Pencarian populer

Rinov Rinaldy, Gamer yang Tertantang Tembus Olimpiade

Rinov Rivaldy, atlet ganda campuran binaan klub PB Djarum. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan

Dalam sebuah game, sebelum bertemu raja di level tertinggi, pemain harus mengalahkan musuh-musuh ganas nan jahat di level sebelumnya. Begitu juga Olimpiade, level tertinggi turnamen olahraga dunia, yang tiketnya baru bisa didapat setelah menyingkirkan satu per satu lawan dalam perhitungan poin.

Dengan tampilan rambut pirang sisa cat pink yang pernah menghiasi rambutnya, Rinov Rivaldy layaknya karakter game yang siap bertarung demi mendapatkan harta karun: kekuatan penuh di level Olimpiade.

"Ingin juara Olimpiade, pasti bangga banget," kata Rinov saat ditemui kumparanSPORT, Sabtu (9/3/2019), di Birmingham.

Rinov sendiri adalah pebulu tangkis muda spesialis ganda campuran. Bergabung di skuat nasional PBSI, atlet kelahiran 12 November 1999 ini berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari.

Dari duet Rinov/Pitha, keduanya sukses mempersembahkan gelar juara dunia junior pada 2017 usai kalahkan kompatriot, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Debut Rinov Rivaldy/Debby Susanto di Fuzhou China Terbuka 2018. Foto: Dok. PBSI

Lalu pada 2018, Rinov/Pitha menyegel gelar juara di Super 100 dalam ajang Indonesia Masters 2018 Bangka Belitung. Selain itu, mereka juga sukses mencapai final di ajang Syed Modi International Super 300 pada pengujung tahun, meski pulang tanpa gelar.

Menjejak 2019, pencapaian Rinov/Pitha yang tertinggi adalah babak kedua Indonesia Masters Super 500 dan perempat final Spanyol Masters Super 300 di awal tahun.

Pada Maret 2019, turnamen rutin yang ada salah satunya adalah All England, yang juga tidak dilewatkan ganda peringkat 19 dunia ini. Sayangnya, Rinov/Pitha tersingkir di babak pertama All England 2019, debutnya tampil di ajang All England.

Melawan ganda campuran andalan Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich, Rinov/Pitha kalah tiga gim, 24-22, 21-23, dan 17-21. Melihat angkanya, wakil Indonesia itu tampak mampu mengimbangi dan menyulitkan lawan hingga dua gim di antaranya harus melewati deuce.

"Pastinya senang, tapi agak kecewa dengan hasilnya. Harusnya bisa menang, tapi belum lucky saja. Kendalanya belum bisa menerapkan pola permainan, masih tegang juga dan gampang panik. Mungkin pengaruh juga karena baru pertama kali tanding di Super 1000," ucap Rinov.

Sebagai spesialis ganda campuran, Rinov berlatih dibawah asuhan pelatih kepala Richard Mainaky dan asisten pelatih Nova Widianto. Di sela kesibukannya, Rinov mengaku senang bermain game.

"Saya suka main game. Libur juga kadang jalan-jalan atau main game saja. Kadang juga pulang ke rumah di Jatibening, Bekasi. Kalau game kesukaan ada PUBG dan game komputer," kata atlet kelahiran 12 November 1999 ini.

Sementara dengan pensiunnya Liliyana Natsir, tak ada lagi duet legendaris Owi/Butet-- julukan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir--di ganda campuran. Ada lubang besar yang ditinggalkan Owi/Butet, dan kini setiap ganda campuran yang ada pun bakal ditodong pertanyaan: Siapkah jadi Owi/Butet yang baru?

"Terbebani sih pasti ada, tapi kami mencari hasil terbaik, jadi siapa pun beradu secara positif untuk jadi penggantinya saja," jawab Rinov.

Tahun ini, dia menargetkan harus bisa merengkuh minimal satu gelar di BWF World Tour Super 500. "Harus cari gelar dengan level saya sekarang," kata atlet yang tak lagi junior ini.

Rinov sendiri adalah atlet yang asli terlahir dari binaan PB Djarum. Bicara soal klub, dia mengatakan akan selalu setia bersama klub yang bermarkas di Kudus itu. Hal yang jadi favoritnya jika bicara klub adalah sosok para pelatih andalnya, dari Ade Lukas, Sigit Budiarto, hingga Richard Mainaky serta Nova Widianto

"Dari awal (masuk) di Djarum, (inginnya) pertama dan seterusnya hahaha. Saya tes pribadi dengan pelatih Ade Lukas. Masuk Djarum 2013 Maret. Saya senang dengan fasilitas dan beasiswanya. Lalu orang-orang kantornya, pengurusnya, semua baik," ucap Rinov.

Gelar juara dunia junior itu pun menjadi salah satu kebanggaan yang bisa ia bagi bersama klub. "Saat juara dunia junior 2017, tidak terharu banget, tapi kaget saja kok bisa juara padahal baru berpasangan pertama kali. Jadi kuda hitam," imbuhnya.

Well, tak semua kenangan dalam karier muda sang pemain penuh suka cita. Di usia 19 tahun, satu momen paling memalukan bagi Rinov adalah kekalahan dari Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo di Korea Terbuka 2018 Super 500.

"Saat Korea Terbuka Super 500, lawan Jepang mainnya tidak keluar sama sekali, jelek banget, itu memalukan. Kalahnya hari Selasa, lagi (babak pertama, red) hahaha," kata Rinov.

Lalu, satu tantangan lain yang ingin dilakukann Rinov dalam perjalanan kariernya di dunia tepak bulu adalah bermain di dua sektor ganda, yakni ganda campuran dan ganda putra. Ia ingin bermain rangkap. Rinov sendiri sempat berpasangan dengan Rehan Naufal Kusharjanto, yang saat ini berstatus teman sekamar di pelatnas.

"Di klub sampai junior jadi rangkap. Sekarang tidak. Tapi kalau boleh inginnya rangkap, power harus kuat, dan bisa nambah pengalaman. Saya juga pasti Ingin jadi next bintang Djarum tapi butuh kerja keras dan usaha yang lebih," ujarnya mantap.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57