Pencarian populer

Kisah Remaja Main Game Fortnite 10 Jam untuk Bayar Pengobatan Ayahnya

Fortnite, gim 'Battle Royale' yang fenomenal itu. Foto: BARTOSZ SIEDLIK / AFP
Kisah pilu dialami oleh seorang remaja 13 tahun asal Kanada. Ia rela menghabiskan waktu 10 jam dalam sehari untuk bermain game Fortnite. Perbuatannya ini bukan untuk kesenangan semata, tetapi mencari uang demi pengobatan sang ayah yang menderita kanker.
ADVERTISEMENT
Dilansir Ubergizmo, remaja yang identitas aslinya dirahasiakan ini mencari uang dengan streaming main game Fortnite di layanan Twitch dengan nama zylTV. Ia menjelaskan, niatnya menjadi streamer game Fortnite dan bermain selama 10 jam sehari ini adalah untuk membayar pengobatan ayahnya.
Ayah zylTV dilaporkan menderita kanker rektum atau usus besar stadium 4 yang telah menyebar ke paru-paru dan hatinya. Menurut para dokter, sang ayah memiliki peluang untuk bertahan hidup sebesar 20 persen, tetapi ini tidak membuat zylTV menyerah.
Dengan semangat membantu biaya pengobatan sang ayah, zylTV akhirnya menjadi streamer game Fortnite Battle Royale selama 10 jam per hari, dengan harapan bisa mengumpulkan banyak uang untuk membantu meringankan biaya perawatan.
Usus besar dan saluran pencernaan manusia. Foto: Elionas2 via pixabay
zylTV awalnya memiliki tujuan mengumpulkan 5 ribu dolar AS (sekitar Rp 69 juta), namun secara tidak terduga target tersebut sudah terlampaui. Ada akun Twitter yang mengatasnamakan zylTV mengatakan, ia telah berhasil mengumpulkan 20 ribu dolar AS (sekitar Rp 278 juta) pada tanggal 11 Juli lalu
ADVERTISEMENT
Uang yang diterima oleh zylTV dikelola oleh ibunya. Uang yang didapatkan itu akan digunakan untuk membayar tagihan medis serta biaya lainnya, seperti kebutuhan keluarga dan dana darurat.
Akun Twitter itu juga mengatakan, zylTV mengalami bullying di media sosial dan sempat vakum untuk streaming game Fortnite. Namun, masalah tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk membantu biaya pengobatan ayahnya, sehingga ia kembali lagi melakukan streaming.
Dalam unggahan Twitter, zylTV juga mengungkapkan bahwa pemerintah Kanada telah membantu sang ayah untuk perawatan kemoterapi. Namun, masih ada biaya lain yang harus ditanggung oleh pihak keluarga.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81