Tak Hanya AS, Prancis Juga Bakal Bentuk Angkatan Luar Angkasa

Tepat di Hari Raya Bastille yang jatuh pada Minggu (14/7) kemarin, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pemerintah akan membentuk komando pasukan militer luar angkasa yang akan menjadi bagian dari Angkatan Udara negara itu.
Macron mengatakan, Angkatan Luar Angkasa yang dibentuknya ini akan bertanggung jawab untuk mempertahankan satelit negara itu, dan rencana tersebut secara resmi akan diluncurkan pada September 2019 mendatang. Sementara Angkatan Udara Prancis disebutnya bakal berganti nama menjadi Angkatan Udara dan Luar Angkasa.
Komando pasukan yang baru saja dibentuk ini disinyalir akan menggantikan Komando Luar Angkasa Bersama, yang sebelumnya telah bertanggung jawab atas aset luar angkasa Prancis, dan berkoordinasi dengan militer negara-negara Eropa lainnya.
Prancis sendiri memang telah memfokuskan diri di bidang luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan Breaking Defense, negara itu berencana menyiapkan anggaran sebesar 3,6 miliar euro atau sekitar Rp 56,3 triliun hingga 2025 mendatang. Dan pada Desember 2018 lalu, negara tersebut telah meluncurkan satelit mata-mata militer baru, CS0-1, yang bakal terus dimanfaatkan selama beberapa tahun mendatang.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara telah mulai mengenali luar angkasa sebagai 'domain' baru yang berpotensi perang dapat terjadi, seperti di darat, laut, udara, atau bahkan dalam sistem digital. Pasukan komando luar angkasa ini menjadi jawaban Prancis untuk mengatasi masalah yang berpotensi ditimbulkan oleh infrastruktur militer antariksa.
Apa yang dilakukan oleh Prancis ini mirip dengan AS. Pada Juni 2018 lalu, Presiden Donald Trump juga mengumumkan cabang baru dari militer AS, yaitu Angkatan Luar Angkasa alias 'Space Force'. Ia kemudian menandatangani perintah untuk memulai proses pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS pada Februari 2019.
Menurut rencana, Angkatan Luar Angkasa AS akan berada di bawah Angkatan Udara AS. Hal ini dilakukan untuk menjawab kritik Kongres AS terhadap dampak birokrasi jika Angkatan Luar Angkasa AS berdiri sendiri.
