CEO JD.com Sempat Ditahan Polisi AS Atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Pendiri sekaligus CEO raksasa e-commerce China JD.com, Richard Liu, ditangkap oleh kepolisian Minnesota, AS, atas tuduhan pelecehan seksual pada Jumat (31/8). Penahanan Liu tak berlangsung lama setelah otoritas setempat membebaskannya pada Sabtu (1/6).
Liu, yang punya nama China Liu Qiangdong, dibebaskan tanpa syarat setelah tidak ditemukan bukti adanya pelanggaran. Juru bicara Kepolisian Minneapolis John Elder berkata penyelidikan masih berlangsung, namun enggan berkomentar terkait detail penangkapan.
Dalam sebuah pernyataan resmi, JD.com mengatakan kasus dan tuduhan yang dialamatkan ke Liu keliru dan tidak terbukti kebenarannya. Sayang, manajemen juga enggan memberikan informasi lebih lanjut soal isu ini.
"Selama perjalanan bisnis ke AS, Liu ditanyai oleh polisi di Minnesota sehubungan dengan tuduhan yang tidak dibuktikan kebenarannya," kata perusahaan seperti dikutip Reuters.
"Polisi setempat dengan cepat memutuskan tidak ada substansi atas tuduhan Liu, dan ia kemudian bisa melanjutkan kebiatan bisnisnya seperti yang direncanakan semula."

Liu ditahan menjelang tengah malam pada 31 Agustus dan dilepas pada 1 September pukul 16.00 waktu setempat, menurut situs kepolisian Sheriff Hennepin County.
Menurut laporan Engadget, Liu tidak memiliki catatan kejahatan perilaku pelecehan seksual. Namun namanya terseret dalam kasus yang terjadi saat pesta di penthouse miliknya di Australia pada 2015 lalu.
Kala itu, pelakunya adalah salah seorang tamu bernama Longwei Xu dan telah dinyatakan bersalah dengan tujuh dakwaan oleh pengadilan Australia. Liu memang tak terlibat namun ia ingin namanya bersih dari kasus tersebut karena bisa merusak bisnis dan pernikahannya. Sayang, hakim menolak permintaannya itu.
