kumparan
23 Des 2018 18:02 WIB

3 Aspek yang Jadi Perhatian TCC Kemenpar Terkait Tsunami Banten

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Foto: Humas Kementerian Pariwisata )
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tim Crisis Center (TCC) melakukan monitoring dan pendataan terkait dampak tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung pada Sabtu malam (22/12).
ADVERTISEMENT
Dari data yang dihimpun Tim TCC diketahui tiga hal utama terkait pariwisata, yakni 3A yang terdiri dari atraksi, amenitas, dan aksesibilitas di Tanjung Lesung terkena dampak tsunami.
Menurut Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti, tsunami yang masuk ke daerah Tanjung Lesung mengakibatkan beberapa kerusakan. Selain atraksi wisata alam, yang mengalami dampak kerusakan adalah atraksi wisata buatan, khususnya terkait MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
“Saat terjadi tsunami, ada agenda kunjungan Family Gathering dari PLN Jakarta, sejumlah 300 peserta menginap di Tanjung Lesung. Peserta ada sebagian yang masih berada di pantai sehingga terkena gelombang tinggi. Saat ini tahap identifikasi korban terus dilaksanakan dengan pihak Basarnas untuk mengetahui jumlah korban karena air pasang dan tsunami,” ujar Guntur Sakti dalam keterangan resmi yang diterima kumparanTRAVEL.
Evakuasi korban tsunami di Tanjung Lesung dini hari tadi. (Foto: Dok. Surya Bagus)
Sementara untuk amenitas, Tanjung Lesung Beach Hotel mengalami kerusakan karena air laut masuk ke dalam hotel.
ADVERTISEMENT
Untuk telekomunikasi dan internet terpantau belum stabil jaringannya di dalam Tanjung Lesung. Sedangkan PLN di area masih belum dapat dioperasikan karena korsleting.
“Sementara ini amenitas di Kampung Wisata Cikadu relatif aman digunakan sebagai Posko Evakuasi sementara, yang juga akan menjadi posko Tim TCC Kemenpar,” kata Guntur Sakti.
Pada aksesibilitas, walapun akibat curah hujan tinggi dan gelombang laut yang masuk ke jalan namun Jalan Nasional dari Anyer Carita sampai ke Jalan Nasional Citeureup Tanjung Lesung ke jalan Nasional relatif masih dapat digunakan melalui Kabupaten Pandeglang. Sedangkan kondisi jalan via Anyer kurang dapat rekomendasikan karena masih dalam tahap pembersihan jalan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Kemenpar mengaktifkan Tim Crisis Center (TCC) guna memantau akses, amenitas, dan atraksi yang terkait langsung dengan wisatawan di Banten dan Lampung. Tim TCC akan terus memantau dan melaporkan kondisi terkini khususnya terkait pariwisata terdampak tsunami di Banten dan Lampung.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, pada Minggu (23/12), tim dari Destinasi Regional II Kemenpar berangkat ke Banten melalui jalur Pandeglang. Sedangkan Senin pagi (24/12) Tim TCC Kemenpar akan menuju Kampung Cikadu, yang menjadi lokasi posko TCC Kemenpar.
“Nantinya, hanya ada satu pintu untuk mengeluarkan pernyataan dampak bencana di sektor pariwisata. Dan ini adalah pelayanan utama yang dilakukan TCC Kemenpar di fase tanggap darurat. Selain tentunya ikut serta memberikan pelayanan kepada wisatawan yang terdampak,” tandas Guntur Sakti.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan