Pencarian populer

Tips Kelola Gaji Bulanan Agar Sukses Cicil Aset di Usia 20an

Kamu bisa menabung. (Foto: Thinkstock)

Ladies, sangat penting untuk bijak mengelola penghasilan sejak muda. Terlebih untuk Anda yang baru memasuki dunia kerja.

Sebagian orang berpikir sulit untuk menabung dengan gaji di bawah Rp 7 juta. Namun, tahukah Anda bahwa karyawan dengan gaji Rp 4 juta sekalipun bisa menabung dan mencicil aset setiap bulannya?

Semua bisa dilakukan asal disiplin mengelola keuangan. Hal ini ditutur langsung oleh perencana keuangan Eko Endarto, RFA.

"Jika bicara soal penghasilan, bukan masalah berapa jumlah yang masuk, tapi berapa jumlah yang Anda keluarkan setiap bulan," ujarnya saat diwawancarai kumparanSTYLE via telepon, Selasa (15/1).

Tak peduli berapapun besarnya gaji yang Anda terima, tak akan cukup bila dikelola dengan buruk. Agar gaji Anda tak menguap sia-sia, Eko menyarankan untuk menerapkan prinsip 10-20-30-40. Ini merupakan persentase ideal untuk mengalokasikan pendapatan yang Anda terima setiap bulan.

Ilustrasi menabung (Foto: Blue Diamond Gallery)

"Ada empat pengeluaran pokok. Yang pertama pengeluaran sosial agama, hutang atau cicilan, tabungan, dan sisanya untuk dinikmati," detail Eko.

Yang harus diingat, menabung tak selalu berarti menyiksa diri sendiri. Anda tetap bisa menikmati hasil jerih payah sambil mengumpulkan pundi rupiah untuk masa depan.

"Sisihkan 10 persen dari penghasilan untuk keperluan sosial atau keagamaan (perpuluhan). Lalu 20 persen ditabung, bisa dibelikan saham, asuransi, atau reksa dana. 30 persen sisihkan untuk membayar cicilan atau utang, sisanya yang 40 persen baru boleh Anda nikmati," beber sang ahli.

Anda juga disarankan untuk mulai berinvestasi sedini mungkin. Anda bisa mencicil emas, reksa dana, atau saham. Deposito dan asuransi juga bisa jadi opsi lain yang hasilnya bisa dinikmati di kemudian hari.

Jika disiplin mengikuti prinsip ini, niscaya kondisi keuangan akan aman terkendali. Anda bisa mengumpulkan aset yang bisa dipakai untuk membeli rumah atau membiayai pernikahan di kemudian hari.

"Usahakan hal ini jadi kewajiban setiap bulan. Di awal atau akhir bulan, segera langsung alokasikan begitu terima transferan gaji," tegasnya lagi.

Meski demikian, angka presentase di atas tidak bersifat mutlak. Besaran nominal bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan masing-masing.

Selamat menabung!

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33