kumparan
9 Nov 2018 15:58 WIB

Kisah Timun Mas, Inspirasi Utama Koleksi Terbaru Sejauh Mata Memandang

Petra Sihombing, Dian Sastrowardoyo, Chitra Subyakto, TULUS, Davy Linggar di Peluncuran koleksi Timun Mas musim Rintik 2018 dan buku dongeng Timun Mas dari Sejauh Mata Memandang. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)
Kisah Timun Mas dari Jawa Tengah menjadi inspirasi bagi brand fashion Sejauh Mata Memandang pada koleksi terbarunya di musim Rintik 2018.
ADVERTISEMENT
Pada koleksi Timun Mas, Sejauh Mata Memandang menghadirkan beragam produk, mulai dari kain, busana ready-to-wear, hingga aksesori seperti sepatu dan tas.
Chitra Subyakto, Creative Director dari Sejauh Mata Memandang mengatakan bahwa karyanya kali ini berfokus pada motif-motif unik yang terinspirasi dari empat bekal Timun Mas ketika menghadapi Buto Ijo.
“Untuk mengimplementasikan kisah Timun Mas ke dalam bentuk desain kain, saya berfokus pada bekal yang dimiliki oleh Timun Mas, yaitu garam, terasi, biji timun, dan jarum. Karena saya suka berkhayal, jadi hasil dari motifnya memang tidak sama persis dengan empat bekal tersebut. Ada juga motif hewan-hewan dan Timun Mas yang sedang berlari. Tasnya juga terinspirasi dari kantong bekal Timun Mas.” ungkap Chitra saat ditemui pada konferensi pers peluncuran koleksi dan pameran Timun Mas di Senayan City, kemarin (8/11).
ADVERTISEMENT
Untuk musim Rintik 2018 ini, Chitra ingin menghadirkan koleksi yang simple, aman untuk dipadukan dengan pakaian lain, namun tetap terlihat chic saat dikenakan. Ia menghadirkan warna-warna cerah seperti merah, biru, hijau, dan kuning untuk memberikan kesan striking.
Peluncuran koleksi Timun Mas musim Rintik 2018 dan buku dongeng Timun Mas dari Sejauh Mata Memandang. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)
Peluncuran koleksi Timun Mas musim Rintik 2018 dan buku dongeng Timun Mas dari Sejauh Mata Memandang. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)
Selain meluncurkan koleksi busana terbaru, Sejauh Mata Memandang membuka pameran seni yang berkolaborasi dengan beberapa tokoh. Untuk seni instalasi, Sejauh Mata Memandang berkolaborasi dengan Davy Linggar, sementara dalam hal musik, mereka berkolaborasi dengan Tulus, dan Petra Sihombing yang menciptakan lagu untuk animasi Timun Mas. Sejauh Mata Memandang juga menggandeng aktris Dian Sastrowardoyo untuk mengisi narasi animasi tersebut. Pameran ini diadakan di Mall Senayan City, Jakarta.
Hal menarik lainnya adalah, Sejauh Mata Memandang juga merilis buku dongeng Timun Mas dalam dua bentuk yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Pertama, kisah Timun Mas dikemas dalam bentuk kain yang dijahit menjadi sebuah buku cerita yang dijual seharga Rp 1.1 juta. Dan yang kedua berbentuk seperti buku dongeng biasa yang dijual dengan harga Rp 200 ribu.
Kaborasi tersebut bukanlah hal biasa, karena hasil dari penjualan buku dongeng serta koleksi Timun Mas Rintik 2018 dari Sejauh Mata Memandang ini akan diberikan kepada dua yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Di antaranya adalah Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Bantu Guru Belajar Lagi.
Chitra Subyakto. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)
Kegiatan sosial ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi bagi perempuan di daerah terpencil dan para guru yang ingin mengembangkan lagi kemampuan mengajarnya.
"Yayasan kami memberikan bantuan untuk pendidikan perguruan tinggi dan sedang berfokus pada anak-anak perempuan. Kami juga ingin membantu para penyintas pelecehan seksual di Indonesia Timur dengan memberikan mereka akses untuk sekolah perguruan tinggi. Jadi ketika ada ajakan teman-teman untuk projek ini, saya sangat tertarik sekali," ungkap Dian Sastrowardoyo yang mengaku sangat excited dengan kolaborasi ketiganya ini bersama Sejauh Mata Memandang.
ADVERTISEMENT
Bagi yang ingin menikmati pameran seni dan membeli langsung koleksi dan buku dongeng Timun Mas, Anda bisa berkunjung ke Senayan City lantai satu. Pameran dibuka untuk umum mulai tanggal 8 November 2018 hingga 8 Januari 2019 nanti.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan