Kumparan Logo

Paus Jinak Ditemukan di Norwegia, Diduga Jadi Mata-mata Militer Rusia

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paus yang diduga mata-mata Rusia. Foto: Jorgen Ree Wing/Norwegian Directorate of Fisheries
zoom-in-whitePerbesar
Paus yang diduga mata-mata Rusia. Foto: Jorgen Ree Wing/Norwegian Directorate of Fisheries

Sekelompok nelayan di Finnmark, Norwegia timur, terkejut melihat seekor paus beluga jinak yang mendekati kapal-kapal mereka. Paus itu dilengkapi dengan tali pengikat yang menurut para ahli, dapat digunakan untuk memasang senjata atau kamera. Diduga, paus itu telah dilatih untuk kepentingan militer Rusia.

"Kami akan menebar jaring ketika kami melihat seekor paus berenang di antara perahu-perahu itu, kami melihat ada semacam tali pengikat di atasnya." kata Joar Hesten, salah satu nelayan, kepada NRK Finnmark.

Menurut keterangan Hesten, paus putih lucu itu selalu mencari perahu dan manusia, dan mencoba melepaskan tali pengikatnya. Kini, Direktorat Perikanan Norwegia berhasil membebaskan si paus dari tali pengikatnya yang tertulis “Peralatan St. Petersburg” itu.

Jadi, mungkinkah paus kecil ini merupakan mata-mata rahasia Rusia?

Sampai saat ini asal-usul paus itu masih belum jelas. Ada dugaan paus itu mungkin melarikan diri dari Pangkalan Angkatan Laut Murmansk di Rusia utara, sebuah pangkalan kapal selam nuklir yang tidak terlalu jauh dari perbatasan Rusia dengan Norwegia.

Sebuah video menunjukkan cara paus mendekati kapal dan berinteraksi dengan manusia seperti hewan yang dipelihara dan dilatih oleh manusia.

video youtube embed

IFLScience melansir, Rusia baru-baru ini memang sedang melatih paus beluga untuk menjaga pangkalan angkatan laut, membantu penyelam laut dalam, dan bahkan membunuh penyusup yang memasuki wilayah mereka.

Namun, paus kecil itu sepertinya tidak memiliki "profesionalisme tinggi" yang sama dengan paus-paus lain yang dilatih di penangkaran sana.

“Kami tahu bahwa di Rusia mereka memiliki paus domestik di penangkaran dan juga beberapa di antaranya tampaknya telah dibebaskan, kemudian mereka sering mencari perahu, ” kata Audun Rikardsen, profesor dari Arctic University of Norway, kepada NRK.

Jika memang paus itu dilatih oleh Angkatan Laut Rusia, hal itu bukanlah kali pertama ada negara yang melatih hewan laut untuk keperluan militer.

Tali pengikat yang terdapat dalam tubuh paus. Foto: Jorgen Ree Wing/Norwegian Directorate of Fisheries

Sejak 1959, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) punya Program Mamalia Laut untuk melatih beberapa hewan laut, seperti lumba-lumba hidung botol dan singa laut California, untuk melakukan tugas-tugas pertahanan seperti mendeteksi dan membersihkan ranjau, memulihkan peralatan, dan melindungi kapal. Bahkan, AS sempat mengirimkan hewan-hewan ini ke perang di Vietnam dan Irak.

Bukan hanya Angkatan Laut AS, Angkatan Laut Soviet juga pernah membuat program serupa selama Perang Dingin dengan melatih lumba-lumba untuk memasang bahan peledak ke kapal selam musuh dan melacak kapal yang tenggelam di Laut Hitam.

Paus yang diduga mata-mata Rusia. Foto: Jorgen Ree Wing/Norwegian Directorate of Fisheries

Setelah jatuhnya Uni Soviet, proyek tersebut diambil alih oleh Angkatan Laut Ukraina. Setelah beberapa waktu, pusat pelatihan itu kini berada di bawah kendali Rusia sejak 2014.

Para peneliti masih belum bisa memastikan apakah paus kecil itu dilatih oleh Angkatan Laut Rusia sebagai mata-mata militer ada tujuan lain yang mungkin saja untuk penelitian ilmiah. Sampai saat ini juga belum jelas apakah paus itu melarikan diri atau sengaja dibebaskan.

"Kami belum tahu segalanya, tetapi saya telah menghubungi peneliti Rusia yang kami harap dapat memeriksa ini dan mengklarifikasi apa yang ada di baliknya," kata Rikardsen.