kumparan
3 Sep 2017 16:46 WIB

Peneliti Temukan Cara Baru Membasmi Sel-sel Kanker

Tak semua orang punya sel kanker. (Foto: Thinkstock)
Sekelompok ilmuwan telah mengembangkan cara baru dalam membunuh sel-sel kanker. Cara atau metode baru ini memberikan manusia pilihan pengobatan baru dengan hasil yang lebih baik dibanding metode yang ada saat ini.
ADVERTISEMENT
Metode baru yang disebut Caspase-Independent Cell Death (CICD) ini terbukti mampu sepenuhnya membasmi tumor dalam sel-sel kanker kolorektal alias kanker usus yang tumbuh di laboratorium.
Jika efek terhadap sel-sel kanker di laboratorium ini dapat diterapkan juga pada manusia, tim peneliti dari University of Glasgow di Inggris menyatakan, manusia dapat memiliki pengobatan baru yang dapat membunuh kanker dengan cara yang lebih aman bagi tubuh dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk terkena kanker kembali.
"Intinya, mekanisme ini berpotensi untuk secara dramatis meningkatkan efektivitas terapi antikanker dan mengurangi toksisitas yang tidak diinginkan," kata Stephen Tait, salah satu peneliti dalam tim penelitian tersebut, sebagaimana yang dilansir Science Alert.
Pengobatan antikanker secara konvensional selama ini bekerja dengan apoptosis, sejenis kematian sel terprogram. Dalam prinsip apoptosis, se-sel kanker secara efektif diperintahkan untuk bunuh diri melalui protein yang disebut caspase. Metode kemoterapi yang selama ini lazim digunakan dalam pengobatan kanker adalah berdasarkan prinsip kerja apoptosis itu.
Ilustrasi kemoterapi (Foto: Thinkstock)
Kemoterapi yang digunakan selama ini memang dapat bekerja dengan baik, tapi memiliki sejumlah kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah kemoterapi dapat luput membunuh sebagian sel kanker, yang artinya sel-sel kanker itu tidak tereliminasi sehingga tumor-tumor dalam tubuh memiliki peluang untuk muncul kembali. Selain itu, pengobatan kanker dengan metode kemoterapi juga dapat merusak sel-sel sehat yang sebenarnya tidak menjadi target.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan kemoterapi, pengobatan dengan metode CICD ini, sebagaimana yang diklaim oleh para peneliti, merupakan pengobatan yang dapat membunuh sel-sel kanker secara lebih bersih dan lebih aman bagi tubuh. Namun begitu, perlu ditekankan, sejauh ini metode CICD hanya baru diuji terhadap sel-sel kanker kolorektal pada model laboratorium.
Meskipun pengujian laboratorium itu berfokus pada kanker kolorektal, para peneliti mengatakan metode CICD juga dapat diadaptasi untuk menghilangkan jenis-jenis kanker lainnya. Satu hal yang bakal diselidiki lebih lanjut dalam penelitian ini ke depan adalah mencari tahu apakah metode ini juga dapat bekerja dengan baik pada kanker yang tumbuh di dalam tubuh manusia secara langsung.
Hasil penelitian terkait metode CICD pada model laboratorium telah dipublikasikan di jurnal Nature Cell Biology pada 29 Agustus 2017. Dalam makalah ilmiah itu disebutkan, metode CICD ini menunjukkan efek anti-tumorigenik yang ampuh dan melibatkan bantuan sistem kekebalan secara utuh.
ADVERTISEMENT
“Penelitian baru ini menunjukkan ada kemungkinan sebuah cara yang lebih baik untuk membunuh sel-sel kanker yang, sebagai bonus tambahannya, juga mengaktivasi sistem kekebalan,” ujar Justine Alford dari Cancer Research UK dalam menanggapi hasil penelitian para ilmuwan dari University of Glasgow itu.
Alford mengatakan, sekarang para ilmuwan perlu menyelidiki gagasan terkait metode CICD ini lebih jauh. Jika penelitian lebih lanjut memastikan metode tersebut efektif, selanjutnya perlu dikembangkan metode tersebut pada tubuh manusia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan