kumparan
14 Sep 2019 10:02 WIB

Perubahan Iklim Bisa Kurangi Kemampuan Tanah dalam Menyerap Air

Ilustrasi tanah Foto: Pixbay
Menurut sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances, perubahan iklim ternyata berpengaruh terhadap kemampuan tanah dalam menyerap air.
ADVERTISEMENT
Hal ini dapat berimplikasi pada pemanasan global, karena air di tanah memainkan peran penting dalam menyimpan karbon dioksida atau gas rumah kaca. Dan peningkatan CO2 di atmosfer nantinya bisa berdampak pada peningkatan suhu udara di planet ini karena efek panas yang terperangkap.
Menurut para peneliti, perubahan iklim juga diperkirakan akan membawa peningkatan curah hujan di beberapa daerah tertentu di dunia, diikuti dengan perubahan lingkungan lainnya. Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya infiltrasi air ke tanah.
“Karena pola curah hujan dan kondisi lingkungan lainnya berubah secara global sebagai akibat dari perubahan iklim, hasil studi kami menunjukkan bahwa bagaimana air berinteraksi dengan tanah dapat berubah secara signifikan di banyak bagian dunia, dan perubahan itu terjadi cukup cepat,” ujar Daniel Giménez, penulis penelitian yang juga seorang ilmuwan tanah dari Rutgers University, seperti dikutip dari Newsweek.
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: Pixabay
“Kami mengusulkan agar arah, tingkatan, dan laju perubahan harus diukur dan dimasukkan ke dalam prediksi tanggapan ekosistem terhadap perubahan iklim.”
ADVERTISEMENT
Temuan baru ini merupakan hasil eksperimen lapangan yang dilakukan lebih dari seperempat abad. Giménez dan rekan-rekannya menggunakan sistem irigasi sprinkler di padang rumput di Kansas, Amerika Serikat, untuk secara artifisial meningkatkan jumlah curah hujan tahunan rata-rata yang diterima oleh tanah sebesar 35 persen selama 25 tahun.
Menurut para ilmuwan, peningkatan curah hujan ini menyebabkan penurunan antara 21 hingga 33 persen jumlah air yang menyerap ke dalam tanah. “Jelas, dari penelitian ini bahwa sifat hidrolik tanah dapat berubah dari skala waktu dekade dalam merespons kondisi iklim,” catat para penulis dalam penelitiannya.
Mencegah pemanasan global. Foto: Shutterstock
Para peneliti mengatakan, dampak perubahan iklim pada tanah dapat memiliki implikasi yang signifikan untuk pasokan air tanah, produksi makanan, perilaku limpasan air dari badai, dan ekosistem.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, tanah di Bumi ini memiliki peran besar dalam mengurangi pemanasan global, salah satunya kemampuan dalam menyimpan karbon. Sebagai contoh, permafrost (tanah yang berada di titik beku pada suhu 0 derajat celcius) yang mencair dengan cepat di Arktik dapat menggandakan efek pemanasan dari gas rumah kaca yang dilepaskan dari tanah. Hal ini berpotensi memperburuk perubahan iklim.
Perubahan iklim sendiri telah dikaitkan dengan sejumlah dampak yang mengkhawatirkan bagi Bumi, termasuk peningkatan peristiwa cuaca ekstrem, kepunahan massal, dan kenaikan permukaan laut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·