Kalahkan Ganda Jepang, Greysia/Apriyani Rebut Tiket Babak Kedua

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak grup Piala Sudirman 2019 melawan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark). Foto: Dok. PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak grup Piala Sudirman 2019 melawan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Denmark). Foto: Dok. PBSI

Kematangan taktik yang didukung oleh stamina dan mental mumpuni adalah syarat mutlak untuk mengalahkan ganda putri Jepang. Itu berarti, Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus menjadi pemain komplet untuk mengalahkan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata.

Lewat kemenangan 21-15, 21-16 atas Sakuramoto/Takahata di babak pertama Indonesia Open 2019, Greysia/Apriyani membuktikan bahwa kualitas sebagai pemain komplet ada pada mereka.

Kemenangan yang direbut di Court 1 Istora GBK itu mempertemukan Greysia/Apriyani pada pemenang laga Jongkolphan/Rawinda melawan Kim So Yeong/Kong Hee Yong.

Laga berjalan ketat sejak awal. Tidak perlu kaget jika yang menjadi lawanmu adalah ganda Jepang. Situasi itu ditandai dengan skor menempel ketat hingga kedudukan imbang 7-7.

Sadar bahwa lawannya itu tipe pemain yang sabar menunggu lawan melakukan kesalahan sendiri dalam reli panjang, Greysia/Apriyani mencoba mematahkan serangan dalam waktu cepat.

Ketika reli baru berlangsung dalam dua atau tiga pukulan, secara bergantian Greysia dan Apriyani menutup serangan dengan jumping smash yang kencang. Ingat, harus benar-benar kencang. Kalau tidak, pasti bisa dibendung oleh Sakuramoto/Takahata. Berbekal permainan seperti ini, Greysia/Apriyani mampu menutup interval dengan keunggulan 11-9.

Yel-yel tanpa putus untuk wakil Indonesia ibarat serum yang menginjeksi permainan Greysia/Apriyani. Memang tidak ada ukuran yang pasti, tapi bukannya tidak mungkin dukungan yang begitu hebat ikut mendongkrak permainan Greysia selepas interval. Bermain kian efektif, keduanya memperlebar jarak hingga 19-15.

Jalan ganda terbaik Indonesia ini untuk mengamankan satu tempat di babak kedua semakin terbuka lebar berkat kemenangan di gim pertama. Skenario akhirnya, Apriyani melesakkan dropshot mengarah celah antara Sakuramoto dan Takahata yang berujung game poin 20-15.

Nah, game point itu berhasil dikonversi menjadi kemenangan 21-15 akibat kesalahan lawan yang gagal menyeberangkan shuttlecock ke bidang permainan Greysia/Apriyani.

Sadar bahwa segala sesuatu dapat terjadi di tengah laga, Greysia/Apriyani menekan pedal gas dalam-dalam sejak gim kedua dimulai. Dalam kurun kurang dari 10 menit, Greysia/Apriyani mencetak keunggulan 6-1.

Membongkar pertahanan alot ganda putri Jepang acap menjadi persoalan yang membikin pening para pebulu tangkis. Itu belum ditambah dengan kepiawaian pemain Jepang menciptakan serangan balik.

Suka tidak suka, transisi ofensif ke defensif juga menjadi modal penting. Seluruh penggemar bulu tangkis Indonesia patut bersyukur karena kemampuan transisi Greysia/Apriyani mumpuni, setidaknya di pertandingan ini.

Meski sempat terhentak dengan perlawanan Sakuramoto/Takahata, Greysia/Apriyani merebut kembali kendali permainan dan menggeser kedudukan menjadi 11-5.

Sakuramoto/Takahata memang tertinggal jauh, tapi keduanya tetap mampu melahirkan kejutan yang merepotkan Greysia/Apriyani. Salah satunya terlihat ketika Greysia/Apriyani memimpin 15-8.

Alih-alih mati kutu, Sakuramoto/Takahata menantang Greysia/Apriyani dalam permainan reli yang agresif. Risiko itu dibayar tuntas oleh Sakuramoto/Takahata karena keduanya berhasil membuat Greysia/Apriyani mati langkah.

Tak berhenti di situ. Sakuramoto/Takahata mengantongi dua angka lagi dengan skema serupa. Rangkaian serangan demikian membuat Greysia/Apriyani kehilangan kontrol sehingga shuttlecock terlempar ke luar lapangan.

Kebangkitan lawannya itu memaksa Greysia/Apriyani kembali ke mode permainan semula. Sebisa mungkin serangan dipatahkan secara cepat sehingga tidak memberi kesempatan kepada lawan untuk merebut kendali laga. Keputusan ini tidak berujung buntung. Greysia/Apriyani menggeser kedudukan menjadi 19-11.

Jangan senang dulu melihat kedudukannya. Lawan bahkan berhasil mendulang lima poin secara beruntun yang memperpanjang napas. Apa yang terjadi di pengujung laga memberi pelajaran penting: Sehebat-hebatnya taktik takkan kalis dari celah. Permainan agresif serupa pisau bermata dua yang bisa saja mencelakakan pemiliknya.

Persoalan itulah yang tidak mampu dicari penawarnya oleh Sakuramoto/Takahata. Alih-alih mencuri poin, Sakuramoto/Takahata justru kehilangan dua poin yang berarti kemenangan 21-16 untuk Greysia/Apriyani di gim kedua yang berarti tiket duel babak kedua.

instagram embed