Pencarian populer

Sesar Palu-Koro Bergerak Mendatar, tapi Kok Bisa Sebabkan Tsunami?

Tsunami Palu (Foto: Istimewa)

Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang diikuti oleh tsunami menghantam Kota Palu, Sulawesi Tengah. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Palu-Koro yang seakan membelah Pulau Sulawesi.

Nugroho Dwi Hananto, peneliti geofisika kelautan LIPI menjelaskan bahwa Sesar Palu-Koro melakukan aktivitas geser mendatar. Uniknya, biasanya kecil kemungkinan tsunami terjadi akibat gempa oleh pergerakan sesar dengan mekanisme geser mendatar.

"Gempa sesar mendatar cenderung tidak menimbulkan gerakan vertikal dasar laut yang biasanya menyebabkan tsunami," ujar Nugroho dalam acara konferensi pers bertajuk ‘Analisis LIPI untuk Gempa dan Tsunami Indonesia’ di Jakarta, Selasa (2/10).

Menurutnya, gempa akibat aktivitas sesar mendatar tidak begitu efektif menyebabkan tsunami. Ia mencontohkan kejadian gempa 8,5 Magnitudo di Cekungan Wharton di Samudra Hindia yang hanya menyebabkan tsunami setinggi 30 sentimeter.

Nugroho berpendapat bahwa ada beberapa hal yang membuat tsunami dengan menghantam Palu. Salah satunya adalah amplifikasi kekuatan tsunami akibat keadaan morfologi Teluk Palu.

"Kawasan Teluk Palu hingga Donggala juga mempunyai bentuk mirip kanal tertutup dengan bentuk dasar laut yang curam. Akibatnya jika ada massa air laut datang, gelombangnya lebih tinggi dan kecepatannya lebih cepat," papar Nugroho.

"Keterjalan di dasar laut juga mengamplifikasi tsunami meningkatkan tinggi gelombang yang sampai ke pantai," tambahnya

Berdasarkan data yang ia punya, Nugroho menunjukkan keadaan morfologi Teluk Palu. Jadi dijelaskan bahwa ketika gelombang air akibat gempa memasuki Teluk Palu, persisnya ketika air lewat dari bagian dalam ke bagian dangkal, akan terjadi penambahan energi yang kemudian menjadi ombak tsunami yang sampai ke pantai.

Data geomorfologi Teluk Palu. (Foto: Sayid Mulki/kumparan)

Di samping itu ia juga mengatakan bahwa ada kemungkinan kejadian longsor bawah laut setelah gempa yang turut menyebabkan tsunami. Namun kemungkinan ini masih akan diteliti lebih lanjut oleh para ahli.

"Rencananya akan ada tim gabungan ke sana untuk melihat apakah longsor (di laut) benar terjadi. Hal ini penting dilakukan untuk membantu penanganan gempa dan tsunami ke depannya," imbuhnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22