Bukalapak Mau Jadi Super Apps

Bukalapak merupakan startup unicorn yang berarti valuasinya telah mencapai 1 miliar dolar AS. Seperti halnya startup unicorn di dunia, Bukalapak tidak hanya memusatkan bisnisnya pada pada hal yang berurusan dengan perdagangan saja. Mereka akan merambah ranah lain, mencoba kesempatan lain, dan mendisrupsi pasar (sebelum mereka didisrupsi).
Bukalapak kini tengah bergerak untuk menjadi super apps (aplikasi super) yang bisa melakukan banyak hal, memberi banyak solusi. Target mereka adalah menjadikan Bukalapak menjadi aplikasi yang lebih sering dibuka oleh para pengguna.
Tidak heran jika perusahaan ini melepas kampanye besar bertajuk "Buka Hari Ini." Selalu ada yang bisa dibuka di Bukalapak hari ini, begitu kata pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky.
Zaky bilang Bukalapak tidak akan membiarkan para karyawannya berada dalam zona nyaman, karena jika banyak karyawan yang kadung nyaman dengan posisinya, maka hal ini akan membuat Bukalapak lemah inovasi. Bukalapak akan mendorong karyawan untuk terus kreatif dan terus inovasi.
Kendati demikian, inovasi ini diupayakan agar terus berada dalam jalur bisnis yang benar bagi Bukalapak. Zaky mengatakan Bukalapak telah memiliki roadmap yang jelas untuk mengeluarkan 90 persen tenaganya dalam menggarap proyek yang berhubungan dengan bisnis inti, yaitu perdagangan. Contoh proyek yang fokus pada perdagangan adalah memperkuat kerja sama dengan perusahaan pengiriman barang/logistik, merangkul usaha kecil menengah, mempermudah fitur pembayaran, memfasilitasi pembayaran bulanan rumah tangga (listrik, telepon, pulsa Internet, air), hingga platform investasi BukaEmas dab BukaReksa.
Sementara itu, sebesar 9 persen tenaga tim Bukalapak akan dikerahkan untuk mengerjakan proyek lain, tetapi masih berhubungan dengan perdagangan. Kemudian 1 persen tenaga lainnya dipakai untuk mengerjakan proyek yang tak berhubungan dengan perdagangan.
"1 persen ini akan mengerjakan hal-hal yang tak berhubungan dengan core business, dan effort-nya terbilang kecil, tapi akan menjadikan Bukalapak jadi aplikasi yang lebih sering dibuka. E-commerce tetap jadi core. Produk lain yang akan melengkapi," kata Zaky dalam diskusi di Jakarta, Selasa (3/7).

Dia memberi contoh proyek yang tak berhubungan dengan perdagangan adalah kehadiran fitur BukaNonton. Ini adalah layanan streaming video hiburan tanpa koneksi Internet. Fitur ini dapat diakses lewat aplikasi Bukalapak ketika momen mudik 11 Juni 2018 di kereta api kelas eksekutif Sembari 1, Sembrani 2, dan Bima. Kala itu BukaNonton menyodorkan 20 film pilihan seperti Dilan 1990, Warkop DKI, Si Juki The Movie, Haji Backpacker, sampai My Stupid Boss.
Dari sini, aplikasi Bukalapak dikembangkan agar bisa melakukan live streaming video pertandingan Piala Dunia 2018. Bukalapak memasang harga berlangganan selama Piala Dunia berlangsung dengan harga mulai Rp 49.000. Langkah ini bisa dilakukan berkat kerja sama yang dijalin Bukalapak bersama Klix TV, platform yang menyediakan siaran langsung Piala Dunia 2018.
Proyek lain yang masih bersinggungan dengan perdagangan adalah BukaModal. Pendiri sekaligus Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, menjelaskan BukaModal bisa jadi sarana peminjaman modal bagi para pelapaknya. Bukalapak bakal melihat rekam jejak si pelapak dari data perdagangan yang berada di akunnya.
Selain itu, Bukalapak juga memiliki divisi yang khusus membuat konten di Internet untuk memperkuat bisnis perdagangan Bukalapak. Konten tersebut bisa berupa teks sampai video, termasuk rangkaian video BukaTalks, BukaMusik, sampai webseries garapan Bukalapak.

Segala proyek yang sedang digarap ini dilakukan Bukalapak untuk menjaring jutaan pengguna aktif harian berikutnya. Zaky menegaskan aplikasi Bukalapak (mobile dan situs web) saat ini memiliki 100 juta pengguna, dan pengguna aktif harian (daily active user/DAU) hampir 10 juta. Menurut Zaky, data-data ini menunjukkan masih ada 90 juta pengguna yang tidak membuka Bukalapak setiap harinya, dan itu harus dikejar.
Langkah perusahaan mengerjakan proyek yang tak berhubungan dengan perdagangan, disebut Zaky harus dieksplorasi untuk melihat kemungkinan lain di tengah persaingan e-commerce yang begitu keras. Jika kemungkinan bisnis itu menjanjikan, maka Bukalapak akan masuk lebih jauh ke arah sana dan pada akhirnya hal itu akan memperkuat ekosistem Bukalapak.
"Aplikasi yang tidak commerce bisa saja tiba-tiba menyediakan commerce. Sebelum kami di-disrupt, kami akan men-disrupt lebih dulu," begitu tekad Zaky.
