Penyebab Kamu Terus Merasa Lesu Meski Sudah Banyak Tidur

Ketika kamu merasa lesu, maka saran pertama untukmu adalah istirahatlah dan tidurlah lebih banyak.
Akan tetapi, ada sebagian orang dari kita yang terus-menerus merasa lesu sepanjang hari meski sudah cukup tidur. Meski sudah memenuhi rekomendasi tidur lebih dari tujuh jam tiap malamnya.
AsapSCIENCE, melalui video yang dibuatnya, punya penjelasan mengapa ada orang yang terus-menerus merasa lesu meski sudah cukup tidur. Jika kamu termasuk orang yang mengalami hal demikian, maka kamu perlu menyimak penjelasan berikut.
Dalam video pemaparan tersebut dijelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa belakang ini kamu terlalu mager alias males gerak.
Meski kamu mungkin menganggap bahwa aktivitas fisik adalah sesuatu yang melelahkan, ternyata melakukan olahraga ringan beberapa kali dalam seminggu secara rutin dapat membuat kamu lebih berenergi.
Dengan rutin berolahraga, maka kamu memiliki kemungkinan lebih besar untuk lebih menikmati tidur malammu. Sebab, hasil penelitian menemukan bahwa orang-orang yang berolahraga secara teratur dapat merasakan tidur malam yang lebih nyenyak meski dalam rentang waktu yang sama panjang.
Selain karena terlalu mager, hal lain yang bisa jadi penyebab dari lesu berkepanjangan ini adalah kafein.
Meminum kopi di sore atau malam hari atau bahkan sesaat menjelang tidur, bisa membuat kita sulit mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Sebab, kafein bisa memblokir adenosine, neurotransmitter yang menumpuk di otak sepanjang hari. Neurotransmitter inilah yang membuat kita mengantuk di malam hari.
Hasil penelitian menemukan, jika kamu minum kopi enam jam sebelum tidur, itu akan mengacaukan produksi adenosine di tubuhmu sehingga membuat kamu lebih sulit untuk tidur.
Selain itu, penelitian juga telah menunjukkan bahwa kafein sebenarnya mengacaukan ritme sirkadian tubuh orang yang mengonsumsinya. Ritme sirkadian sendiri adalah proses biologis yang menunjukkan osilasi endogen dan berulang setiap sekitar 24 jam.
Jadi misalnya seseorang bisa tidur tiap jam 9 malam dan bangun tiap jam 4 subuh, maka dia akan terus melakukan hal tersebut setiap harinya bila ritme sirkadiannya tak terganggu atau rusak.
Selain karena terlalu mager dan kafein, kelesuan sepanjang hari bisa juga terkait dengan kesehatan mental. Misalnya, gangguan kecemasan umumnya dapat datang disertai dengan kelelahan. Atau bahkan, tingkat stres dan kekhawatiran yang tinggi juga bisa membuat kamu cukup letih.
Selain itu, depresi juga bisa berdampak pada kualitas tidur hingga menyebabkan insomnia. Akibatnya, tubuh yang kurang dan sulit tidur ini jadi terus-menerus lesu.
Selain kesehatan mental, kondisi fisik seperti kekurangan zat besi, masalah tiroid, dan diabetes juga dapat menyebabkan kelesuan yang berlebihan. Jika kamu merasa lesu terus-menerus selama berhari-hari tanpa tahu penyebabnya dan tak kuasa memperbaikinya sendiri, maka segeralah memeriksakan dirimu ke dokter. Itu adalah jalan yang terbaik.
