Pencarian populer

5 Temuan Arkeologi yang Layak Ditunggu Tahun 2019

Penemuan Patung Kayu Tertua di Peru. (Foto: REUTERS/Douglas Juarez)

Tahun 2018 diisi dengan beberapa penemuan arkeologi yang membuka lembaran baru dalam sejarah hidup manusia. Temuan fosil dan alat batu di Jazirah Arab, misalnya, membuktikan bahwa di suatu masa, sekitar 500.000 hingga 300.000 tahun yang lalu, Arab Saudi ternyata merupakan wilayah yang hijau dan subur, bukan wilayah gurun gersang seperti sekarang.

Beberapa penemuan arkeologis bahkan mengubah sejarah dunia kuliner. Di antaranya penemuan keju berusia 3.200 tahun di Mesir, keju berusia 7.200 tahun di Kroasia, tempat pembuatan bir tertua di dunia, dan roti tertua di dunia.

Beberapa penemuan baru di bidang arkeologi rencananya akan segera diungkapkan pada 2019 ini. Beberapa artefak bersejarah dan kuno pun rencananya akan dipamerkan kepada publik untuk pertama kalinya.

Live Science merangkum lima terobosan arkeologi yang rencananya akan dilakukan pada tahun 2019.

1. Misteri ruang kosong Piramida Giza

Peneliti temukan ruangan di Piramida Giza. (Foto: Heritage Innovation Presevation Institute)

Pada November 2017 lalu, peneliti mengungkapkan adanya ruang kosong di dalam Piramida Besar Giza. Ruang yang menyerupai lorong tersebut memiliki panjang 30 meter dan diberi sebutan grand gallery atau galeri besar yang menghubungkan ke sarkofagus miliki Firaun Khufu.

Namun, belum diketahui apakah lorong ini adalah sebuah koridor konstruksi kuno yang tertutup, ruang pemakaman tersembunyi, atau merupakan serangkaian kamar-kamar kecil.

Dengan mengukur jumlah muon, partikel kosmik yang terbentuk ketika sinar kosmik berinteraksi dengan atmosfer bagian atas Bumi, peneliti menyimpulkan bahwa ruang tersebut adalah ruang kosong.

Di tahun 2019 ini, rencananya akan ada lebih banyak fakta yang diungkapkan mengenai ruang kosong di dalam Piramida Besar Giza tersebut.

2. Penemuan gua dekat Qumran

Qumran, tempat penemuan Naskah Laut Mati. (Foto: Effi Schweizer via Wikimedia Commons)

Qumran merupakan wilayah tempat ditemukannya Dead Sea Scrolls atau Naskah Laut Mati. Diduga, di dekat Qumran masih ada sebuah gua yang mungkin berisi naskah bersejarah lain. Naskah Laut Mati adalah naskah yang berisi 900 teks dan ditemukan di 12 gua di Qumran, Tepi Barat. Para ilmuwan meyakini sebuah sekte bernama Essenes menulis berbagai naskah di Qumran.

Selama beberapa tahun, arkeolog telah bekerja di wilayah tersebut untuk menemukan dan mengekskavasi gua-gua yang berada di wilayah gurun Yudea yang mungkin saja berisi berbagai artefak.

Sebelumnya pada 2017 dan 2018, ditemukan berbagai naskah dari gu-gua yang dijarah dan dijual di pasar barang antik. Karena itulah para arkeolog berupaya untuk menemukan naskah-naskah lain di gua sekitar Qumran untuk mencegah penjarah artefak.

3. Sebanyak 1.400 batu bertulis dari Irak akan diperlihatkan

Batu bertulis yang berasal dari kota yang hilang, Irisagrig di Irak. (Foto: U.S. Attorney's Office Eastern District of New York)

Sebanyak 1.400 batu bertulis yang berasal dari kota yang hilang, Irisagrig di Irak, rencannya akan diperlihatkan di Amerika Serikat. Sebelumnya, batu bertulis ini menjadi koleksi pribadi dari seseorang yang enggan disebutkan namanya.

Batu bertulis dari Irisagrig memang telah banyak diperjualbelikan selama 20 tahun terakhir ini.

Pada 2018, ditemukan keberadaan 200 batu bertulis dari Irisagrig di sebuah toko bernama Hobby Lobby di AS. Salah satu batu yang ditemukan menulis mengenai Irisagig, kota kuno yang hilang 4.000 tahun lalu dan terdapat istana serta anjing-anjing yang dirawat dengan baik di kota tersebut. Diperkirakan batu bertulis tersebut akan memberikan petunjuk mengenai lokasi keberadaan Irisagrig.

4. Hiasan telur dari Rusia akan dipamerkan

Hiasan telur dari Rusia. (Foto: Public Domain)

Antara tahun 1885 hingga 1916, perusahaan perhiasan bernama Faberge membuat 50 easter egg, hiasan berbentuk telur, untuk keluarga kerajaan Rusia. Namun easter egg tersebut hilang setelah terjadi Revolusi Rusia pada 1917.

Sebuah dokumen menunjukkan ada dua timbunan besar berisi barang antik dan barang seni yang dikirim ke New Orleans, AS, dari Uni Soviet dan Turki pada tahun 1991 hingga 1992. Diduga, di antara barang-barang antik tersebut terdapat hiasan telur.

Rumornya, hiasan tersebut sempat disimpan untuk koleksi pribadi di AS. Dan ada kemungkinan, salah satu dari telur tersebut akan dipamerkan pada 2019.

5. Buku catatan pembangunan Piramida Giza

Piramida, Giza, Mesir (Foto: dok : Pixels)

Pada 2013, arkeolog menemukan papirus di Wadi al-Jafr, di dekat Laut Merah. Papirus tersebut telah berusia 4.500 tahun, yaitu dari Zaman Firaun Khufu yang membangun Piramida Besar Giza. Papirus tersebut merupakan catatan dari seorang inspektur bernama Merer yang membantu pembangunan piramida.

Saat ini, buku tersebut sedang dalam proses penerjemahan dan diharapkan hasil penerjemahan dan analisis buku tersebut dapat diungkapkan pada publik tahun 2019.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23