15.000 Poin yang Membuat James Harden Kian Difavoritkan sebagai MVP

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ekspresi kebahagiaan Harden. (Foto: Erik Williams-USA TODAY Sports via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ekspresi kebahagiaan Harden. (Foto: Erik Williams-USA TODAY Sports via Reuters)

Ada banyak alasan yang bisa membuat dua pekan terakhir ini menjadi waktu yang menyenangkan bagi seorang James Harden.

Bersama timnya, Houston Rockets, Harden sukses mendapatkan lima kemenangan beruntun, yang mereka mulai dengan mengalahkan Phoenix Suns pada Senin (29/1/2018). Yang teranyar, mereka menumbangkan Brooklyn Nets, Rabu (7/2).

Dengan hasil itu, Rocekts kian mendekati Golden State Warriors di posisi puncak dengan hanya berjarak dua kemenangan saja. Namun, rasa bungah tersebut tak berhenti sampai di situ saja untuk Harden.

Pemain berusia 28 tahun ini membumbui torehan apik Rockets dengan prestasi individu yang mentereng. Pertama, pada Rabu (31/1) lalu, Harden berhasil menjadi pemain pertama di NBA yang mampu membukukan triple-double dengan poin mencapai 60.

Harden yang juga membukukan dua steal dan empat blok, tercatat melepaskan 19 tembakan masuk dari 30 percobaan dengan lima di antaranya adalah tripoin, serta memasukkan 17 dari 18 free throw. Yang membuatnya menjadi salah satu mesin pencetak angka paling mematikan di NBA musim ini.

Selain itu, dengan sumbangan 60 poinnya, Harden berhasil melewati rekor legenda Rockets, Calvin Murphy, sebagai pencetak poin terbanyak Rockets dalam satu pertandingan. Sebelumnya, Murphy mampu mencatatkan 57 poin pada 18 Maret 1978.

Dari sederet catatannya di pekan lalu itu, Harden pun diganjar sebagai pemain terbaik bulan ini untuk Wilayah Barat, mengalahkan nama-nama beken lain seperti, Kevin Durant, Stephen Curry, dan Russell Wstbrook.

X post embed

Nah, seakan belum cukup, sumbangan 36 poin di laga melawan Nets, membuat Harden kini tercatat sudah mengumpulkan 15.000 poin--tepatnya 15.025--selama berkarier sembilan musim di NBA.

Harden, yang memulai karier NBA saat dipilih via draft pick 2009 oleh Oklahoma City Thunder, menghabiskan tiga musim saja di sana dan berhasil mengumpulkan 2.795 poin. Harden kemudian pindah ke Houston Rockets pada musim 2012 karena tidak ada titik temu soal negosiasi kontrak anyar dengan Thunder.

Keputusannya pindah terbilang sangat tepat. Selain bisa keluar dari bayang-bayang Westbrook dan Durant--sebelum pindah ke Warriors--Harden juga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya di tim anyar. Pada musim perdananya di Rockets, Harden tercatat mampu menyumbangkan 2.023 poin, dan terus meningkat tiap tahunnya. Ia pun berhasil mencatatkan 10.000 poin pada musim 2015.

Kini, di musim keenamnya bersama Rockets, Harden akhirnya mampu membuat sejarah di perjalanan kariernya dengan 15.000 poin yang ia peroleh dari 660 pertandingan.

Menilik performa Harden musim ini, raihan tersebut tidaklah mengherankan diperolehnya. Sejak menjadi runner-up soal rata-rata poin terbanyak di liga pada musim lalu, Harden meningkat secara signifikan di musim ini. Dari 45 laga yang sudah dijalani, Harden tercatat sebagai pemain dengan rata-rata poin terbanyak di liga (31,6).

James Harden si Jenggot dari Rockets (Foto:  Dan Hamilton-USA TODAY Sports)
zoom-in-whitePerbesar
James Harden si Jenggot dari Rockets (Foto: Dan Hamilton-USA TODAY Sports)

Dengan sederet catatan statistik dan prestasi yang ia torehkan itu, Harden pun muncul menjadi kandidat kuat meraih gelar Most Valuable Players (MVP) musim 2018, bersama LeBron James, Durant, Curry, dan Westbrook.

Namun, melihat bagaimana progres yang dilakukan oleh Harden dari musim lalu, ditambah catatan apiknya tidak hanya soal poin, tapi juga kontribusi assist dengan rata-rata 9,0 per gim, Harden bisa menjadi nama terdepan untuk penghargaan tersebut.

Well, Harden memang tengah bungah dua pekan ini lantaran sederet catatan gemilang yang ditorehkan. Namun, bisakah ia meneruskan tren apik dan melengkapi kebahagiaannya itu dengan mengangkat trofi MVP di musim ini? Menarik dinantikan.