mesin bakarnya yang berfungsi sebagai generator sama dengan miliknya Nissan March dengan ukuran 1.200 cc. Dia beroperasi untuk memproduksi listrik dan ditampung ada baterai 1,5 kWh. Motor listrik pada Nissan Note e-Power ini berada di roda depan.
ADVERTISEMENT
Karena itu, ada potensi besar antara keduanya, untuk sharing platform dan berkolaborasi --setelah Xpander dan Livina-- untuk melahirkan mobil hybrid atau listrik.
“Ini sangat memungkinkan, tapi saya tak bisa bilang tidak dikasih atau tidak --platformnya. Pastinya saat ini kami masih sendiri. Namun terkait dengan aliansi dan lain-lain, bisa saja cuma saat ini belum,’ tuturnya.
Apalgi saat ini, Daihatsu juga sudah berani muncul ke permukaan menampilkan mobil konsep hybrid di segmen MPV, yang diprediksi berujung pada produk kembar bersama Toyota di segmen hybrid murah.
“Mobil listrik dengan merek aliansi saya masih belum bisa berkomentar. Kalau aliansi bisa sharing platform,” kata Andri.