kumparan
10 Agu 2019 11:27 WIB

Instagram Hapus Akun yang Sering Repost Video Lucu dan Meme Tanpa Izin

Seseorang memotret logo Instagram. Foto: Charles Platiau/Reuters
Aplikasi berbagi foto dan video Instagram sedang sibuk melakukan bersih-bersih platform dari akun yang kerap plagiat. Akun yang jadi target itu adalah mereka yang suka melakukan posting ulang sebuah konten dari akun lain, tanpa mencantumkan kredit.
ADVERTISEMENT
Langkah berani Instagrram itu telah dilakukan dengan memblokir sejumlah akun yang terbukti telah melakukan plagiat. Salah seorang yang telah merasakannya adalah Ben, pemilik akun ‘kurator’ meme lucu bernama @spicym4 yang punya lebih dari 500 ribu follower. Pada 26 Juli, Ben mengaku tidak bisa log in ke lima darri delapan akun Instagram yang dikelolanya.
Selain punya akun itu, remaja berusia 15 tahun ini juga memiliki beberapa akun komedi populer, di antaranya adalah @bnjee dan @memeextraordinaire, masing-masing memiliki lebih dari 20.000 pengikut. Akun @spicy4 diakui Ben menjadi sumber penghasilan terbesar dan dia mengklaim selalu menyertakan kredit jika melakukan repost konten.
“Saya juga selalu memastikan untuk mencantumkan kredit pada semua konten karena saya sendiri dulu juga seorang kreator konten dan saya tahu bagaimana frustrasinya jika tidak dikredit,” ujarnya, seperti dilansir The New York Post.
ADVERTISEMENT
Kini, ia harus kehilangan penghasilan yang mencapai 4.000 dolar AS sebulan. Uang itu ia dapatkan dari jasa mempromosikan sebuah produk atau jasa di akun-akun Instagram yang ia kelola.
Ben menyadari bahwa apa yang ia lakukan memang tidak akan bertahan selamanya. Namun dengan uang itu ia bisa menabung, dan kini ia harus mencari sumber penghasilan lainnya.
“Saya tidak punya pekerjaan lain karena Instagram bisa membayar saya dalam satu minggu sebesar gaji bulanan dari pekerjaan saya yang sebenarnya,” kata Ben yang nama lengkapnya dirahasiakan, seperti dilansir MarketWatch.
Ben bukan satu-satunya pengelola akun yang terkena blokir oleh Instagam yang dinilai terbukti melakukan plagiat. Sejak Juli 2019, Instagram memblokir lebih dari 30 akun populer yang posting ulang meme dan video lucu. Beberapa dari akun itu memiliki jutaan follower.
ADVERTISEMENT
Salah satu pemilik akun ‘plagiat’ bernama Elliot Trebele menjadi salah satu yang tersandung masalah karena mencuri konten orang lain tanpa izin dan keterangan pemilik. Ia juga dituduh melakukan jual beli akun dan upaya mendapatkan nama pengguna dengan cara ilegal.
Ilustrasi Instagram. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Aksi bersih-bersih Instagram ini tentu menguntungkan banyak pihak, terutama para kreator orisinal yang telah bersusah payah membuat konten.
Di Indonesia sendiri, praktik plagiat konten ini lazim terjadi. Banyak akun yang melakukan posting ulang konten yang sedang viral, namun belum mendapatkan izin dari pemilik konten. Beberapa akun lain mengambil konten lucu yang viral di Twitter untuk kemudian di-posting ulang di Instagram.
Ben dan beberapa pemiliki akun lain yang dituding plagiat oleh Instagram kemudian membuat petisi agar platform mengembalikan akunnya. Petisinya berjudul "Bring Back Our Meme Accounts and Have Instagram Fix Their App" di Change.org sudah ditandatangani sebanyak lebih dari 5.700 pengguna, dengan target 7.500 tanda tangan.
ADVERTISEMENT
Petisi Ben dan teman-temannya ini sepertinya tidak digubris oleh Instagram. Perusahaan dengan jelas mengatakan pemblokiran ini sudah tidak bisa diganggu gugat.
"Akun ini dinonaktifkan setelah melanggar beberapa kebijakan kami, termasuk upaya penyalahgunaan proses internal kami," ujar juru bicara Instagram saat merespons soal pemblokiran akun meme, seperti dikutp MarketWatch.
Meski akunnya sudah ditutup karena alasan yang jelas, Ben masih merasa kalau yang ia lakukan di Instagram tidak merugikan pihak manapun. “Saya tidak mendapatkan penjelasan dari Instagram sama sekali,” ujarnya. “Saya sudah menghubungi berkali-kali dan tidak mendapatkan jawaban dari pihak Instagram yang benar-benar manusia, karena itu semua hanya bot.”
Sepertinya, Ben harus cari pekerjaan lain yang bukan kegiatan plagiarisme.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·