Emtek Setop BBM, BlackBerry Langsung Rilis Aplikasi Pesan Baru BBMe

19 April 2019 11:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kantor BlackBerry di Kanada. Foto: REUTERS/Mark Blinch
zoom-in-whitePerbesar
Kantor BlackBerry di Kanada. Foto: REUTERS/Mark Blinch
ADVERTISEMENT
Orang-orang yang dahulu memakai aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) harus siap menghadapi kenyataan, bahwa layanan BBM akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019.
ADVERTISEMENT
Layanan BBM yang berhenti beroperasi kali ini adalah aplikasi BBM consumer yang dikelola oleh Creative Media Works, sebuah anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek Group). Emtek sendiri dikenal sebagai konglomerat media dari Indonesia yang membawahi media massa besar macam SCTV, Indosiar, dan Liputan6.
Pada tahun 2016, BlackBerry Limited yang berbasis di Kanada, menjual lisensi software dan hak kekayaan intelektual BBM kepada Emtek Group dengan kontrak senilai 207,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,7 triliun. Aplikasi BBM di bawah kuasa Emtek ini tak mendapat sambutan yang begitu baik kendati dilakukan promosi besar-besaran.
Keputusan penghentian beroperasinya BBM dilandasi alasan bisnis yang sudah tidak menguntungkan lagi. Saat ini BBM semakin ditinggal pengguna. Mereka beralih menggunakan aplikasi pesan yang lebih hebat, seperti WhatsApp, LINE, atau Telegram.
ADVERTISEMENT
"Namun, tak dapat dipungkiri, industri teknologi begitu dinamis. Walau kami telah mengerahkan berbagai upaya, banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat," tulis pihak Creative Media Works dalam blog resmi BBM.
BlackBerry Limited di Kanada menyayangkan keputusan Emtek yang menyetop layanan BBM untuk consumer. Tapi, BlackBerry Limited tak menyerah begitu saja dalam bisnis aplikasi pesan instan. Mereka bertaruh lagi dengan meluncurkan aplikasi BBM yang baru bernama BBM Enterprise, atau disingkat BBMe.
Aplikasi baru BBMe sudah dapat diunduh dari Google Play Store di Android dan akan segera hadir di Apple App Store.
BlackBerry Messenger ditutup 31 Mei 2019. Foto: BlackBerry Messenger
"Meskipun kami menghormati keputusan Emtek, kami sangat menyayangkan karena platform tidak berjalan dan berkembang seperti yang kami harapkan," ujar Mark Wilson, Chief Marketing Officer, BlackBerry Limited, dalam siaran pers yang diterima kumparan, Jumat (19/4). "Setelah melalui banyak pertimbangan, kami memutuskan bahwa pengguna setia BBM harus tetap memiliki platform pengiriman pesanan yang aman dan dapat dipercaya."
ADVERTISEMENT
BBMe berbeda dengan BBM untuk consumer dalam hal pemakaian. Pengguna BBMe akan dikenakan biaya berlangganan selama enam bulan sebesar 2,49 dolar AS atau sekitar Rp 34 ribu. Namun, BlackBerry memberikan promosi gratis untuk satu tahun pertama penggunaan BBMe.
Blackberry Foto: REUTERS/Regis Duvignau
Sementara dari sisi fitur tidak jauh berbeda. BBMe bisa digunakan untuk melakukan percakapan di grup, panggilan suara dan video. Ada pula fitur untuk menyunting, menarik kembali pesan terkirim, atau mengatur waktu kedaluwarsa suatu pesan.
Pengguna juga akan mengetahui kapan pesan diterima atau dibaca, dan memiliki kemampuan untuk berbagi file, catatan suara, serta berbagi lokasi mereka. BBMe dapat digunakan pada lima perangkat yang berbeda secara bersamaan.
BlackBerry berjanji tidak me-monetize data pengguna BBMe, sehingga layanan tidak akan meminta nomor telepon, membaca kontak pengguna, dan juga tidak melacak lokasi pengguna ataupun mengetahui konten yang dikirimkan kepada pengguna lainnya.
ADVERTISEMENT