Di Malaysia, Batalkan Pesanan Grab Denda Rp 10.000 sampai Rp 17.000

Saat memesan layanan transportasi online sering kali penumpang harus membatalkan pesanan karena berbagai hal. Bisa jadi disebabkan pengemudi yang tidak merespons, salah alamat, atau penumpang membatalkan order setelah melihat rating bintang pengemudi yang rendah.
Di Indonesia, pembatalan pesanan transportasi online oleh penumpang tidak dikenakan biaya. Tapi itu lain ceritanya jika di Malaysia dan jika penumpang memakai aplikasi Grab.
Mulai 27 Maret 2019 di Negeri Jiran, Grab akan membebankan biaya sebesar 3 ringgit Malasia (sekitar Rp 10 ribu) hingga 5 ringgit Malaysia (sekitar Rp 17 ribu) ke penumpang yang membatalkan pesanan setelah 5 menit order diterima oleh pengemudi.
Biaya ini disebut Grab sebagai dana kompensasi atas waktu pengemudi di perjalanan, sekaligus upaya melindungi penghasilan pengemudi, serta mengurangi pembatalan dari penumpang. Dana akan diberi ke pengemudi lewat Cash Wallet. Tapi, dana itu tidak akan diberi jika pengemudi tidak bergerak ke arah penumpang atau jika pengemudi tiba terlalu lama di titik penjemputan.
Penumpang yang terlambat datang di titik penjemputan dalam waktu tertentu juga akan dikenakan denda yang sama. Grab memastikan dana kompensasi waktu yang diterima pengemudi ini tidak akan memengaruhi rating bintang.
Dalam Kebijakan Pembatalan Penumpang yang diperbarui, Grab Malaysia mengatakan penumpang yang membatalkan perjalanan mereka lima menit setelah mendapatkan pengemudi, akan dikenakan biaya denda mulai dari 3 ringgit hingga 5 ringgit Malaysia. Jumlahnya tergantung pada jenis kendaraan atau layanan yang dipesan pengguna.
Contohnya, untuk layanan GrabCar, GrabTaxi dan JustGrab, biaya pembatalan adalah 3 ringgit. Untuk GrabCar enam tempat duduk atau JustGrab 10 tempat duduk, denda pembatalan 4 ringgit. Sementara untuk layanan seperti GrabCar Premium atau GrabCar Luxe di mana penumpang memesan mobil Toyota Vellfire, dendanya 5 ringgit Malaysia.
Sementara itu, untuk perjalanan GrabShare, penumpang memiliki waktu tiga menit untuk tiba di titik penjemputan sebelum pengemudi berhak membatalkan perjalanan. Penumpang tidak akan dikenakan biaya jika mereka membatalkan pesanan dalam waktu lima menit setelah mendapatkan sopir.
Denda juga berlaku bagi mitra pengemudi yang membatalkan pesanan atau mengabaikannya. Untuk besaran dendanya juga akan menyesuaikan. Pihak Grab memastikan ada langkah-langkah khusus untuk mendeteksi jika pengemudi tidak bergerak ke lokasi pelanggan.
Bagaimana denda ini dibayar? Untuk penumpang yang menggunakan GrabPay, biaya pembatalan akan dikurangi langsung dari saldo atau kartu kredit maupun debit yang terdaftar untuk akun Grab. Sementara untuk penumpang yang membayar secara tunai, denda akan ditambahkan secara otomatis ke ongkos perjalanan berikutnya.
Grab berjanji bahwa 100 persen dari denda pembatalan yang dilakukan penumpang akan dialokasikan kepada pengemudi sebagai kompensasi atas waktunya.
Perusahaan transportasi online itu juga mengatakan mereka berharap kebijakan denda ini akan menurunkan presentase angka pembatalan pesanan sebanyak kurang dari 1 persen.
