Jaringan Telkomsel dan XL di Lokasi Gempa Palu Sudah Pulih 100 Persen

Saat gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo dan tsunami menerjang Sulawesi Tengah pada 28 September lalu, jaringan telekomunikasi di lokasi terdampak rusak dan tidak bisa digunakan. Matinya jaringan telekomunikasi di sana juga sebagai akibat dari terputusnya aliran listrik dari PLN.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama para operator seluler bersama-sama berupaya memulihkan jaringan telekomunikasi di lokasi terdampak dengan cepat.
Setelah 14 hari, akhirnya dua operator yakni Telkomsel dan XL Axiata memastikan jaringannya di Sulawesi Tengah telah pulih total alias 100 persen. Dengan begitu, masyarakat Sulawesi Tengah terutama Palu dan Donggala sudah bisa menggunakan akses internet lagi seperti biasa.
"Kini masyarakat Palu dan Donggala serta pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan dapat menggunakan layanan komunikasi dengan normal tanpa ada suatu gangguan yang berarti," ujar Bob Apriawan, Direktur Network Telkomsel, dalam siaran pers yang diterima kumparan.

Sementara itu XL juga telah memastikan proses pemulihan jaringannya di Sulawesi Tengah telah mencapai angka 100 persen.
"Jadi yang pulih ini seluruh jaringan, baik backbone maupun jaringan pendukung, seperti sebelum gempa. Kini pelanggan di Sulteng bisa mengakses ke semua layanan, termasuk layanan data dengan kualitas semakin baik," ujar Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.
Baik Telkomsel maupun XL mengaku bakal terus memberikan dukungan terhadap proses pemulihan pasca bencana di Sulawesi Tengah. Sebelumnya, Kominfo melaporkan pada Kamis (12/10) jika proses pemulihan jaringan di lokasi bencana Sulawesi Tengah secara keseluruhan telah mencapai 88 persen.
Hingga Kamis (11/10) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat bencana ini mencapai 2.073 jiwa. Selain korban jiwa, bangunan dan infrastruktur di lokasi gempa Palu luluh lantak.
