Kumparan Logo

Rudiantara: Hoaks soal Papua dari 20 Negara

kumparanTECHverified-green

comment
17
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Foto: Kominfo
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Foto: Kominfo

Menkominfo Rudiantara membeberkan berbagai sumber hoaks seputar kondisi dan situasi Papua yang kebanyakan bersumber dari Twitter. Rudiantara bahkan menyebut hoaks-hoaks itu berasal dari salah satu negara di Eropa.

"Yang paling banyak salah satu negara Eropa, tapi kami mencatat ada 20 negara lebih," kata Rudiantara di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

Meski begitu, Rudiantara menyebut hoaks yang muncul dari negara Eropa itu belum tentu berasal dari akun Twitter warga negara setempat. Namun, ia enggan menjelaskan rinci mengapa hoaks cukup banyak bersumber dari negara tersebut, termasuk negara lain.

"Yang berasal mention-nya dari negara tersebut. (Namun) belum tentu warga negara tersebut, tapi (mention Twitter berasal dari) negara tersebut," jelasnya.

Kemkominfo mencatat terdapat ratusan ribu URL yang digunakan untuk menyebarkan hoaks soal kondisi di Papua. Hoaks tersebut kemudian di-mention oleh akun-akun lain sehingga menyebar secara luas.

kumparan post embed

"Kalau kita bicara angka, sampai kemarin sudah ada 550.000 URL. Itu kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks, paling banyak Twitter, itu saja. Dan dari 550 ribu original account yang posting, yang mention itu ada 100 ribuan lebih," jelasnya.

Dalam sepekan terakhir, Kemkominfo telah memberlakukan pembatasan akses komunikasi atau internet shutdown di wilayah Papua dan Papua Barat, menyusul aksi di beberapa daerah di sana. Namun, pemerintah menganggap situasi sudah berangsur kondusif.

Menurut Menkopolhukam Wiranto, jika kondisi ini terus berlangsung, maka pemerintah akan segera mencabut pelambatan akses internet 5 September mendatang.

"Dari informasi yang kita dapati, dari analisis prediksi keamanan kita masih perlu waktu sebentar. Tanggal 5 nanti, ini tanggal 3 ya, tanggal 5 nanti kalau keadaan betul-betul kondusif kita buka kembali internet," kata Wiranto sebelumnya.

kumparan post embed