kumparan
15 Sep 2018 14:31 WIB

Kabarnya Mau Ditutup, Aplikasi Path Masih Bisa Digunakan

Aplikasi media sosial, Path. (Foto: Aditya Panji/kumparan)
Warganet terutama di Twitter selama satu hari ini terlihat mengenang kehadiran aplikasi yang pernah fenomenal di Indonesia, yaitu Path. Ada apa? Ternyata ini terjadi setelah beredar kabar jika aplikasi Path akan ditutup.
ADVERTISEMENT
Kabar itu bermula dari gambar screenshot yang menunjukkan pengumuman dari Path jika aplikasinya bakal disetop. Dalam screenshot tersebut, terlihat postingan Path dengan judul "The Last Goodbye" lengkap dengan pemberitahuan dan gambar karakter-karakter Path mengucapkan selamat tinggal.
"Kami dengan sangat menyesal harus menginformasikan kalau Path akan segera berhenti beroperasi. Silakan kunjungi situs ini untuk detail terkait restore atau refund," tulis Path dalam pengumuman tersebut.
Screenshot dari pengumuman itu pun beredar luas di media sosial, terutama Twitter yang membuat banyak orang langsung mengucapkan kata-kata perpisahan terhadap aplikasi tersebut. Padahal, belum ada informasi resmi dari Path terkait rencana penutupan aplikasinya. Apalagi terlihat ada kesalahan grammar dalam penulisan pemberitahuan tersebut, yang seharusnya, "We deeply regret to inform you that Path will stop running."
Screenshot aplikasi Path mau ditutup. (Foto: @imanlagi/Twitter)
Saat ini, aplikasi Path sendiri masih bisa digunakan seperti biasa. Ketika tim kumparan membuka aplikasi Path, kami tidak menerima pemberitahuan seperti screenshot yang viral tersebut.
ADVERTISEMENT
Berbagai kegiatan di dalam Path masih bisa dilakukan seperti biasa, mulai mengunggah foto, update lokasi ketika mengunjungi suatu tempat, mendengarkan lagu, dan sebagainya. Tidak ada tanda-tanda jika Path akan menutup aplikasinya.
Kami sudah mencoba meminta konfirmasi mengenai kabar ini kepada pihak Path melalui email, tapi belum ada balasan.
Walau belum jelas kebenarannya, tapi kabar Path akan ditutup bisa jadi bukanlah sebuah kejutan. Ini dikarenakan aplikasi tersebut sudah semakin ditinggalkan penggunanya, terutama di Indonesia.
Banyak pengguna yang memilih untuk beralih dan menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi Instagram. Popularitas Path mulai menurun selama 2 tahun belakangan.
Aplikasi media sosial Path. (Foto: Path)
Aplikasi yang dibuat pada tahun 2010 di San Francisco, Amerika Serikat, itu kini sepi, tidak seperti dahulu ketika linimasa Path rasanya ramai sekali oleh update dari teman-teman.
ADVERTISEMENT
Path dirancang oleh Dave Morin dan Shawn Fanning. Awalnya Path dibuat sebagai jejaring sosial pribadi karena aplikasi tersebut awalnya membatasi jumlah temanhanya 150 orang saja.
Namun seiring berjalannya waktu, kuota pertemanan semakin ditambah sehingga membuat Path menjadi media sosial publik.
Pada 2015 lalu, Path dibeli oleh perusahaan asal Korea Selatan, Daum Kakao, yang juga mengembangkan aplikasi Kakao Talk. Dengan begitu, saat ini aplikasi Path telah dikelola oleh Daum Kakao sepenuhnya.
Tapi, langkah akuisisi ini tampaknya tetap tidak bisa mempertahankan para pengguna Path yang sudah jenuh dan memilih untuk berpaling.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan