Pencarian populer

Power Woman: Michelle Obama, Lebih dari Sekadar Seorang First Lady

Michelle Obama dalam mata desainer Amerika (Foto: Getty Images/Dave Kotinsky)
“Sukses bukan tentang seberapa banyak uang yang Anda buat. Tapi tentang seberapa pengaruh yang Anda berikan terhadap hidup orang lain.” - Michelle Obama
ADVERTISEMENT
Kalimat di atas diungkapkan oleh Michelle Obama dalam pidatonya di Democratic National Convention, North Carolina, Amerika Serikat, pada September 2012 silam.
Michelle Obama, menjadi sosok yang tak hanya dikenal sebagai istri mantan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama, namun juga menjadi perempuan hebat yang sukses membangun nama dirinya sendiri. Melalui kiprah-kiprah dan motivasinya, tak hanya menginspirasi, Michelle Obama menjadi perempuan yang dicintai oleh banyak kalangan, terutama perempuan.
Michelle Obama (Foto: Pablo Martinez Monsivais/AP Photo)
Perjalanan karier
Di masa perkuliahannya, Michelle merupakan murid yang cemerlang. Ia lulus sebagai Bachelor of Arts dengan mendapatkan predikat cum laude di Princeton University, Amerika Serikat. Tak sampai di situ, ia pun melanjutkan pendidikannya ke lebih profesional dan mendapatkan gelar Juris Doctor dari Harvard Law School.
ADVERTISEMENT
Di Harvard, Michelle berpartisipasi dalam pengajuan untuk memperkerjakan profesor-profesor yang berasal dari kalangan minoritas. Ia juga pernah bekerja di Harvard Law Aid Bureau, untuk membantu para penyewa rumah berpenghasilan rendah.

Tidak ada sulap dari sebuah pencapaian. Semua itu didapatkan dengan kerja keras, pilihan, dan kegigihan.

- Michelle Obama

Kariernya semakin memuncak. Michelle—atau pemilik nama lengkap Michelle LaVaughn Robinson Obama ini juga pernah bekerja sebagai pengacara di firma hukum Sidley Austin, tempat ia bertemu dengan Barack Obama. Kemudian ia mulai bekerja nirlaba sebagai Associate Dean of Student Services di University of Chicago, dan menjadi Vice President for Community, dan External Affairs di University of Chicago Medical Center.
Menurut data dari pengembalian pajak di 2006, gaji yang Michelle Obama dapatkan dari University of Chicago Hospitals mencapai USD 273 ribu atau setara dengan Rp 3,9 miliar.
Barrack Obama dan Michelle Obama. (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)
Perannya dalam mendukung Barack Obama di dunia politik
ADVERTISEMENT
Menikah dengan Barack di 1992, Michelle memiliki peran besar dalam urusan kampanye sang suami di dunia politik. Saat Barack terpilih dalam jajaran senat Amerika Serikat di 2004, keduanya memilih untuk tetap tinggal di Chicago, dibandingkan harus pindah ke Washington DC. Hal ini mereka lakukan untuk kepentingan kedua anak perempuan mereka.
Michelle pun amat berkomitmen akan kelangsungan hidup terbaik kedua putrinya. Saat Barack melangsungkan kampanye untuk pemilihan Presiden Amerika Serikat di 2008 silam, ia membuat sebuah perjanjian: Untuk pergi semalaman hanya sekali dalam seminggu— berkampanye hanya dua hari dalam seminggu, dan pulang di hari kedua.

Jika saya khawatir tentang siapa yang menyukai saya, atau seseorang yang saya anggap tampan saat saya di umur kalian (dewasa awal), saya tak akan menikah dengan seorang presiden Amerika Serikat hari ini.

- Michelle Obama

ADVERTISEMENT
Sebenarnya, Michelle pernah mendapatkan keraguan besar saat sang suami menjadi calon presiden. Ketakutan tersebut hadir akan kemungkinan efek negatif pada kedua putri mereka. Michelle pun sempat bernegosiasi dengan Barack dengan menghasilkan kesepakatan agar sang suami berhenti merokok, dengan imbalan ia akan mendapat dukungan penuh dari Michelle untuk menjadi calon presiden.
Meski begitu, ia menjadi sosok yang berada di garda depan dalam mendukung sang suami untuk terus maju. Mulai dari menghadiri acara-acara kampanye seperti di Oprah Winfrey, hingga menulis pidatonya sendiri. Kegigihannya dalam bekerja keras mendukung Barack Obama membuat ia mendapat julukan ‘Angry Black Woman’ dari kolumnis Fox News.
Michelle Obama (Foto: Instagram @michelleobama44)
Michelle Obama pun pernah berkata: “Barrack dan saya sudah berada dalam mata publik selama bertahun-tahun sekarang, dan kami telah tumbuh menjadi seseorang berkulit tebal. Ketika Anda berkampanye, akan selalu ada kritikan. Saya hanya menerimanya dengan tenang, karena pada akhirnya, saya tahu bahwa itu akan selalu datang.”
ADVERTISEMENT
Saat pencalonan presiden di 2012 pun imej Michelle berubah. Ia yang dikenal keras dan tegas, menjadi sosok yang lebih terbuka dan lembut. Michelle pun disebut-sebut sebagai ‘sosok politik paling terkenal di Amerika Serikat’. Hal tersebut juga terlihat dari pemilihan busananya. Di awal masa kampanye 2008, Michelle sering terlihat menggunakan pakaian desainer, namun lambat laun ia mulai terlihat lebih ekonomis dan rendah hati dengan gaya busana yang lebih informal.
Michelle Obama (Foto: Dok. Meredith Koop)
Kiprahnya saat menjadi First Lady Amerika Serikat
Saat menjadi First Lady, Michelle menjadi sosok yang dicintai dan dikagumi banyak orang. Ia sering mengadakan jamuan di White House untuk mendukung hak perempuan.
Michelle Obama. (Foto: Joyce N Boghosian/AP )
Michelle juga dikenal sebagai sosok feminis yang selalu mengedepankan hak-hak perempuan dan anak-anak. Begitu banyak kampanye yang berhubungan tentang pemberdayaan perempuan yang didukung oleh Michelle. Tak jarang, keputusan-keputusannya seringkali membawa kritik pedas dari berbagai pihak. Menganggap bahwa Michelle terlalu terlibat dalam dunia politik.
ADVERTISEMENT

Sebagai perempuan, kita harus berdiri untuk diri kita sendiri. Sebagai perempuan, kita harus saling mendukung satu sama lain. Sebagai perempuan, kita harus berdiri untuk keadilan.

- Michelle Obama

Selain hak perempuan, Michelle juga aktif mengkampanyekan Let’s Move! Sebuah kampanye untuk melawan obesitas pada anak-anak dengan mendukung pola makan sehat.
Sederet penobatan lainnya juga banyak ia dapatkan di sepanjang hidupnya. Mulai dari World’s Most Inspiring Women oleh Essence, 10 of the World’s Best Dressed People dari Vanity Fair, hingga alumni Harvard paling berpengaruh.
Foto resmi Michelle Obama (Foto: Joyce N. Boghosian.)
Michelle Obama sebagai penulis dan peluncuran buku terbarunya
Pada Februari 2018, Obama mengumumkan bahwa ia akan meluncurkan sebuah memoir berjudul Becoming. Buku ini telah dirilis dan disebarluaskan pada 13 November lalu.
ADVERTISEMENT
Buku tersebut menceritakan tentang berbagai momen di hidupnya. Mulai dari kepribadiannya, perjalanan kariernya, pandangannya terhadap hubungan dirinya dan Barack Obama, hingga momen-momen candid yang membentuk diri seorang Michelle Obama.
Buku ini pun seketika menjadi buku yang dicari-cari dan amat menginspirasi. Dengan perolehan rating 4.9/5 dari Barnes & Noble, dan 4.7/5 dari Goodreads.
Becoming, buku Michelle Obama. (Foto: Target)
Simak cerita perempuan inspiratif lainnya di topik sheinspiresme.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.83