Riset: Kandungan Gula dalam Jus Buah Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

13 Juli 2019 18:59 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi jus apel. Foto: Shutterstock/Markus Mainka
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jus apel. Foto: Shutterstock/Markus Mainka
ADVERTISEMENT
Siapa sangka minum jus buah ternyata bisa berbahaya. Sebuah riset terbaru di Prancis menemukan adanya hubungan antara konsumsi rutin atas semua jenis minuman mengandung gula, termasuk jus buah, dengan risiko kanker.
ADVERTISEMENT
Laporan hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal BMJ pada 10 Juli 2019. Ini adalah riset pertama yang menemukan suatu hubungan spesifik antara gula dan kanker.
Sebelumnya, minuman mengandung gula, seperti minuman soda dan minuman energi, telah dihubungkan dengan obesitas. Obesitas sendiri merupakan salah satu penyebab kanker. Tapi, para peneliti dalam riset menduga lebih lanjut bahwa gula bisa langsung memicu kanker.
Tim periset kemudian menemukan bahwa hubungan antara minuman mengandung gula, baik jus buah atau minuman soda, dengan kanker sama kuatnya.
"Dalam riset, ketika kelompok minuman mengandung gula dibagi menjadi kelompok 100 persen jus buah dan minuman lain, konsumsi dari kedua jenis minuman ini memiliki hubungan dengan risiko kanker," tulis para peneliti dalam risetnya.
Ilustrasi aneka jus. Foto: dok.shutterstock
Menurut mereka, mengurangi jumlah minuman mengandung gula, dikombinasikan dengan pajak pada gula, dan pembatasan pada iklan, mungkin bisa mengurangi kejadian kanker. Meski begitu, para peneliti menambahkan bahwa ini bukan berarti kita harus benar-benar menghindari gula.
ADVERTISEMENT
"Dalam ilmu nutrisi, prinsipnya bukanlah menghindari makanan, melainkan cukup menyeimbangkan asupannya," ujar Mathilde Touvier, pemimpin riset ini, sebagaimana dilansir The Guardian.
"Rekomendasi dari beberapa agensi kesehatan masyarakat adalah mengonsumsi kurang dari satu minuman mengandung gula tiap harinya. Jika konsumsi minuman mengandung gula Anda jarang, itu mungkin tidak akan menjadi masalah. Tapi jika Anda minum setidaknya satu gelas per harim hal itu bisa meningkatkan risiko dari beberapa penyakit, mungkin kanker dan juga penyakit kardiometabolik," lanjut dia.
Touvier mengatakan bahwa temuan ini tidak mengejutkan. Sebab, saat melihat kandungan gula per 100 mililiter pada masing-masing minuman soda dan 100 persen jus jeruk, tim peneliti menemukan bahwa kandungan gula di kedua jenis minuman tersebut mirip.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ia menjelaskan bahwa banyak agensi kesehatan yang mengatakan bahwa jus buah sedikit lebih baik dibanding minuman soda. Sebab, jus buah mengandung vitamin dan serat.
Jalannya riset
Riset yang dilakukan para peneliti ini berjenis pengamatan. Jadi, para peneliti tidak bisa menyatakan bahwa gula adalah penyebab kanker. Tim periset menambahkan bahwa perlu dilakukan riset lanjutan untuk mempelajari hal ini.
Tetapi, para peneliti menduga ada beberapa mekanisme biologis yang bisa menjelaskan alasan kenapa minuman mengandung gula bisa meningkatkan risiko kanker. Di antaranya adalah efek gula terhadap lemak visceral (lemak dalam tubuh) yang berada di sekitar organ vital, seperti hati dan pankreas, serta tingkat gula darah yang semuanya dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker.
ADVERTISEMENT
Dalam riset ini, tim peneliti mempelajari data dari 101.257 individu sehat asal Prancis yang ikut dalam survei NutriNet-Santé. 79 persen di antara para responden itu adalah perempuan.
Para peneliti menemukan ada hubungan antara peningkatan konsumsi minuman mengandung gula sebanyak 100 mililiter dengan 18 persen peningkatan risiko semua kanker dan 22 persen pada risiko kanker payudara.
Tim periset tidak menemukan adanya hubungan antara pemanis buatan dengan kanker. Tapi, jumlah responden yang menggunakan pemanis buatan dalam riset ini terlalu kecil untuk dihitung.
"Tentu saja, masih banyak yang harus dipelajari lebih lanjut dan menghitung asupan adalah suatu tantangan tersendiri. Tapi, bukti bahwa hubungan antara konsumsi gula secara berlebihan dengan beberapa masalah kesehatan sudah terlihat jelas. Artinya, penting untuk mengurangi jumlah gula dalam pola makan kita," ujar Amelia Lake, ahli kesehatan masyarakat dari Teesside University yang tidak terlibat riset ini.
ADVERTISEMENT
"Riset ini menggarisbawahi betapa pentingnya pajak gula dan kontrol pemasaran produk yang mengandung gula di Inggris. Tidak hanya untuk mengatasi obesitas, tapi juga mungkin mencegah kanker," lanjut dia.
Ilustrasi jus jambu. Foto: dok.shutterstock
Graham Wheeler, ahli statistik di pusat penelitian kanker University College London, memuji riset ini. Menurutnya, riset ini ukurannya besar, didesain dengan baik, dan menambah jumlah bukti atas risiko penyebab kanker.
Meski begitu, ia menambahkan, hubungan yang sama tidak ditemukan pada kanker kolorektal dan kanker prostat. Wheeler mengatakan perlu dilakukan riset mendalam untuk memahami mekanisme biologis antara konsumsi minuman mengandung gula dengan suatu jenis kanker tertentu.