Kumparan Logo

Kelakuan Manusia Bisa Sebabkan Kanker pada Satwa Liar

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gajah dan kerbau berkumpul di sumber air. (Foto: Dok: Patrick Kilonzo Mwalua)
zoom-in-whitePerbesar
Gajah dan kerbau berkumpul di sumber air. (Foto: Dok: Patrick Kilonzo Mwalua)

Peran manusia dalam perubahan alam dan perubahan iklim sudah tidak bisa lagi dipungkiri. Dan ternyata, secara spesifik, kelakuan manusia juga berperan pada timbulnya kanker pada satwa liar.

Mathieu Giraudeau dan Tuul Sepp, peneliti dari School of Life Sciences, Arizona State University telah melakukan penelitian yang membuktikan bahwa perubahan di alam yang disebabkan oleh manusia menjadi penyebab kanker pada satwa liar.

"Kami tahu bahwa beberapa virus dapat menyebabkan kanker pada manusia dengan mengubah lingkungan tempat mereka tinggal yang dalam kasus ini adalah sel-sel manusia" kata Sepp.

Pada dasarnya, kita melakukan hal sama seperti apa yang beberapa virus itu lakukan. "Kita mengubah lingkungan agar lebih cocok untuk manusia, padahal perubahan ini memiliki dampak negatif pada banyak spesies lain, termasuk kemungkinan untuk menimbulkan kanker pada mereka."

Botswana di Afrika Selatan. (Foto: REUTERS/Mike Hutchings)
zoom-in-whitePerbesar
Botswana di Afrika Selatan. (Foto: REUTERS/Mike Hutchings)

Sepp dan timnya menggunakan studi-studi terdahulu untuk membuktikan bahwa aktivitas manusia berpengaruh pada satwa liar. Aktivitas manusia menimbulkan polusi kimia dan fisik pada lautan, aliran air, pelepasan radiasi ke atmosfer dari pembangkit listrik nuklir, mikroplastik yang mencemari daratan dan lautan, serta penggunaan pestisida menyebabkan masalah kesehatan.

“Kanker bisa ditemukan di semua spesies yang diperiksa oleh ilmuwan dan aktivitas manusia ternyata sangat mempengaruhi tingkat kanker pada manusia sendiri. Jadi, apa yang dilakukan manusia mungkin akan mempengaruhi prevalensi kanker pada populasi liar,” kata Giraudeau.

Akibat semakin banyaknya hewan liar yang memakan makanan sisa manusia yang mengandung zat-zat penyebab kanker, hewan liar yang tinggal di dekat kota pun mengalami perubahan hormon dan memicu kanker.

Studi selanjutnya yang akan para peneliti lakukan adalah mengukur tingkat kanker pada hewan liar untuk mengetahui prevelansi kanker yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Apabila manusia terbukti sebagai penyebab kanker pada hewan, maka diperkirakan akan ada banyak hewan liar yang terancam kanker.

"Hal yang paling menyedihkan bagi saya adalah bahwa kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kita seharusnya tidak menghancurkan habitat hewan liar, mencemari lingkungan, dan memberi makan makanan manusia kepada hewan," kata Sepp.

"Kenyataan bahwa banyak orang yang tahu apa yang seharusnya mereka lakukan, tetapi tidak melakukan, membuat upaya penyelamatan hewan liar seperti tanpa harapan.”