Jepang Terbuka: Hafiz/Gloria Rengkuh Kemenangan atas Wakil Malaysia

Laga-laga berisik khas Istora GBK sudah tuntas. Kini saatnya berduel di 'Negeri Sakura'. Jepang Terbuka 2019 menjadi arena pertarungan selanjutnya bagi pebulu tangkis Indonesia untuk merengkuh gelar juara.
Jangan bayangkan Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, serupa Istora GBK. Tidak ada gemuruh yang membuat laga meriah dan penuh sesak dengan penonton yang larut dalam euforia. Tapi, pertandingan tetap pertandingan. Peduli setan sunyi atau riuh, kemenangan adalah perkara mutlak.
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang turun gelanggang pada Selasa (23/7/2019) rasanya sepakat dengan argumen tadi. Duel melawan ganda Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, ditutup dengan kemenangan 21-19 21-18.
Di atas Court 2, Hafiz/Gloria punya cara untuk membukukan keunggulan cepat pada gim pertama. Pukulan-pukulan cepat dipakai untuk mencegah duel beralih ke reli panjang. Hasilnya jitu. Huat/Lai tidak diberi kesempatan untuk membangun serangan sehingga keunggulan 6-3 berpihak pada Hafiz/Gloria.
Ketika tertinggal 7-11, Huat/Lai mencoba pola serangan baru untuk meruntuhkan dominasi Hafiz/Gloria. Usai beradu kuat di duel reli, Huat melepaskan smash beruntun kepada Gloria.
Tujuannya dapat diprediksi. Hingga kedudukan ini, Gloria acap berperan sebagai pemain yang menutup serangan, sementara Hafiz yang membangun pertahanan. Barangkali Huat/Lai mengira pertahanan Gloria lebih ringkih.
Namun, upaya ini tak berbuah manis bagi ganda campuran Malaysia itu. Pukulan Huat terlalu kencang sehingga membuat shuttlecock terjatuh di luar lapangan.
Bukan berarti Hafiz/Gloria tak memiliki masalah. Meski unggul, mereka kerap melakukan eror yang berbuah poin bagi lawan. Akibatnya gawat juga, Huat/Lai mampu memangkas jarak menjadi 15-16 bahkan menyamakan kedudukan menjadi 17-17.
Salah satu contohnya ketika Huat/Lai menyamakan kedudukan menjadi 17-17 tadi. Unggul dalam duel sengit depan net, Hafiz/Gloria kehilangan angka akibat pukulan cepat Gloria yang membentur net.
Meski demikian, Hafiz/Gloria pada akhirnya menuntaskan gim pertama dengan kemenangan 21-19. Sebelumnya, game point 20-19 direngkuh berkat keberhasilan Hafiz melepaskan dropshot yang tak mampu dibendung lawan.
Manuver itu dibuka dengan duel reli dengan pukulan yang bervariasi. Gloria yang dalam beberapa reli awal lebih sering mengambil posisi di depan net, kali ini bertugas mengamankan baseline.
Kedinamisan Gloria saat membangun pertahanan tak berakhir sia-sia. Hafiz memiliki ruang yang cukup untuk membangun serangan sehingga sukses mempersembahkan poin bagi timnya.
Kekalahan di gim pertama menyentak Huat/Lai. Peningkatan agresivitas berulang kali menjegal langkah Hafiz/Gloria mendulang poin. Upaya ini membangkitkan asa, keduanya menempel ketat hingga 4-4.
Kesalahan individu Hafiz/Gloria menjadi persoalan lain yang benar-benar harus dituntaskan agar kemenangan tak melayang. Unggul 10-7, mereka terkejar hingga 10-10.
Salah satu kasusnya muncul saat Hafiz/Gloria memimpin 10-8. Melakoni duel pukulan tanggung, Hafiz/Gloria kehilangan angka karena pukulan Hafiz membentur net. Yang sangat disayangkan, poin tadi lenyap saat duel tidak berlangsung dalam tensi tinggi.
Membangun pertahanan sebagai respons cepat serangan lawan rasanya juga menjadi celah permainan Hafiz/Gloria usai interval gim kedua. Misalnya, saat kedudukan imbang 12-12. Hafiz dan Gloria mengambil jarak yang terlampau lebar ketika Huat melesakkan dropshot dari sudut kanan lapangan.
Lesakan itu akhirnya berbuah angka karena Hafiz dan Gloria sama-sama tidak bergerak menyambut shuttlecock yang sebenarnya bisa dijangkau itu. Barangkali ada miskomunikasi dalam fragmen ini.
Begitu pula dalam transisi menyerang ke bertahan. Fragmen ini muncul sewaktu Hafiz/Gloria memimpin 16-15. Hafiz/Gloria membuka reli dengan memegang kendali serangan. Pertahanan kokoh memampukan Huat/Lai menyerang serangan balik.
Hanya dengan satu pukulan, keputusan itu berujung untung. Hafiz terlambat merespons serangan depan net yang dilesakkan Lai sehingga gagal pula mengamankan poin.
Kabar baiknya, keunggulan tetap berhasil dijaga Hafiz/Gloria. Drive Gloria mengantarkan wakil Indonesia pada match point 20-18 yang pada akhirnya ditutup dengan pukulan Hafiz yang tidak mampu dikembalikan lawan.
