Pencarian populer

Trackback: Saat Gulat Profesional Berhenti Menjadi Olahraga Sungguhan

Ilustrasi WWE Foto: PHILIPPE HUGUEN / AFP

"Para promotor gulat profesional telah membongkar rahasia bahwa raksasa-raksasa bercelana spandeks yang menyeramkan itu, makhluk-makhluk masif seperti Bam Bam Bigelow, Hulk Hogan, dan Andre the Giant, sesungguhnya tak lebih berbahaya dibandingkan Santa Claus, Kelinci Paskah, dan Peri Gigi."

10 Februari 1989, persis 30 tahun silam, Peter Kerr menulis kata-kata di atas sebagai paragraf pembuka berita berjudul 'Now It Can Be Told: These Pro Wrestlers Are Just Having Fun'. Berita itu dinaikkan oleh New York Times dan bisa ditemukan di halaman depan koran edisi hari itu, di sudut kanan bawah.

Vince McMahon dari World Wrestling Federation (WWF) bersaksi dan sejak itu segalanya tak lagi sama. Pada hari itu McMahon membuka rahasia paling suci milik industrinya sendiri. Ibarat pesulap yang mempertontonkan caranya membelah manusia di kotak tertutup, McMahon berkata sejujur-jujurnya di hadapan Kongres Amerika Serikat.

Ketika ditanya apa itu gulat profesional, McMahon berkata, "[Itu merupakan] sebuah aktivitas di mana para partisipan bergulat dengan tangan kosong utamanya untuk menghibur penonton alih-alih berkompetisi dalam kontes atletik bona fide."

Dan, boom. Gulat profesional sebagai olahraga hiburan pun resmi lahir. Bukan cuma sebagai rahasia umum atau desas desus di pub setempat. McMahon sudah bersabda, dan yang tiada menjadi ada.

Sebenarnya, sudah banyak kecurigaan soal apakah gulat profesional itu 'asli' atau 'palsu'. Pada 1984 sebuah investigasi dilakukan oleh stasiun teve ABC lewat program 20/20. Mereka mengirim reporternya, John Stossel, ke belakang panggung Madison Square Garden. Sayang, upaya ABC tersebut berbuah petaka.

Di belakang panggung itu Stossel mewawancarai seorang pegulat bernama David Schultz alias Dr. D. Tanpa kecurigaan berlebih, Stossel berkata, "Ini semua palsu 'kan, ya? Masa, sih, asli?"

Ilustrasi WWE WWE Foto: Rob Schamberger

Pertanyaan itu dijawab oleh Schultz, tetapi tidak cuma dengan kata-kata, melainkan dengan bonus pukulan di kepala. "Kau pikir ini palsu, hah?! Kau pikir ini palsu?!" seru Schultz sambil membentur-benturkan kepala Stossel ke tembok.

Stossel pun kemudian lari tunggang langgang. Komite Atletik New York yang kebetulan menyaksikan kejadian tersebut lalu menjatuhkan skors kepada Schultz. Di kemudian hari, Stossel menuntut ganti rugi materiil senilai 425 ribu dolar AS yang dikabulkan pengadilan.

Satu hal yang perlu digarisbawahi dari kejadian itu, dalam kaitannya dengan pengakuan McMahon tadi, adalah keberadaan Komite Atletik di lokasi pertandingan. Pada dasarnya, pengakuan ayah Shane dan Stephanie McMahon itu dibuat dengan tujuan mengenyahkan Komite Atletik dari arenanya.

Sebelum McMahon mengaku bahwa gulat profesional adalah panggung sandiwara, olahraga ini diperlakukan sama dengan combat sport lain seperti, katakanlah, tinju. Semua yang berada di sana, mulai dari komisioner, petarung, wasit, semua harus mendapat lisensi dari Komite Atletik tadi. Lalu, di tiap arena, penyelenggara harus menyiapkan ambulans untuk situasi gawat darurat.

WWF, yang kini sudah berganti nama menjadi WWE (World Wrestling Entertainment), merasa keberatan dengan ketatnya regulasi itu. Apalagi, di setiap pertunjukannya, mereka kudu membayar pajak yang biasanya ditarik dari hasil penjualan tiket.

McMahon pun, bersama istrinya, Linda, terus berusaha melawan intervensi ini. Lewat lobi-lobi di pemerintah pusat, Linda McMahon yang saat ini menjadi pejabat di rezim Donald Trump itu mengupayakan deregulasi terhadap gulat profesional.

Ingat: don't try this at home! Foto: Getty Images

Upaya Keluarga McMahon itu akhirnya berujung pada dengar pendapat Kongres 10 Februari 1989 tadi. Dengan kesaksian McMahon tadi, maka deregulasi pun akhirnya terwujud. Itulah mengapa, sampai sekarang aturan-aturan atletik tidak berlaku di WWE. Meski demikian, WWE tetap punya kebijakan ketat untuk melindungi para atletnya.

WWE pun jelas diuntungkan dengan berakhirnya intervensi Komite Atletik itu. Keuntungan itu pun tidak hanya mereka nikmati dalam jangka pendek.

Dengan deregulasi tadi, promotor-promotor independen menjamur. Salah satunya adalah ECW (Extreme Championship Wrestling) yang akhirnya diakuisisi oleh WWE. Dari promosi-promosi independen itulah lahir para pegulat berbakat yang ujung-ujungnya bakal bergabung ke WWE juga.

Maka dari itu, kesaksian McMahon di depan Kongres AS itu tidak pernah dianggap sebagai kemunduran. Ada, memang, sejumlah fan fanatik yang melihat itu sebagai kematian kayfabe. Akan tetapi, anggapan itu bisa dengan mudah ditepis dengan fakta bahwa WWE sampai saat ini masih berdiri tegak dan gulat profesional masih bisa menarik banyak audiens, termasuk mereka yang menggemari promosi lain di luar WWE.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38