Kumparan Logo

Jadi E-commerce Terpopuler Menurut APJII, Apa Kata Shopee?

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar. Foto: Retno Wulandhari Handini/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar. Foto: Retno Wulandhari Handini/kumparan

Bisnis e-commerce di Indonesia saat ini tengah berkembang pesat. Ada banyak pemain yang bertarung di industri ini untuk menjadi platform e-commerce terfavorit.

Salah satunya yang sedang menjadi sorotan adalah Shopee. Dalam survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet (APJII) tahun 2018, Shopee tercatat menjadi e-commerce yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan persentase 11,2 persen.

Penetrasi pengguna Shopee mengungguli kompetitornya seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada, hingga Olx. L

Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar, menyatakan penetrasi pengguna masih bisa lebih besar lagi ke depannya, mengingat ada banyak potensi yang bisa dimaksimalkan di industri e-commerce.

"Penetrasi online shopping itu masih bisa jauh lebih berkembang jauh. Memang pasar Shopee banyak, tapi masih bisa berkembang lebih besar. Maka dari itu Shopee tetap melakukan kampanye melalui open channel, seperti TV, supaya masyarakat yang belum pakai e-commerce bisa teredukasi," terang Rezki, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/5).

Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar. Foto: Retno Wulandhari Handini/kumparan

Masih dalam data APJII, tercatat masyarakat yang belum pernah menggunakan layanan e-commerce memang masih terbilang besar, yakni 53,4 persen dari keseluruhan pengguna internet 171,7 juta di Indonesia.

Dari segi bisnis, Shopee menunjukkan penguatan pada kuartal I 2019. Perusahaan e-commerce yang beroperasi di tujuh negara di Asia Tenggara tersebut mampu membukukan Gross Merchandise Value (GMV) atau keseluruhan volume transaksi 3,5 miliar dolar AS.

Angka tersebut diklaim meningkat 80 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu (year on year). Indonesia menjadi negara penyumbang terbesar keuntungan Shopee di Asia Tenggara dengan total pemasukan mencapai 40 persen.

"Indonesia itu penyumbang GMV kita seluruhnya sekitar 40 persen dari 3,5 miliar dolar AS. Jadi bayangin aja pasar kita masih terbesar dibanding tujuh negara di mana Shopee beroperasi," ungkap Rezki.

Perusahaan e-commerce Shopee. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Sementara itu, Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja, mengatakan secara keseluruhan, pengguna Shopee rata-rata menghabiskan 17 dolar AS atau sekitar Rp 245 ribu per transaksi pada kuartal pertama 2019.

"Kami catat 3,5 miliar dolar AS, lalu dibagi 203 juta pesanan. Kemudian kalau dibagi itu totalnya sekitar 17 dolar AS," ujarnya, saat ditemui di tempat yang sama.

Untuk menentukan siapa penguasa e-commerce di Indonesia cukup sulit. Alasannya banyak pemain e-commerce yang tidak membeberkan data-datanya.

Berbeda dengan Shopee, induk usaha mereka, Sea Limited yang berbasis di Singapura, saat ini statusnya sudah menjadi perusahaan terbuka di New York Stock Exchage (NYSE), Amerika Serikat. Data perusahaan Shopee bisa diakses oleh publik melalui laporan keuangannya.

Aplikasi Shopee saat ini telah diunduh lebih dari 80 juta kali dengan 2,2 juta penjual dari seluruh Indonesia.