Mobil Tidak Boleh Terlalu Lama Nongkrong di Garasi

Dewasa ini berkembangnya moda transportasi umum di kota besar seperti Jakarta membuat beberapa orang kemudian beralih dan tidak lagi menggunkan kendaraan pribadi. Belum lagi hadirnya sistem ganjil-genap yang mendorong penggunaan kendaraan umum kemudian dirasa lebih praktis bagi sebagian orang.
Dampaknya kendaraan pribadi ini kemudian 'diistirahatkan' begitu saja di garasi. Hal ini ternyata punya dampak negatif untuk mobil. Beberapa komponen seperti ban dan aki dapat terpengaruh.
Ban mobil jika dibiarkan terlalu lama dalam posisi yang sama maka akan bertumpu pada empat titik yang sama. Hal ini tidak baik bagi serat-serat yang menyusun ban seperti yang dijelaskan oleh Kepala Bengkel Astra Daihatsu Pamulang, Robin Chandra Wijaya.
"Ban itu kan harus menopang bobot total di atas seribu kilogram dengan kondisi cukup lama tidak berpindah, berarti posisi ban yang di bawah itu akan terus menahan berat kendaraan," terang dia.
"Disarankan kalau bisa setiap minggu diubah posisi parkir kendaran, entah dimajuin atau dimundurin jadi ban tidak menapak di titik yang sama. Ini untuk menghindarai bannya 'peyang' sebelah."

Selain ban, menyalakan mobil secara rutin juga dapat mencegah aki menjadi soak. Sebab menurut Robin, saat kendaraan lama tidak dipakai maka tidak ada arus yang mengalir untuk mengisi ulang baterai hal inilah yang membuatnya kemudian drop.
Oleh sebab itu setidaknya dua sampai tiga hari sekali setidaknya dihidupkan dan dibiarkan kurang lebih selama lebih kurang 5 menit agar kondisi mesin mencapai suhu yang normal untuk beroperasi (dapat disesuaikan dengan panel instrumen). Saat kendaraan dipanaskan yang harus dipastikan adalah putaran mesin. Sedikit memberi injakan pada gas pun tidak masalah jika memang diperlukan.
"Tapi bukan digeber-geber gitu. Maksudnya diinjak sedikit saja, supaya rpm-nya naik sedikit ke angka sekitar 1.500-an gitu," jelasnya.
Dikutip dari cars.com, bahkan disaranakan untuk setidaknya menjalankan mobil sekitar 15 km/jam dan memacu kecepatannya mencapai 80 km/jam (jika memungkinkan) setiap bulannya. Hal ini dapat 'membangunkan' sistem transmisi, rem, suspensi, power steering, dan komponen lainnya dari istirahat panjang agar kondisinya tetap optimal.
Terakhir Robin juga memberi saran kalau kendaran akan ditinggal dalam waktu yang lama, alangkah baiknya kalau terminal negatif --yang berwarna hitam-- dicabut untuk mencegah kemungkinan terjadinya korsleting.
