Kumparan Logo

Benarkah Minum Kopi saat Sahur Bikin Tubuh Mudah Haus?

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kopi (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kopi (Foto: Thinkstock)

Banyak penggemar kafein yang sengaja menghindari minum kopi saat sahur karena khawatir tubuhnya jadi gampang haus di siang harinya. Namun ternyata menurut para ahli, kopi sebenarnya tidak memiliki efek demikian kepada tubuh.

Kafein memang memiliki sifat diuretik yang membuat ginjal bekerja lebih sering untuk membuang sodium serta air berlebih melalui urine. Akibatnya, banyak orang beranggapan hal tersebut membuat tubuh menjadi lebih mudah haus, karena ketika mereka lebih banyak buang air kecil maka lebih banyak pula cairan tubuh mereka yang keluar.

Menurut penjelasan Lawrence Armstrong, profesor Departemen of Kinesiology di University of Connecticut, sebenarnya pemahaman mengenai efek kafein bisa membuat dehidrasi berasal dari sebuah studi di tahun 1928 yang menemukan adanya peningkatan buang air kecil dari orang yang minuman berkafein.

Namun begitu, Armstrong menjelaskan sebenarnya asupan kafein tidak membuat tubuh menjadi lebih mudah haus karena banyak kehilangan cairan akibat sering buang air kecil. "Peningkatan kecil pada pengeluaran urine hanya memiliki sedikit pengaruh pada tingkat dehidrasi tubuh," kata Arsmstrong dikutip dari Live Science.

Ilustrasi minum kopi (Foto: dok. Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minum kopi (Foto: dok. Unsplash)

Banyaknya urine yang dikeluarkan tubuh, ditentukan pada seberapa banyak air yang diminum. Armstrong menegaskan, saat terjadi peningkatan cairan yang masuk ke tubuh, tentu akan terjadi peningkatan urine yang dikeluarkan tubuh. "Jika Anda meminum satu liter air, tentu buang air kecil akan meningkat. Tapi bukan berarti Anda harus berhenti minum air (untuk mengurangi jumlah urine)," ujarnya.

Sebelumnya pada 2005, Armstrong dan tim peneliti telah melakukan penelitian atas mitos kafein bisa sebabkan dehidrasi. Mereka mempelajari gaya makan dari 59 orang pria sehat selama 11 hari. Pria-pria tersebut diberikan dosis kafein tiap harinya.

Dalam penelitian itu, para peneliti menemukan bahwa kafein tidak memiliki efek dehidrasi.

Seperti Armstrong, Daniel Vigil, profesor ilmu kesehatan keluarga di University of California Los Angeles, juga menjelaskan hal yang sama. Ia mengatakan meski kafein memiliki sifat diuretik, kita tidak akan kehilangan cairan tubuh lebih banyak melalui urine dibandingkan dengan cairan yang kita dapat dari minuman berkafein.

"Ketika Anda minum segelas kopi atau es teh, Anda juga mendapatkan asupan cairan yang cukup bersama dengan kafein tersebut," ujar Vigil seperti dilansir TIME.

Vigil menambahkan, tubuh kita punya kemampuan untuk menyerap cairan sebanyak yang diperlukan dan membuang sisanya. Jadi, menurutnya, minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein justru membantu tubuh kita mendapatkan cairan seperti halnya ketika kita meminum minuman lainnya.