Calvin Klein Ubah Panggung Runway Jadi Lautan Popcorn

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Runway Calvin Klein (Foto: dok. Instagram @calvinklein)
zoom-in-whitePerbesar
Runway Calvin Klein (Foto: dok. Instagram @calvinklein)

Menonton film di bioskop enaknya sambil ditemani dengan sebungkus popcorn. Biasanya, camilan ini juga disantap saat berkumpul dengan teman-teman. Namun oleh Calvin Klein, pop corn justru dijadikan sebagai alas runway pagelaran busananya di New York Fashion Week 2018.

Berlangsung di bekas bangunan American Stock Exchange, para tamu undangan dan model yang berlenggak-lenggok di hadapannya seolah 'tenggelam' dalam lautan popcorn sedalam mata kaki. Sebuah paduan yang unik, kreatif, tapi ’nyeleneh’.

embed from external kumparan

Dilansir Harper’s Bazaar, Raf Simons, Creative Officer dari Calvin Klein menjelaskan, ia ingin memperdalam konsep runway ini tentang Amerika Serikat. Dalam pagelarannya, Simon mendeskripsikan AS dengan 50 kata. Termasuk, ‘firefighter’ atau pemadam kebakaran, ‘freedom’ atau kebebasan, ‘civil’ atau beradab, dan diikuti dengan ‘war’ yang berarti peperangan.

Dari segi desain keseluruhan runway pun, CK menampilkan tiga gudang terbakar yang dibaluti dengan karya seni seniman ikonik Andy Warhol.

embed from external kumparan

Untuk popcorn sendiri, menurut penjelasan Simons, sengaja dihadirkan sebagai simbol ladang jagung yang habis terbakar. Bukan sekadar estetika dan dekorasi semata, runway CK ini bisa jadi bentuk aspirasi terhadap AS berupa pagelaran busananya. Sebab, setiap elemen yang ditampilkan memiliki makna di belakangnya. Menarik, ya?

embed from external kumparan

Bukan hanya runway set-nya saja, pakaian yang ditampilkan pun turut mendukung. Sebut saja, baju oranye besar dengan model pemadam kebakaran. Bahkan, baju yang menyerupai austronot.

embed from external kumparan

Tidak sampai di situ, lagu latar pagelaran pun tak kalah memprovokasi. Ya, salah satunya lagu David Bowie berjudul ‘This Is Not America’.

Bagaimana menurutmu?