F1 GP Jepang: Ada Niki Lauda dalam Kemenangan dan Rekor Mercedes

Pada akhirnya Mercedes juga yang menutup Formula 1 GP Jepang 2019 dengan sorak-sorai. Scuderia Ferrari menjadi ancaman serius sejak awal balapan karena Sebastian Vettel menutup sesi kualifikasi dengan pole position.
Namun, balapan di Sirkuit Suzuka itu kembali mengingatkan bahwa yang terpenting bukan dari mana kau memulai balapan. Yang terpenting adalah di mana kau mengakhiri balapan.
Valtteri Bottas naik podium puncak, sedangkan Vettel mengakhiri balapan di posisi kedua. Lewis Hamilton tak mau ketinggalan. Ia menyelesaikan balapan pada Minggu (13/10/2019) ini di posisi ketiga.
Kombinasi capaian Bottas dan Merceds itu sudah cukup untuk memastikan Mercedes sebagai juara constructor di Formula 1 2019.
Bos Mercedes, Toto Wolff, mendedikasikan kemenangan dan segala macam rekornya untuk mendiang Niki Lauda yang meninggal pada 20 Mei 2019. Berhitung mundur hingga September 2012, Lauda ditunjuk sebagai Non-executive Chairman Mercedes.
"Kami mendedikasikan gelar ini untuk Niki [Lauda] karena ia menjadi bagian penting dalam perjalanan tim ini," ujar Wolff kepada Sky Sports.
"Kehadirannya selalu penting bagi kami. Niki adalah kombinasi sempurna antara dukungan dan tekanan. Itulah yang membuatnya istimewa," tambah Wolff.
Capaian ini menjadi begitu spesial karena menjadi kali keenam Mercedes juara constructor. Catatan istimewa Mercedes tak berhenti sampai di situ.
Hasil balapan ini membuat torehan poin Hamilton, si pemuncak sementara, menjadi 338. Koleksi poin Bottas yang ada di posisi runner up menjadi 274.
Dengan empat seri tersisa, tidak mungkin ada pebalap lain yang mampu menyalip keduanya. Itu berarti, yang menjadi juara nanti kalau tidak Hamilton, ya, Bottas.
Rekor baru muncul di sini. Mercedes menjadi tim pertama yang mengamankan gelar pebalap dan constructor sekaligus dalam enam musim beruntun.
Mari kita lihat pencapaian Mercedes dalam kurun 2014 hingga 2018. Mercedes jadi juara constructor dalam kurun tersebut.
Pebalapnya juga tak kalah bertaji. Hamilton menjadi kampiun pada 2014, 2015, 2017, dan 2018. Nico Rosberg memastikan pesta Mercedes tak terputus dengan duduk di singgasana juara pada 2016.
"Kalau Niki masih ada di sini, dia pasti bakal bilang begini: Selamat buat gelar keenam secara beruntun! Kalian pasti dapat masalah musim depan," kelakar Wolff.
Ya, begitulah Lauda. Komentarnya sejak muda tak pernah berubah, kadar nyelenehnya tetap membikin kepala pening. Namun, perhitungannya juga sama matangnya. Salah satunya, ya, mengangkut Hamilton pada 2013.
"Pada akhirnya kami belajar dari pengalaman-pengalaman menyakitkan kami. Tim ini menjadi sangat kuat karena tetap sanggup berdiri teguh walaupun kondisinya tidak baik. Salah satunya, ya, pagi tadi [sesi kualifikasi]. Sikap seperti ini harus kami rawat baik-baik," jelas Wolff.
