Pencarian populer

Asian Games 2018: BritAma Arena Jadi Gelanggang Ekshibisi eSports

eSport (Foto: ESLCS/Facebook)

BritAma Arena di Mahaka Square, Jakarta Utara, sudah kadung identik dengan olahraga basket. Bukan apa-apa, Indonesian Basketball League (IBL) seri Jakarta biasa dipertandingkan di sana.

Namun, pada gelaran Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang nanti, BritAma Arena tak akan menjadi tempat digelarnya pertandingan bola basket, melainkan menjadi arena pertandingan cabang olahraga (cabor) ekshibisi: eSports.

Ketua Asosiasi eSport Indonesia (IeSPA), Eddy Lim, dalam diskusi eSport sebagai olahraga prestasi masa depan, yang digelar bersama perusahaan teknologi NVIDIA, mengatakan bahwa cabor eSports akan dimulai pada 26 Agustus-1 September. Jadwal resmi dan rincian acara selama satu minggu itu akan dikeluarkan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA).

"Untuk tempatnya sudah dipastikan akan dilakukan di BritAma Arena, Mahaka Square, dan akan dimulai pada 26 Agustus nanti. Setiap hari pertandingannya beda-beda, tapi yang mengeluarkan jadwal bukan kami tapi langsung dari federasi eSports Asia," kata Eddy di High Grounds Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (24/7/2018).

"Untuk masuk nanti akan ada tiket di mana penjualan tiketnya itu menurut panitia pelaksanaan Asian Games akan digabungkan dengan penjualan tiket cabor-cabor yang lainnya. Baik itu di penjualan online dan juga serentak dijual di tempat-tempat pembelian tiket langsung,” ucapnya.

Enam video game terpilih yang akan dipertandingkan pada Asian Games 2018 nanti adalah permainan yang memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya tidak mengandung unsur kekerasan. Keenam video game tersebut adalah Arena of Valor, League of Legends, Pro Evolution Soccer, Clash Royale, Hearthstone, dan Starcraft.

Andres Iniesta di Pro Evolution Soccer 2018. (Foto: PlayStation Store)

Eddy sendiri optimistis Indonesia bisa meraih prestasi maksimal. Namun, dari keenam game tersebut hanya tiga saja yang menjadi target utama untuk meraih medali, yaitu Clash Royale, Pro Evolution Scoccer, dan Hearthstone.

Selain itu, Eddy juga menyebut persiapan yang sudah dilakukan oleh Timnas Indonesia cabor eSports berjalan dengan lancar. Keyakinannya kian meninggi lantaran dukungan pemerintah dan pihak swasta saat ini mulai kentara.

Sebagai badan yang mewadahi eSports di Indonesia, Eddy dan jajarannya terus berupaya untuk melanjutkan komitmen memajukan eSports. Oleh karena itu, setelah sukses membuat eSport masuk ke Asian Games, langkah selanjutnya adalah melahirkan atlet eSports yang berprestasi.

Eddy Lim (paling kanan). (Foto: Aditia Rijki Nugraha/kumparan)

"Kami terus berkomitmen untuk memperkenalkan eSports. Kami sudah berhasil membuat pemerintah memberikan dukungan, jika pusatnya sudah mendukung maka eSport bisa semakin dikenal dan diterima. Komitmen kami selanjutnya adalah memberikan prestasi,” kata Eddy.

"Dari enam game ini, sebetulnya ada tiga game yang kami harapkan bisa menghasilkan prestasi maksimal, tapi kami yakin di Pro Evolution Soccer dan Hearthstone. Kalau League of Legends semua pemain game tahu Korea Selatan jagonya. Satu lagi yang masih belum tahu negara mana yang jago adalah Clash Royale karena ini game baru," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36