Pencarian populer

7 Spot Terbaik yang Tawarkan Indahnya Musim Gugur di Korea Selatan

Istana Deoksugung saat musim gugur. (Foto: Shutter Stock)

Bagi sebagian traveler yang ingin berlibur ke Korea Selatan, musim gugur menjadi waktu yang tepat untuk mereka pilih. Hal ini pun bukan tanpa alasan. Sebab, cuaca di saat tersebut mulai sejuk, daun-daun berwarna kuning dan kemerahan, hingga nuansa romantis yang disajikan menjadi alasan kenapa traveler lebih memilih berkunjung di musim gugur.

Ya, sebagai negara dengan empat musim, Korea Selatan memang memiliki pemandangan yang indah kala musim gugur datang menyapa. Deretan gaun yang berguguran di sepanjang jalan menghasilkan sebuah pemandangan yang indah, yang tak akan ditemui di musim lainnya.

Bahkan saking indahnya, kamu bisa menemukan banyak spot menarik untuk mengambil foto musim gugur di Korea Selatan. Lalu, spot indah mana saja yang bisa dinikmati wisatawan saat musim gugur di Korea Selatan?

Berikut kumparanTRAVEL rangkum tujuh spot paling indah saat musim gugur di Korea Selatan:

1. Nami Island

Nami Island. (Foto: Shutter Stock)

Siapa yang tak tahu Nami Island? Pulau kecil yang berada di daerah Gapyeong, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, ini menjadi salah satu spot wisata terkenal yang banyak dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar negeri, termasuk juga wisatawan Indonesia.

Nami Island mulai dikenal wisatawan ketika menjadi lokasi syuting drama Korea terkenal, Winter Sonata. Saking terkenalnya, bahkan di Nami Island terdapat patung pemeran utama drama Winter Sonata, Joon-sang (Bae Yong Joon) dan Yu-jin (Choi Ji Woo).

Namun, terlepas dari kisah drama tersebut, nyatanya Nami Island memang menghadirkan pemandangan indah yang tak boleh dilewatkan. Deretan pepohonan yang menjulang tinggi serta dedaunannya yang berwarna kuning kemerahan saat musim gugur akan menyapa setiap wisatawan yang datang.

Jika berminat untuk datang ke Nami Island, kamu bisa naik subway dari Seoul, lalu turun dan transit di Stasiun Sangbong (Line 7). Selanjutnya ambil jalur yang mengarah ke Stasiun Gapyeong atau Stasiun Kyungchun.

Setelah sampai di Stasiun Gapyeong, ada beberapa alternatif transportasi yang bisa kamu pilih menuju Nami Island. Kamu bisa naik taksi yang dibanderol 3 ribu won atau Rp 14 ribu sekali jalan, dan juga naik shuttle bus yang dibanderol 6 ribu won atau sekitar Rp 84 ribu untuk pulang pergi. Wisatawan juga bisa naik mobil dari Seoul menuju Nami Island dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Uniknya, wisatawan yang datang ke sana harus menyeberangi sungai untuk menuju Nami Island. Setelah membeli tiket seharga Rp 13 ribu won atau sekitar Rp 182 ribu, wisatawan akan mengantre untuk masuk kapal yang akan mengantarkan mereka menuju ke Nami Island. Tak perlu lama-lama, karena hanya butuh sekitar 10-15 menit untuk menyeberang menuju Nami Island.

2. Namsan Tower

Namsan Tower. (Foto: Shutter Stock)

Ingat adegan dalam drama Boys Before Flower, saat Gu Jun Pyo menunggu Geum Jan Di di musim dingin di bawah Namsan Tower?

Ya, Namsan Tower menjadi destinasi wisata selanjutnya yang menawarkan spot indah kala musim gugur. Jika Gu Jun Pyo dan Geum Jan Di menikmati keindahan Namsan Tower saat musim dingin dengan balutan salju, tak ada salahnya kamu menikmatinya di musim gugur.

