Berbeda dengan Liburan, Me Time untuk Ibu Bisa Dilakukan Kapan Saja

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Me time sesungguhnya tidak ribet (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Me time sesungguhnya tidak ribet (Foto: Thinkstock)

Mendengar kata me time, kegiatan apa yang ada dalam benak kamu?

Apakah menghabiskan waktu seharian di salon? Atau justru kabur sejenak dari rutinitas untuk pergi berlibur?

Hingga saat ini, masih banyak orang yang masih bingung akan makna sesungguhnya dari me time. Jika diterjemahkan secara sederhana, me time berarti waktu khusus yang dihabiskan untuk diri sendiri.

Meski terdengar eksklusif, me time sesungguhnya tak harus selalu dihabiskan dengan cara mewah yang menghabiskan banyak uang dan waktu khusus, kok.

Justru, menurut psikolog Roslina Verauli, me time sama sekali tak membutuhkan banyak waktu. Banyak orang yang salah kaprah dengan mengartikan me time sama dengan berlibur.

"Liburan dan me time adalah dua hal yang berbeda, banyak orang salah kaprah. Me time itu adalah momen saat kita 'masuk' ke diri sendiri, yang secara personal, kegiatan tersebut memiliki makna bagi diri sendiri," jelasnya.

"Sementara liburan itu hanya off (menghilang) sementara dari kegiatan lain," ujar psikolog yang akrab dipanggil Vera ini lagi.

Sesungguhnya, memeroleh me time sama sekali tak sulit, karena bisa dilakukan dengan cara apapun, kapanpun, dan dimanapun. "Yang perlu dipahami oleh perempuan muda adalah bagaimana caranya mencuri-curi waktu me time, karena sebenernya enggak ribet, dan bisa dilakukan berkali-kali dalam 24 jam," terangnya.

Definisi me time setiap orang juga berbeda-beda. Ada orang yang menganggap me timenya adalah duduk diam sambil membaca buku selama berjam-jam. Ada juga yang menganggap me time adalah ketika creambath atau meni pedi di salon kesayangan. Sebagian lagi mungkin menganggap me time adalah berendam dalam bathup rumah selama beberapa waktu.

"Duduk minum kopi di pagi atau sore hari, minum susu sambil menikmati momen, itu juga sebenernya me time," ujar Vera memberi contoh.

Kuncinya adalah melakukan hal yang kamu nikmati dan sukai. "Jadi enggak usah jauh-jauh, kalau momen yang kita nikmati creambath, pergilah creambath," jelas Roslina lagi.

"Menyediakan waktu untuk diri sendiri, momennya kita yang tentukan. Jadi bukan ditentukan oleh orang lain," terangnya pada kumparan saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (31/5).

Intinya, me time berfokus pada ketenangan dan kesenangan diri sendiri. Lantas, apa ciri me time yang kamu lakukan berhasil atau tidak?

"Me time yang berhasil pasti ada peningkatan mood, orangnya merasa lebih bahagia dan sejahtera secara mental, dan yang terakhir adalah pemahaman tentang dirinya dan konsep 'keakuan' menjadi lebih baik," ujar Vera.

"Banyak ibu yang berpikir bahwa me time itu harus menjauh dan menarik diri, padahal tidak sama sekali," tutupnya.

Jadi, apa me time versi kamu?