Pencarian populer

WhatsApp Bikin Iklan untuk Lawan Berita Hoaks

Ilustrasi Whatsapp (Foto: Reuters//Dado Ruvic/File Photo)

Aplikasi pesan instan WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi untuk menyebar informasi dengan cepat. Sayangannya, kemudahan yang ditawarkan WhatsApp sering kali disalahgunakan dengan menyebarkan informasi palsu atau hoaks.

Di India, informasi hoaks yang disebar melalui WhatsApp telah menimbulkan kekacauan dan menjadi masalah serius yang harus ditangani oleh pemerintah.

Untuk menghindari hal tersebut terus terjadi dan mengedukasi masyarakat tentang hoaks, WhatsApp membuat iklan di berbagai saluran media konvensional, baik itu di koran, radio, hingga televisi. Tak lupa, WhatsApp juga membuat konten video di YouTube.

WhatsApp melakukan kampanye edukasi soal hoaks melalui tiga fase di India. Fase pertama kampanye dimulai pada 29 Agustus dengan iklan di 46 stasiun radio All India Radio (AIR) di negara-negara bagian seperti Bihar, Jharkhand, Madhya Pradesh, Chhattisgarh, Rajasthan dan Uttar Pradesh.

Tahap kedua kampanye dimulai pada tanggal 5 September dengan iklan radio di seluruh 83 stasiun radio AIR di Assam, Tripura, Bengal Barat, Gujarat, Karnataka, Maharashtra, Andhra Pradesh dan Telangana, Orissa dan Tamil Nadu.

Untuk kampanye TV, WhatsApp bekerjasama dengan rumah produksi film Shirsha Guha Thakurta untuk mengembangkan tiga film pendek dengan durasi masing-masing 60 detik.

“Kami merasa rendah hati dengan dampak yang dimiliki WhatsApp pada kemampuan orang untuk terhubung secara bebas dengan orang yang mereka cintai. Kami mengakui pada saat yang sama menghubungkan orang-orang juga dapat mengarah pada penyebaran misinformasi, yang harus dihadapi,” kata pimpinan produksi film untuk WhatsApp, Bosco Zubiaga, dilansir Beebom.

Aplikasi pesan Facebook Messenger dan WhatsApp di iPhone. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

Ketiga film tersebut memiliki konsep cerita yang masing-masing menyampaikan skenario tentang bahaya hoaks yang menyebar di kalangan pengguna. Film-film tersebut akan tersedia di jaringan televisi di India, Facebook, dan YouTube, dalam sembilan bahasa.

Setiap film mengajarkan seseorang untuk tidak menyebarkan hoaks dan memiliki kontrol lebih pada penggunaan WhatsApp, seperti kemampuan untuk meninggalkan grup yang menyebarkan hoaks dan memblokir pengirim yang tidak dikenal.

Pengguna WhatsApp di India tergolong sangat besar mencapai 200 juta. Desas-desus penyebar hoaks di platform pesan milik Facebook ini dikaitkan dengan beberapa insiden yang menimbulkan kematian, sehingga, memaksa pemerintah untuk mengirim pesan tegas kepada WhatsApp.

Gantungan kunci logo WhatsApp. (Foto: Rupak De Chowdhuri/Reuters)

Pada bulan Agustus, CEO WhatsApp Chris Daniels, telah bertemu dengan Menteri Persatuan TI Ravi Shankar Prasad yang menginginkan WhatsApp harus mematuhi hukum dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah penyalahgunaan di platform-nya.

"Kami berharap kampanye ini akan membantu mendidik orang-orang bagaimana untuk tetap aman di WhatsApp," kata Zubiaga.

Selama beberapa bulan terakhir, WhatsApp telah membuat serangkaian perubahan termasuk memberi label pada pesan yang diteruskan untuk memberi tahu pengguna ketika mereka telah menerima sesuatu bukan dari kontak langsung mereka. Kemudian, menetapkan batas tentang bagaimana pesan yang diteruskan dapat dikirim.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: