kumparan
26 Mar 2019 8:33 WIB

Rudiantara: Peserta Tender Satelit Satria Sudah Lolos dari Sisi Teknis

Menkominfo Rudiantara di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT. Foto: Alfadillah/kumparan
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana meluncurkan satelit yang akan menyebarkan internet ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia, terutama untuk infrastruktur umum dan pemerintahan. Saat ini, rencana tersebut masih berada di tahap tender untuk produksi dan peluncuran satelitnya nanti.
ADVERTISEMENT
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menamai satelit itu sebagai Satria (Satelit Indonesia Raya). Satelit ini akan menggunakan High Throughput Satellite (HTS) yang jauh lebih canggih dari satelit konvensional.
Untuk tender satelit Satria, saat ini tersisa dua peserta yaitu Konsorsium Ifrote HTS dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Keduanya tinggal menunggu pengumuman pemenang tender yang akan diungkap pada April mendatang.
Perusahaan satelit PSN. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan kedua nama itu sudah lolos seleksi dari sisi teknis.
"Yang penting bagi kita, dua ini sudah lolos dari sisi teknis, tinggal dari sisi legal dan sisi harga. Jadi, akhir minggu kemarin kami sudah sampaikan kepada keduanya draft kontraknya, jadi tidak lagi setelah menang baru kita membahas kontrak," ujar Rudiantara, saat ditemui di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (25/3).
ADVERTISEMENT
Rudiantara juga menyebutkan anggaran untuk pengoperasian satelit Satria bisa mencapai Rp 20 triliun dengan masa beroperasi mencapai 15 tahun.
Setelah diumumkan nama pemenang tender, tahap selanjutnya adalah konstruksi yang rencananya akan dimulai pada akhir 2019. Untuk peluncurannya sendiri, diperkirakan bakal dilakukan pada 2022 dan satelit ini baru akan beroperasi pada 2023.
Total kapasitas yang disediakan satelit Satria dari Kominfo ini nantinya akan mencapai 150 Gbps, atau 10 kali lipat lebih besar dari Satelit Nusantara Satu yang baru meluncur pada 22 Februari 2019. Nantinya, satelit ini akan menghubungkan sekolah, puskesmas, kantor desa, atau kelurahan, di seluruh Indonesia dengan jaringan internet.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan