• 1

Jangan Sampai Salah, Meskipun Mirip Tapi Kuotie dan Gyoza Berbeda

Jangan Sampai Salah, Meskipun Mirip Tapi Kuotie dan Gyoza Berbeda



Salmon Gyoza

Salmon Gyoza (Foto: Stephani E)
Mirip tapi tak sama. Mungkin istilah inilah yang tepat untuk menggambarkan perbedaa yang terdapat pada gyoza dan kuotie.
Dua camilan berupa daging cincang yang diisi dalam lembaran kulit tepung terigu ini sejatinya termasuk dalam keluarga dim sum. Karena amat mirip, banyak orang yang masih kesulitan dan salah dalam mengenali gyoza dan kuotie.
Jika bicara soal asal-usul, sejatinya kuotie berasal dari negeri China. Di China, kuotie juga dikenal dengan nama Jiaozi dan terbuat dari daging babi cincang. Kulit kuotie sendiri terbuat dari adonan tepung terigu, air, telur, dan garam.
Dikatakan bahwa makanan ini diciptakan oleh Zhang Zhongjing (150-219M), seorang tabib pada era Dinasti Han. Banyak juga yang mengatakan bahwa makanan ini telah ada sejak lebih dari 1500 tahun yang lalu di China.
Sebagian masyarakat Tiongkok selalu mengonsumsi kuotie di Hari Imlek, dikarenakan bentuknya yang menyerupai uang tael. Cemilan ini dianggap bisa membawa kemakmuran dan keberuntungan.
Saking terkenal dan digemari, kuotie akhirnya terkenal ke seluruh pelosok Asia dan diadopsi oleh sejumlah negara, seperti Jepang dan Korea.
Inilah yang menjadi asal mula munculnya gyoza.
Setibanya di Jepang, kuotie mengalami beberapa perubahan karena beradaptasi dengan selera penduduk Jepang.
Lantas, apa perbedaan keduanya?
Dari segi bentuk, kuotie memilki kulit yang lebih tebal dibanding gyoza. Saat dimakan, renyahnya kulit kuotie akan lebih dulu menyapa lidah kamu, sedangkan gyoza yang berkulit tipis akan langsung memanjakan lidah kamu dengan rasa daging di dalamnya.
"Mirip, kuotie lebih condong kulitnya tebel, isi juga beda. Karena memang kuotie lebih condong ke arah pork ya," jelas Andy Ho, Executive Chef dari Gyoza Bar saat ditemui kumparan pada Selasa (11/4) di Gyoza Bar, Jakarta Barat.
Soal rasa, kuotie biasanya memiliki rasa bumbu yang lebih tajam dibanding gyoza. Semua karena faktor selera orang China yang lebih menyukai makanan dengan rasa kuat. Kuotie menggunakan bawang putih, sedangkan gyoza tidak.
"Chinese kuotie pakai banyak daun bawang, jahe banyak banget. Chinese emang lebih strong daripada Jepang," tutur Chef Andy. "Isinya juga beda, kalau kuotie pakai hoisin sauce, terus ada kucai," sambungnya lagi.
Selain itu, kuotie juga biasa dikonsumsi bersama saus sambal, sedangkan gyoza dilengkapi dengan saus shoyu alias kedelai yang asin. Orang Jepang menyantap gyoza sebagai cemilan pendamping sake atau bir dingin.
Bagaimana? Apakah kamu sudah paham mengenai perbedaan kuotie dan gyoza?


LifestyleFood ReviewerMakananJepang

500

Baca Lainnya