Terletak di atas Gunung Namsan dengan ketinggian 243 meter, pepohonan yang mengelilingi Namsan Tower, daunnya akan berubah menjadi kuning kemerahan di saat musim gugur sehingga menghadirkan sebuah pemandangan indah yang tak akan kamu temukan di musim lain. Namsan Tower saat musim gugur juga menghadirkan spot kekinian nan Instagramable yang sayang untuk dilewatkan.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati indahnya pemandangan musim gugur di Seoul dari atas Namsan Tower. Cukup mengeluarkan uang sebesar 10 ribu won atau sekitar Rp 140 ribu, kamu sudah bisa merasakan naik ke atas Namsan Tower.

Jika ingin menikmati pemandangan kota Seoul dan Namsan Park dari ketinggian, kamu bisa naik cable car. Untuk mencapai stasiun cable car, kamu bisa naik subway dan turun di Stasiun Myeongdong (Line 4, Exit 3), lalu jalan kaki kira-kira 15-20 menit ke stasiun cable car. Harga tiket cable car di banderol 6 ribu won atau sekitar Rp 84 ribu untuk single trip.

Selain naik cable car, kamu juga bisa menuju Namsan Tower dari Stasiun Chungmoro (Line 3/4, Exit 2), lalu naik bus nomor 2, atau dari Stasiun Itaewon (Line 6, Exit 4), naik bus nomor 3. Bus tersebut akan membawa kamu hingga parkiran Namsan Tower. Selanjutnya dari parkiran, kamu perlu jalan menanjak sekitar dua menit ke tower.

Ingin merasakan pengalaman berbeda? Kamu juga bisa ke Namsan Tower jalan kaki dari Stasiun Myeongdong. Hal ini jugalah yang banyak dilakukan oleh masyarakat lokal.

Kamu bisa jalan kaki melalui gang samping Pasific Hotel dan susuri saja jalannya sampai ke atas. Namun, kamu harus siap-siap merasa pegal karena medannya yang menanjak.

3. Deoksugung Sone-Wall Road

Deoksugung Sone-Wall Road. (Foto: Shutter Stock)

Bagi penggemar drama Korea Goblin, pasti akan ingat dengan adegan saat sang Goblin, Kim Shin tanpa sengaja bertemu dengan Ji Eun Tak di sebuah jalanan dengan tembok di sisi kanan dan kirinya dan di bawah rintikan hujan. Ya, adegan itu diambil di Deoksugung Sone-Wall Road.

Jalanan yang berada di samping Istana Deoksugung itu memang merupakan lokasi ikonik selanjutnya yang menawarkan pemandangan indah saat musim gugur tiba. Deretan pohon yang berdiri dengan tegaknya di sisi jalan akan berubah menjadi kekuningan dan berguguran saat musim gugur, menawarkan suasana romantis bagi setiap pasangan yang berjalan di sana.

Membentang sepanjang 900 meter, ada lebih dari 20 bangku dan 130 pohon yang menghiasi Deoksugung Stone-Wall Road. Jalanan ini juga merupakan tempat kencan idel bagi pasangan yang ingin berfoto dan berjalan-jalan di sepanjang tembok ikonik ini.

Berada di pusat kota, kamu bisa berkunjung ke Deoksugung Stone-Wall Road dengan naik subway dan turun di Stasiun City Hall (Line 1/2, Exit 1/2/12). Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki selama dua menit.

4. Ewha Womans University

Ewha Womans University. (Foto: Shutter Stock)

Saat berlibur ke Korea Selatan, khususnya yang menginap di daerah Hongik University atau biasa dikenal dengan Hongdae pasti tak akan melewatkan berkunjung ke Ewha Womans University. Kampus ini merupakan institut pendidikan pertama di Korea yang didirikan pada tahun 1886 oleh Mary F. Scranton, seorang misionaris Amerika dari Gereja Episkopal Methodist dan menjadi universtas wanita terbesar di Korea Selatan.

Ewha Womans University dirancang oleh arsitek terkenal dunia, Dominique Perrault. Ewha menjadi kampus bawah tanah terbesar di Korea, yang terdiri dari lantai 6 hingga lantai 1.

Kampus ini juga memiliki pemandangan indah di semua musim, terutama musim semi dan musim gugur. Daerah di sekitar Ewha Womans University adalah salah satu distrik belanja paling populer di Seoul, yang terdiri dari toko pakaian, kafe, hingga restoran.

Ingin merasakan nuansa ala anak kuliahan Korea Selatan? Kamu bisa berkunjung ke sana dengan naik subway dan turun di Stasiun Ehwa Womans University (Line 2, Exit 3/5). Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama lima menit.

