kumparan
22 Mar 2019 7:59 WIB

Aktor Leonardo DiCaprio Soroti Masalah Sampah di Bantar Gebang, Bekasi

Aktor Leonardo DiCaprio. Foto: Leonardo DiCaprio/Instagram
Aktor pemenang Oscar, Leonardo DiCaprio, belum lama ini menyoroti masalah sampah yang ada di Indonesia. Melalui unggahan foto di akun Instagramnya pada 15 Maret lalu, Leo membagikan cerita tentang beberapa pria dari Desa Cikiwul di Bantar Gebang, Bekasi.
ADVERTISEMENT
Foto itu adalah foto milik fotografer dokumenter Elisabetta Zavoli yang telah diunggah di akun Instagram @everydayclimatechange yang kemudian diunggah ulang oleh Leo di akun Instagram pribadinya.
Dalam foto tersebut tampak tiga pria sedang menangkap ikan di genangan air di wilayah Bantar Gebang, area pembuangan sampah terbesar di Indonesia.
“TPA Bantar Gebang menerima limbah dari sekitar 15 juta orang yang tinggal di Jakarta. Para pemulung mengambil sisa sampah yang dibutuhkan dan masyarakat Indonesia membutuhkan para pemulung untuk membuat material (daur ulang dari sisa sampah) ketimbang dibuang begitu saja,” tulis Leo me-regram alias mengunggah ulang caption foto dari akun Instgram @everydayclimatechange itu.
Loading Instagram...
Dalam postingan ulang tersebut Leo juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara penyumbang sampah terbesar di dunia. “Indonesia, adalah penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia yang menghasilkan 187,2 juta ton sampah plastik setiap tahun, yang lebih dari 1 juta tonnya bocor ke laut,” beber Leo.
ADVERTISEMENT
Leo juga menjelaskan bahwa hasil sejumlah studi terbaru menemukan bahwa ketika plastik terurai, mereka memancarkan jejak metana dan etilena, dua gas rumah kaca yang kuat. Akibatnya, laju emisi di Bumi jadi meningkat.
“Emisi terjadi ketika bahan terpapar radiasi matahari sekitar, baik di dalam air atau di luar air, tetapi di dalam air, tingkat emisi jauh lebih tinggi,” lanjutnya lagi.
Secara khusus, Leo menyoroti masalah sampah yang berjenis plastik. Menurutnya, dari tahun ke tahun semakin banyak plastik yang diproduksi dan dibuang oleh negara-negara di dunia.
Polyethylene, yang digunakan dalam tas belanja, adalah polimer sintetis yang paling banyak diproduksi secara global dan paling populer untuk menjadi penghasil metana dan etilena yang paling produktif,” kata Leo memberi contoh salah satu produk plastik.
Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio Foto: REUTERS
ADVERTISEMENT
Isu lingkungan seperti ini memang telah lama menjadi perhatian Leo. Selain menjadi aktor dan sineas kondang, Leo juga dikenal sebagai aktivis lingkungan.
Pada 2018 lalu nama aktivis lingkungan ini dijadikan sebagai nama ilmiah spesies baru kumbang air, Grouvellinus leonardodicaprioi.
Dijadikannya nama Leonardo DiCaprio sebagai nama ilmiah temuan spesies baru tersebut adalah bentuk penghormatan para ilmuwan terhadap perjuangan DiCaprio dalam menyelamatkan lingkungan. Selain itu, nama itu juga diberikan sebagai peringatan 20 tahun Leonardo DiCaprio Foundation, lembaga nirlaba buatan Leo yang bermisi khusus mempromosikan kesadaran lingkungan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan