Pencarian populer

Membayangkan Karier Klan Kardashian-Jenner Tanpa Sang Ibu, Kris Jenner

Rambut baru Kris Jenner (Foto: Instagram/@kimkardashian)

Ketika Kylie Jenner, beauty mogul muda di balik Kylie Cosmetic muncul pada sampul majalah Forbes dan dinobatkan sebagai ‘self-made billionaire,’ publik bereaksi negatif. Banyak yang tidak setuju bahwa kesuksesan Kylie Jenner adalah atas usahanya sendiri yang membuatnya layak mendapat sebutan tersebut.

Tentu saja, reaksi tersebut bisa dimengerti. Kylie Jenner adalah anggota klan keluarga Kardashian-Jenner yang begitu ternama. Mereka menuai sukses dengan reality show Keeping up With The Kardashian dan berbagai bisnis lainnya yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Dan di balik kesuksesan masing-masing anggota keluarga, misalnya Kim Kardashian yang kekayaannya mencapai USD 350 juta, ada satu sosok yang memiliki peran sangat penting, yaitu sang ibu Kris Jenner.

Kristen Mary Jenner, atau biasa dikenal Kris Jenner adalah kunci di balik kesuksesan Kim Kardashian, Khloe Kardashian, Kourtney Kardashian, Rob Kardashian, Kendall Jenner, dan Kylie Jenner. Ia berperan penting dalam mengatur karier setiap anak-anaknya.

Tanpa Kris, Kim tidak akan mendapatkan kekayaan senilai USD 28 juta di tahun 2014 dari aplikasi game miliknya sendiri, yaitu Kim Kardashian: Hollywood. Ia mungkin juga tidak akan merilis buku Selfish di tahun 2015.

Kendall tidak akan menjadi model yang berjalan di fashion show brand ternama seperti Chanel dan Marc Jacobs, menjadi sampul majalah fashion serta mendapat kontrak sebagai brand ambassador beberapa brand, tanpa campur tangan sang ibu.

Kendall Jenner (Foto: Dok.REUTERS/Eric Gaillard)

Kourtney, Khloe, dan Kim mungkin tidak akan memiliki tiga toko retail yang tersebar di Los Angeles, New York dan Miami, dan berbagai produk lainnya mulai untuk rambut, makeup hingga baju bayi.

Kendall dan Kylie juga mungkin tidak akan mendapatkan kontrak lisensi dari PacSun, Steve Madden, Topshop, dan Sugar Factory, di mana keduanya memiliki permen dengan signature mereka sendiri

Sedangkan untuk anak laki-laki Kris satu-satunya, Rob, tanpa ada campur tangan dari ibunya mungkin Rob tidak akan memiliki perusahaan yang memproduksi kaos kaki dengan statemen seperti Love Hurts dan YOLO yang dijual di departemen store ternama seperti Macy’s

Tanpa Kris, Kylie Jenner yang masih berusia 18 tahun saat itu tidak akan mungkin membangun bisnis yang hanya dalam waktu 3 tahun bernilai sekitar USD 800 juta yang membuatnya hampir menjadi miliarder termuda di tahun ini.

Intinya, tanpa Kris Jenner, Kim Kardashian, Kendall dan Kylie Jenner dan semua anggota keluarga lainnya mungkin tidak akan bisa mencapai titik ketenaran dan kesuksesan mereka seperti saat ini tanpa peran sang ibu yang saat ini memimpin sebuah perusahaan produksi, Jenner Communications di Los Angeles yang menaungi semua anak-anaknya.

Berasal dari Keluarga Pemilik Toko Lilin

Perayaan Natal Kris Jenner (Foto: Instagram @krisjenner)

Kris Jenner lahir di San Diego pada 5 November 1955. Ia merupakan keturunan Belanda, Inggris, Irlandia, Jerman, dan Skotlandia. Ketika Kris berumur tujuh tahun, kedua orang tuanya bercerai dan Kris tinggal bersama ibu, dua adik perempuan, dan kakek-neneknya yang memiliki sebuah toko lilin.

Kala itu, Kris masih berumur 17 tahun saat bertemu dengan Robert Kardashian di ajang balapan Del Mark. Dilansir dari New York Times, Robert merayu Kris, namun Kris yang masih muda mengaku masih belum ingin menikah. Sekitar tahun 1976, Kris Jenner memutuskan untuk bekerja sebagai pramugari di American Airlines selama satu tahun. Ketika Kris berusia 22 tahun, Robert kembali meminangnya dan diterima oleh Kris. Selama pernikahannya dengan Robert Kardashian, Kris melahirkan empat anak, yaitu, Kourtney, Kim, Khloe, dan Robert Kardashian.

Mereka menikah selama 13 sebelum akhirnya bercerai. Kris tertangkap basah berselingkuh dengan atlet bola dan perceraian mereka berlangsung buruk. Robert menutup semua kartu kredit Kris, dan Kris dijauhi oleh teman-temannya. Kris Jenner sempat mengalami depresi berat.

Namun sebelum proses perceraiannya dengan Robert selesai, Kris telah mulai berkencan dengan mantan atlet Bruce Jenner dan kemudian menikah di tahun 1991. Pernikahan mereka berlangsung selama 24 tahun.

Karena karier Bruce sebagai seorang motivator kurang sukses, mereka sempat mengalami krisis keuangan yang serius. Saat itulah, bakat Kris mulai terlihat. Ia turun tangan dan membantu Bruce untuk meraih kembali kesuksesan kariernya.

Kris membuat sebuah data pers dan menghubungi biro pembicara di Los Angeles. Ia mengaku perjuangan tersebut tidak mudah dan membutuhkan keyakinan yang besar. Namun usahanya tidak sia-sia. Bruce mulai dikenal oleh banyak organisasi dan perusahaan.

Ia mulai mempromosikan kegiatan motivational speech Bruce yang bertajuk Finding the Champion Within ke pasar yang lebih besar. Kris juga membantu Bruce untuk membuat seri video olahraga yang dijual melalui Infomercial, berjudul Super Fit with Bruce and Kris Jenner.

Bisa dikatakan, Bruce Jenner atau sekarang lebih dikenal dengan Caitlyn Jenner adalah proyek sukses pertama Kris Jenner.

Keeping Up with The Kardashian

Anak-anak Kardashian (Foto: Instagram/@kimkardashian)

Kris kemudian menyadari bahwa apa yang ia lakukan dengan bisnis Bruce dapat membantu memulihkan keuangan keluarganya. Ia juga mulai menyadari bahwa dirinya memiliki bakat dalam dunia komunikasi.

Karena itu, dengan keyakinan akan ide brilian yang dimilikinya, Kris Jenner mengunjungi kantor Ryan Seacrest, seorang pembawa acara dan produser Hollywood untuk mendiskusikan ide yang dimiliki Kris. Kehidupannya dengan 6 orang anaknya menjadi inspirasi bagi Kris Jenner untuk membuat sebuah reality show.

Dan benar saja, ide Kris Jenner tersebut memang benar-benar brilian. Keeping Up with the Kardashians (KUWTK) menjadi reality show bernilai fantastis. Acara televisi yang tayang sejak 14 Oktober 2007 hingga kini telah memasuki season ke-14 dan memiliki rating yang cukup tinggi. Drama yang mereka sajikan memang sangat terlihat natural dan langsung mendapat sorotan publik.

Masing-masing dari klan Kardashian-Jenner dikabarkan meraup keuntungan sebanyak USD 10 juta atau sekitar Rp 144 miliar pada perayaan anniversary Keeping up with the Kardashians di tahun 2017. Dilansir dari Forbes, jumlah keuntungan mereka jika digabungkan dari tahun 2015-2016 adalah USD 100 juta atau 1,3 triliun rupiah. Angka tersebut membuat klan Kardashian-Jenner menjadi bintang reality show dengan penghasilan terbanyak.

Baru-baru ini, klan Kardashian-Jenner baru saja menandatangani kesepakatan untuk memperpanjang reality show mereka. Dilansir TMZ, Kim Kardashian, Khloé Kardashian, Kourtney Kardashian, Kendall Jenner, Kylie Jenner, dan ibu mereka, Kris Jenner, telah sepakat untuk melanjutkan tayangan KUWTK hingga 5 musim ke depan.

Selain itu, klan Kardashian-Jenner dikabarkan mendapat keuntungan sekitar USD 150 juta dolar atau sekitar Rp 2 triliun rupiah untuk 5 musim tersebut. Angka tersebut tentu lebih tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan mereka di tahun 2015.

Seakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Kris Jenner mulai menawarkan kontrak-kontrak baru untuk anak-anaknya. Meskipun begitu, usaha yang dilakukan Kris tidak selalu berhasil. “Apa yang kita lakukan bukan semata-mata karena keserakahan dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Ada banyak orang yang memiliki ide dan impian bagus. namun jika mereka tidak bekerja sangat keras untuk apa yang diinginkan, semua ide dan impian itu tidak akan terwujud. Dan itu adalah hal terbaik yang dimiliki oleh anak-anak perempuan saya. Mereka memiliki etika kerja yang baik,” ungkap Kris.

Berperan dalam karier dan kesuksesan seluruh anggota keluarganya sudah pasti membuat Kris menjadi seorang manajer yang piawai dengan karakter control freak yang sangat kuat. Ia ingin semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan persis seperti yang ia inginkan. “Saya suka semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Saya bukanlah tipe orang yang bisa duduk santai dan membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Itu tidak akan pernah terjadi dalam hidup saya. Dan saya rasa itu (karakter control freak) adalah cara saya untuk bisa sampai pada titik sekarang ini.”

Lalu apa yang Kris lakukan untuk membuat Kylie meraih gelar miliarder termuda versi majalah Forbes? Kris selalu mendorong anak-anaknya untuk melakukan apa yang mereka sukai. Ia melihat kecintaan Kylie pada dunia kecantikan dan rasa insecurenya terhadap bentuk bibir, sehingga ia kemudian mendorong Kylie untuk membuat brand lipstick sendiri. Bibir yang menjadi sumber rasa tidak percaya diri Kylie, berubah menjadi aset paling pentingnya yang membuat menjadi perempuan muda terkaya saat ini di Amerika Serikat. Semua itu tak lepas dari kepiawaiannya Kris dalam mengumpulkan berbagai elemen yang bekerjasama untuk menjual brand Kylie Jenner dan Kylie Cosmetic.

Kylie mengaku inspirasi terbesarnya dalam berbisnis adalah Kris Jenner. Ia banyak belajar dari ibunya yang telah sukses menjadi pengusaha dan berhasil membuat keluarganya terkenal dan kaya raya.

Kesuksesan yang diraih oleh klan Kardashian-Jenner telah membuktikan bahwa Kris Jenner bukan hanya sekadar ibu yang mengambil keuntungan dari anak-anaknya. Bahkan bisa dibilang, klan Kardashian-Jenner tidak akan menjadi terkenal dan sukses seperti sekarang ini tanpa adanya campur tangan Kris, bahkan kesuksesan mantan suaminya pun tidak lepas dari kepiawaian Kris dalam mencari klien yang dapat membiayai usaha suaminya. Karena itu banyak yang menyebut Kris Jenner dengan sebutan 'Momager'.

Baru-baru ini, Kris bersama Kim Kardashian putri Kim, North West menjadi bintang kampanye terbaru untuk koleksi terbaru Fendi Peekabo. Mereka mungkin satu-satunya keluarga dari tiga generasi yang tampil dalam sebuah kampanye iklan label fashion high end.

Kris Jenner, Kim Kardashian, dan North West di Kampanye Fendi (Foto: Fendi)

Melihat kerja keras yang telah dilakukan oleh Kris, kita seakan dibuat tidak bisa membayangkan, seperti apa klan Kardashian-Jenner tanpa sosok Kris Jenner. Mungkin Kim dan saudara-saudara perempuannya tidak akan mendapat predikat perempuan terkaya, atau model termahal. Atau sebutan Kardashian-Jenner Clan bahkan tidak akan pernah ada.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55