5. Haneul Park

Haneul Park. (Foto: Shutter Stock)

Haneul Park menjadi satu dari lima taman paling populer di Korea Selatan. Berada dekat Seoul World Cup Stadiun, Haneul Park banyak dikunjungi wisatawan pada musim semi dan musim gugur.

Taman ini berisi alang-alang yang berubah menjadi warna pink kecokelatan pada saat musim gugur tiba. Saking cantiknya, banyak orang yang melakukan pemotretan untuk pre-wedding di sini.

Selain itu, setiap Oktober di musim gugur, Haneul Park mengadakan Festival Rumput Pampas yang populer. Hal ini karena di bulan tersebut rumput pampas sendang mekar penuh dan membuatnya terlihat semakin cantik.

Haneul Park sendiri bisa dikunjungi dengan subway dan turun di Stasiun World Cup Stadium (Line 6, Exit 1). Kemudian belok kanan, dan jalan terus menuju jalan World Cup.

Ikuti jalan di sebelah kanan dan kamu akan menemukan persimpangan utama pertama. Selanjutnya, seberangi jalan untuk mencapai taman diagonal dan berjalan melewati carpark untuk masuk ke dalam Haneul Park. Secara keseluruhan, kamu perlu jalan sekitar 10 menit untuk menuju taman ini.

6. Yonsei University

Yonsei University. (Foto: Shutter Stock)

Selain Ehwa Womans University, Yonsei University juga menjadi kampus selanjutnya yang menawarkan pemandangan indah saat musim gugur tiba. Didirikan pada tahun 1885, Yonsei University merupakan sekolah kedokteran pertama dan salah satu universitas paling bergengsi di Korea.

Yonsei University juga menjadi salah satu kampus palin indah di Seoul karena memiliki tiga bangunan bergaya Gothic, yaitu Stimson Hall, Underwood Hall, dan Appenzeller Hall. Ketiganya dihiasi tanaman merambat ivy yang berubah warna menjadi kuning cerah yang cantik, orange, dan merah saat musim gugur.

Taman yang indah di depan bangunan-bangunan tersebut juga membuat Yonsei University menjadi spot paling populer untuk mengambil gambar yang Instagramable. Pesona Yonsei University bahkan membuat beberapa drama populer Korea Selatan sempat syuting di kampus ini, seperti IRIS, Reply 1994, dan My Sassy Girl.

Tertarik mampir ke Yonsei University? Kamu bisa naik subway dan turun di Stasiun Sinchon (Line 2, Exit 2/3). Lalu, jalan sekitar 18 menit untuk menuju tiga gedung bergaya Gothic yang populer di sekitar Yonsei University.

7. Istana Gyeongbokgung

Istana Gyeongbokgung. (Foto: Shutter Stock)

Rasanya tak akan lengkap berlibur ke Korea Selatan tanpa berkunjung ke Istana Gyeongbokgung. Salah satu istana paling populer di Seoul ini selalu ramai dikunjungi wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

Tak hanya terkenal dengan bangunannya yang ikonik, Istana Gyeongbokgung juga menyajikan pemandangan musim gugur yang menakjubkan. Wisatawan bisa merasakan sensasi mengelilingi Istana Gyeongbokgung sambil memakai hanbok (baju tradisional khas Korea) yang banyak disewakan di sekitar Istana Gyeongbokgung.

Selanjutnya sambil mengenakan hanbok, kamu bisa berkeliling Istana Gyeongbokgung dan berfoto dengan latar belakang dedaunan berwarna kuning hingga merah yang cantik. Menariknya, jika kamu mengenakan hankbok, tak perlu membawar biaya masuk istana yang dikenakan sebesar 3 ribu won atau sekitar Rp 42 ribu.

Ada beberapa cara untuk menuju Istana Gyeongbokgung. Kamu bisa naik subway dan turun di Stasiun Gyeongbokgung (Line 3, Exit 5), lalu jalan selama tiga menit. Atau kamu juga bisa turun di Stasiun Gwanghwamun (Line 5, Exit 2), dan jalan sekitar tujun menit.

Sudah siap merasakan musim gugur di Korea Selatan?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53