Korea Terbuka: Jonatan Christie Kalah, Tunggal Putra Indonesia Habis

27 September 2019 18:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
zoom-in-whitePerbesar
Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
ADVERTISEMENT
Tak ada tunggal Indonesia di semifinal Korea Terbuka 2019. Setelah Anthony Ginting dan Shesar Hiren Rhustavito, kini giliran Jonatan Christie yang tersingkir.
ADVERTISEMENT
Di Airport Skydome Incheon, Jumat (27/9/2019) sore WIB, pebulu tangkis nomor enam dunia tersebut takluk di tangan tunggal Taiwan, Wang Tzu Wei. Ia kalah dalam duel tiga gim dengan skor 10-21, 21-15, dan 13-21.
***
Jonatan tampak terburu-buru pada laga ini. Bola-bola lob dari Wang menuju sudut-sudut lapangan kerap langsung ia smes, meski sebetulnya tak cukup ideal.
Karena itulah, smes-smes yang Jonatan lakukan malah berujung poin bagi lawan. Sesekali karena gagal melewati net, sesekali berujung keluar. Keunggulan 5-1 lantas mampu didapat Wang.
Jonatan sempat mencoba bangkit dengan bermain lebih rapi. Hal ini membawanya untuk mempertipis ketertinggalan menjadi 3-5.
Namun setelahnya, penyakit Jonatan kembali kambuh. Ia banyak melakukan kesalahan sendiri.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Wang makin liar. Smes-smes yang ia lepaskan hampir tak pernah bisa dikembalikan Jonatan.
Wang mendapat empat poin beruntun karena hal tersebut. Ia pun unggul 11-6 pada interval pertama.
Pasca-interval, tekanan Wang tak berhenti. Setelah Jonatan mendapat satu poin lagi, ia terus menuai ancaman hingga akhirnya unggul 19-7.
Jarak sejauh itu membuat Wang kian di atas angin. Alhasil, ia mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-10.
Memasuki gim kedua, pola permainan Jonatan berubah. Ia kini lebih banyak melakukan drop shot yang dikombinasikan dengan bola-bola panjang.
Sesekali saja ia melepaskan smes. Itu pun sebagian saat bola benar-benar dalam keadaan tanggung.
Cara tersebut mengantarkan Jonatan memimpin 5-2 pada awal gim. Ia terus melaju dan mampu mencapai interval dengan keunggulan 11-9.
ADVERTISEMENT
Jeda pada masa ini benar-benar dimanfaatkan oleh Jonatan. Usai berbincang singkat dengan pelatih, pola permainannya kembali berubah.
Kini, ia tampak lebih mengedepankan kecepatan. Wang, yang memang begitu berapi-api pada laga ini, berulang kali diajak beradu drive.
Jonatan Christie pada sesi latihan jelang keikutsertaan di Korea Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Setidaknya dua kali pola tersebut membuat Wang melepaskan bola tanggung. Sesuatu yang tentu saja tak ingin dilewatkan Jonatan untuk mendapat poin. Ia pun unggul 15-12.
Meski unggul, Jonatan sejatinya tak benar-benar di atas angin. Smes yang dilepaskan Wang masih beberapa kali menyulitkan. Kebetulan, pertahanan Jonatan tak begitu bagus pada laga ini.
Namun, hal tersebut hanya terjadi sesekali. Sementara pada gim kedua ini, smes yang dilepaskan Wang justru sering melenceng keluar lapangan dan menyangkut di net.
ADVERTISEMENT
Gim kedua pun mampu diamankan Jonatan dengan keunggulan 21-15. Dengan begitu, laga dilanjutkan ke gim ketiga. Rubber!
Pada gim ini, stamina kedua pemain mulai terkuras. Itulah kenapa tempo permainan jauh lebih pelan dengan drop shot dan netting yang amat sering terlihat.
Yang menarik, baik Jonatan maupun Wang terhitung buruk dengan skema tersebut. Suatu kali Jonatan mencoba menempatkan bola dekat dengan net, tetapi malah tanggung dan disambar oleh Wang. Begitu pun sebaliknya.
Dengan pola permainan seperti ini, awal-awal gim lantas tampak begitu ketat. Kedudukan sama kuat 4-4 dan ini berjalan dalam waktu yang cukup lama.
Pola permainan baru mulai berubah ketika Jonatan mulai tertinggal cukup jauh, yakni 5-11. Ia lalu coba kembali memancing Wang untuk beradu drive.
ADVERTISEMENT
Tapi tak seperti gim kedua, tunggal asal Indonesia tersebut kali ini malah tak bisa mengimbangi kecepatan drive lawan.
Banyak drive yang ia lepaskan berujung bola tanggung. Tak sedikit pula yang malah gagal melewati net. Dengan begitu, Jonatan tertinggal makin jauh. Skor kini menjadi 14-7.
Tertinggal cukup jauh, Jonatan coba memecah fokus lawan. Hal tersebut ialah dengan menahan service selama beberapa detik. Wang dibikin tak siap dan sesekali berujung bola tanggung bagi Jonatan. Dari sini, pemain asal Indonesia tersebut mulai mendekat menjadi 12-16.
Sayangnya, Jonatan melakukan beberapa pukulan yang berujung out pada masa-masa krusial. Wang yang sebelumnya tertekan kembali mendapat momentum.
Pada akhirnya, ia mampu memenangi gim ketiga dengan keunggulan 21-13. Tiga poin terakhir yang menentukan kemenangan tersebut ia dapat karena kesalahan Jonatan.
ADVERTISEMENT