Pencarian populer

Janji Penuh Haru Pangeran William sebelum Putri Diana Meninggal Dunia

Berfoto bersama, 2 tahun sebelum kepergian Diana. (Foto: princessdianaforever.com)
Peran Putri Diana sebagai ibu, memang begitu menginspirasi banyak orang. Di tengah aturan, norma, dan larangan yang harus diikuti anggota Kerajaan Inggris, Putri Diana selalu memastikan bahwa kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, bisa semaksimal mungkin merasakan hidup normal.
ADVERTISEMENT
Sebagai contoh, di beberapa kesempatan, Putri Diana sering mengajak Pangeran William dan Harry untuk makan di restoran di jalanan London. Hal itu ia maksudkan, agar anak-anaknya dapat melihat sisi lain kehidupan di negaranya, dan menanamkan pribadi yang ‘dekat’ dengan masyarakat.
Bahkan, Putri Diana sering membawa Pangeran William dan Harry pada kegiatan amal yang ia kelola. Ia ingin kedua putranya yang terlahir sebagai 'darah biru' dapat mencintai sesama dan memiliki empati yang besar terhadap sesama manusia.
Namun sayang, kehidupan keluarga pewaris takhta kerajaan Inggris ini tidak berjalan mulus. Pernikahan Diana dan Pangeran Charles harus berakhir dengan perceraian pada 1996.
Di lapangan polo Windsor, 29 Juni 1987. (Foto: princessdianaforever.com)
Ketika menjadi istri Pangeran Charles, Diana yang juga berasal dari keluarga bangsawan Inggris, Earl Spencer, memiliki gelar Her Royal Highness The Princess of Wales. Namun ketika bercerai dari Pangeran Charles, Diana harus merelakan gelar Her Royal Highness (HRH).
ADVERTISEMENT
Dilansir New York Times, Diana sebenarnya sangat berharap untuk tetap menggunakan titelnya ‘Her Royal Highness’, dengan alasan ia adalah ibu dari calon pemegang takhta kerajaan. Harapan Diana tersebut, sebenarnya disetujui oleh Ratu Elizabeth II. Namun, menurut kabar, Pangeran Charles lah yang bersikukuh untuk melepaskan gelar kerajaan dan segala keuntungan yang Diana dapatkan.
Ratu Elizabeth akhirnya setuju dengan permintaan Pangeran Charles dan akhirnya memberi gelar kepada Diana; Diana, Princess of Wales.
Tanpa gelar HRH tersebut, Diana harus mematuhi sejumlah aturan layaknya masyarakat normal. Termasuk, harus ‘menghormati’ anak-anaknya sendiri. Putri Diana harus menekuk lutut setiap kali bertemu Pangeran William dan Pangeran Harry, dan ketika bertemu anggota keluarga kerajaan lainnya. Diana juga akan kehilangan segala koneksi formal kepada dua putranya. Hal inilah yang membuat Diana tak ingin kehilangan gelar kerajaannya tersebut.
14 Maret 1986, tiba di bandara Skotlandia. (Foto: princessdianaforever.com)
Namun Pangeran William rupanya juga tak rela sang ibu harus kehilangan gelar kehormatannya. Salah satu kepala pelayan Putri Diana, Paul Burrel, mengungkapkan bahwa Pangeran William—yang saat itu berusia 14 tahun— mencoba untuk menenangkan sang ibu dari segala stres ini.
ADVERTISEMENT
Dalam buku yang ia tulis, A Royal Duty, Paul menulis: ‘Ia (Putri Diana) memberitahu saya, bahwa suatu malam Pangeran William mendatangi Diana saat ia merasa sedih karena kehilangan gelar HRH-nya. Pangeran William memeluk ibunya dan berkata, “Jangan khawatir, Mummy. Aku akan kembalikan (gelar) tersebut kepadamu saat aku menjadi Raja.”’
Namun sayang, Diana meninggal dunia dalam kecelakaan tragis setahun setelah Pangeran William mengungkapkan janji mengharukan tersebut.
Beberapa dekade setelah kematian Putri Diana, kini, Pangeran William dan Harry menjadi lebih terbuka soal perasaan dukanya terhadap kematian sang ibu. Meski demikian, ‘spirit’ dari Putri Diana masih hidup di diri kedua putranya. Hal ini terbukti saat keduanya aktif membentuk dan melanjutkan kegiatan amal yang Diana dirikan.
ADVERTISEMENT

“Jangan khawatir, Mummy. Aku akan kembalikan (gelar) tersebut kepadamu saat aku menjadi Raja.”

- Pangeran William

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86