kumparan
11 Feb 2018 14:05 WIB

Nasib Terkini Monyet Kembar Hasil Kloningan di China

Monyet Zhong Zhong dan Hua Hua (Foto: Reuters/Third Party)
Dua monyet kembar yang lahir dari hasil kloning di China sempat membuat dunia takjub ketika mereka lahir dalam keadaan sehat pada tanggal 5 Desember 2017.
ADVERTISEMENT
Kedua monyet kembar bernama Zhong Zhong dan Hua Hua ini lahir dari hasil kloning, menggunakan metode yang sama dengan metode kloning yang digunakan pada domba Dolly.
Mu-ming Poo, salah satu peneliti yang terlibat dalam upaya pengkloningan ini, mengatakan kalau keduanya adalah 'harta negara'.
Lalu, bagaimana kabar mereka sekarang dan apa yang akan terjadi setelah Zhong Zhong dan Hua Hua tidak lagi menjadi sorotan media?
Sebelumnya, para aktivis hewan menentang kelahiran keduanya karena mereka meyakini Zhong Zhong dan Hua Hua lahir dari penyiksaan hewan dan mereka juga akan menderita.
Untuk melahirkan sepasang monyet kembar ini, dibutuhkan lebih dari satu monyet dewasa yang digunakan untuk percobaan hingga akhirnya kloning tersebut berhasil.
Untuk kloning Zhong Zhong dan Hua Hua, periset melakukan penelitian terhadap 21 monyet pengganti dengan 79 embrio, namun sebagian besar monyet mati sebelum lahir dan ini menunjukkan adanya eksploitasi hewan untuk upaya kloning.
ADVERTISEMENT
Video
Kedua ibu monyet yang mengandung Zhong Zhong dan Hua Hua harus menjalani operasi cesar dan kini anak monyet tersebut hidup di inkubator.
Poo meyakinkan kalau kedua monyet kembar itu masih baik-baik saja dan akan hidup dengan enak.
"Biasanya mereka bermain seperti bayi biasa," kata Poo kepada Newsweek. "Mereka masih di dalam inkubator. Mereka main dengan mainan mereka, mereka diberi makan, dan ada perawat khusus untuk kedua bayi ini."
Poo mengatakan mereka berkembang dengan normal dan akan diberi kandang khusus yang diberi akses ke pekarangan dan mereka bisa bertemu monyet lainnya ketika sudah dewasa.
Monyet Zhong Zhong dan Hua Hua (Foto: Reuters/Third Party)
Para peneliti akan terus memantau perkembangan mereka dengan pemeriksaan otak untuk mengetahui apakah mereka tumbuh seperti monyet lainnya. Selanjutnya, monyet kloning diharapkan bisa digunakan untuk penelitian biomedis.
ADVERTISEMENT
Meskipun tidak ada aturan perlindungan hewan di China, Poo mengatakan kalau laboratoriumnya menjamin kesejahteraan hewan mengikuti standar dari National Institutes of Health di Amerika Serikat.
"Di Amerika Serikat, ada aturan bagaimana kami memperlakukan monyet," katanya. "Dan kami harus mengikuti aturan internasional, atau hasil penelitian kami tidak akan diakui, kami tidak bisa melakukan publikasi, dan tidak ada lagi yang mau datang ke fasilitas penelitian kami. Kami harus mengikuti standar dan etik internasional."
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·