kumparan
23 Apr 2019 15:40 WIB

Begini Wajah Anjing yang Hidup 4.000 Tahun Lalu

Rekonstruksi kepala anjing yang hidup 4.000 tahun lalu dari tengkorak anjing yang ditemukan di Cuween Hill Chambered Cairn, Orkney. Foto: Historic Environment Scotland
Akhirnya kita bisa melihat penampakan anjing yang hidup 4.000 tahun lalu. Ini berkat riset yang dilakukan oleh Historic Environment Scotland (HES). Mereka menggunakan teknologi rekonstruksi wajah untuk menyusun wajah anjing yang hidup bersama manusia di zaman Neolitikum.
ADVERTISEMENT
Untuk mengungkap penampakan wajah anjing ini, para ilmuwan menggunakan tengkorak anjing yang ditemukan satu abad lalu di Cuween Hill Chambered Cairn, Skotlandia. Itu adalah lokasi kuburan zaman Neolitikum.
Pada 1901, ada 24 tengkorak anjing yang ditemukan di kuburan tersebut. Tengkorak-tengkorak itu ditemukan bersama tulang belulang dari delapan manusia.
Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa tengkorak anjing itu diletakkan 500 tahun setelah kuburan dibuat. Ini memberi dugaan bahwa para anjing punya peran penting dalam hidup masyarakat pada zaman itu.
"Sebagaimana mereka (anjing) adalah hewan peliharaan kesayangan sekarang ini, anjing punya tempat penting di Orkney, mereka dipelihara dan dilatih sebagai anjing penjaga. Mungkin mereka digunakan oleh petani untuk membantu menjaga domba ternak," ujar Steve Farrar, juru bicara HES.
ADVERTISEMENT
"Tapi tulang belulang yang ditemukan di Cuween Hill memberi dugaan bahwa anjing memiliki tempat spesial bagi para petani yang hidup dan menggunakan kuburan itu sekitar 4.500 tahun lalu. Mungkin anjing adalah simbol atau totem mereka, mungkin juga mereka menganggap diri mereka sebagai 'masyarakat anjing'," lanjut Farrar, seperti dilansir IFLScience.
Rekonstruksi kepala anjing 4.000 tahun dari tengkorak anjing yang ditemukan di Cuween Hill Chambered Cairn, Orkney. Foto: Historic Environment Scotland
Proses rekonstruksi wajah
Para peneliti HES menggunakan hasil CT scan dari tengkorak seekor anjing untuk membuat model 3D-nya. Model 3D itu selanjutnya dibawa ke seorang seniman forensik bernama Amy Thornton.
Thornton kemudian membuat sebuah model realistis dari kepala anjing, lengkap dengan otot, kulit, dan rambutnya. Keterbatasan data membuat proses rekonstruksi wajah anjing ini bukan hal mudah untuk dilakukan
Thornton membuat sebuah patung tanah liat berdasarkan model 3D. Lalu, dia melapisinya dengan silikon dan memberinya helaian rambut yang mirip dengan serigala abu-abu Eropa.
ADVERTISEMENT
Rekonstruksi wajah manusia zaman Neolitikum sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tapi HES memaparkan bahwa ini adalah kali pertama rekonstruksi wajah dilakukan pada hewan.
"Melihat anjing ini membantu kita untuk memahami orang-orang yang memelihara dan menghormati hewan-hewan ini. Orang-orang yang kecerdasan dan kecanggihannya membuat Orkney sebagai tempat penting di masa Neolitikum serta meninggalkan kita monumen-monumen luar biasa," kata Farrar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·