Pencarian populer

Marquez soal Dominasinya di MotoGP: Saya Masih Belajar dari Rossi

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, bicara soal kesuksesannya di MotoGP. Foto: twitter/hrc_motogp

Usianya memang baru 26 tahun, tapi Marc Marquez sudah mendekati koleksi gelar MotoGP milik Valentino Rossi. Artinya, ia jadi pebalap yang memiliki peluang besar untuk melampaui catatan The Doctor.

Kedatangan Marquez di MotoGP adalah sebuah fenomena. Pengalamannya memang belum sematang pebalap-pebalap senior lain, tapi kemampuannya mampu membuat para rivalnya jadi pecundang.

Jika bukan karena sial, hampir pasti gelar juara dunia MotoGP jadi miliknya. Tengok koleksi lima gelar MotoGP yang didapat hanya dari enam musim. Kegagalannya pada musim 2015 juga karena faktor kesialan di mana ia terjatuh hingga enam kali.

Hal ini mengingatkan pada dominasi Rossi dalam rentang musim 2001-2009. Dalam rentang itu, Rossi mampu menghadirkan tujuh gelar juara dunia MotoGP. Ternyata, kesuksesan yang diraih Marquez saat ini juga karena dirinya belajar dari Rossi.

Luapan kegembiraan Marquez usai jadi juara dunia. Foto: Toru Hanai/Reuters

"Saya belajar banyak hal dari Valentino. Saya masih belajar darinya. Apa yang ia lakukan sungguh luar biasa," kata Marquez dalam wawancara dengan Speedweek.

Saat diminta memberikan penjelasan di balik dominasinya, The Baby Alien menjawab, "Saya tidak tahu. Tapi, saya tahu bahwa suatu hari akan ada orang yang lebih cepat dari saya. Itulah olahraga. Itulah hidup. Setiap orang memiliki eranya."

Marquez juga mendapat pertanyaan soal kemungkinan dirinya membalap hingga usia uzur. Hal itulah yang dilakukan Rossi saat ini. Rider asal Italia itu masih aktif meski usianya sudah menyentuh kepala empat.

Loading Instagram...

Terkait hal itu, Marquez juga ingin balapan hingga usia tua. Namun, ia sendiri juga tak bisa memberikan kepastian sampai usia berapa ia akan terus mengaspal.

"Jika Anda bertanya kepada saya sekarang, saya akan memberikan penegasan. Saya akan mencoba untuk tetap di MotoGP sampai seseorang menendang bokong saya dan berkata 'Sudah cukup, selamat tinggal'," ungkapnya.

"Jika Anda mempertahankan motivasi, jika Anda tak melukai diri sendiri dan tubuh Anda dalam kondisi sempurna, Anda bisa tetap aktif untuk waktu yang lama. Mungkin sampai 40. Tapi, mungkin Anda akan kehilangan motivasi dalam beberapa tahun. Sejauh ini saya tak melihat ancaman ini," ia menambahkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23