kumparan
22 Agu 2019 14:08 WIB

Proyek Naturalisasi Timnas Basket Masih Mengambang

Timnas Basket Indonesia di Asian Games 2018. Foto: ANTARA/INASGOC/Rocky Padila
Kabar naturalisasi di Timnas Basket Indonesia santer bergulir belakangan ini. Beberapa nama pemain asing pun sempat diisukan bakal segera memegang status Warga Negara Indonesia (WNI).
ADVERTISEMENT
Ambil contoh mantan pemain CLS Knights Surabaya, Maxie Esho. Tapi, kabar tersebut menguap tanpa kejelasan.
Teranyar muncul nama Danzel Bowles sebagi sosok yang diincar untuk dinaturalisasi. Bowles disebut merupakan pilihan langsung dari pelatih Timnas Basket, Rajko Toroman.
Bowles awalnya diharapkan merampungkan proses naturalisasi, lalu bergabung dengan Timnas Basket pada September atau Oktober 2019. Namun, Manajer Maulana Fareza memberikan kabar terbaru bahwa Bowles kemungkinan akan bergabung setelah SEA Games 2019 di Filipina.
"Saat ini yang diutamakan Bowles. Dia masih dalam tahap pengurusan dokumen. Namun, dari awal sudah kami bilang rencananya dua naturalisasi, untuk jaga-jaga kalau ada cedera atau hal-hal yang tak diinginkan lainnya. Jadi kami ada cadangan," kata Fareza saat ditemui di GBK Arena, Rabu (21/8/2019).
ADVERTISEMENT
Fareza tak menampik, Timnas Basket juga membutuhkan pemain naturalisasi untuk berlaga di SEA Games. Lantas disebut olehnya mantan pemain asing Stapac Jakarta, Shavon Goodman, sebagai sosok lain yang tengah diupayakan.
"Salah satu kandidatnya sudah ada, Shavon Goodman. Dua-duanya mungkin kami ambil, tapi di SEA Games yang dipakai cuma bisa satu. Karena Bowles itu kemungkinan tak bisa bergabung di September atau Oktober, dia bisanya setelah SEA Games," tuturnya menambahkan.
Maulana Fareza Tamrella, Manajer Timnas Basket Indonesia. Foto: Ferry Adi/kumparan
"Padahal di SEA Games kami butuh pemain naturalisasi. Jadi, kami harus naturalisasi satu lagi, untuk jaga-jaga kalau Bowles belum bisa. Tapi, kami ingin mereka dapat paspornya tepat waktu," jelasnya.
Perkara Bowles berpotensi tak ikut SEA Games dianggap bukan masalah oleh Fareza. Ia menegaskan bahwa pemain yang pernah merumput di Liga Basket Filipina, Israel, Paraguay, hingga Jepang ini merupakan prioritas untuk mentas di Kualifikasi FIBA Asia 2021.
ADVERTISEMENT
"Bowles sendiri sudah oke, tapi prioritas itu FIBA Asia, bukan SEA Games. Jadi, dia minta keringanan bisa enggak mainnya setelah SEA Games. Dia ingin bermain di liga lain dahulu."
"Dia mengatakan dengan main di liga lain akan jauh lebih siap saat bergabung. Tapi, memang kalau bisa kami inginnya sekarang ini dia bisa datang dulu, terutama punya paspor dulu," pungkas Fareza.
Timnas Basket dijadwalkan menghadapi Korea Selatan pada laga Kualifikasi FIBA Asia 2021, 20 Februari 2020. Tiga hari kemudian, Filipina menanti sebagai lawan berikutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan