Pencarian populer

Dari Entok hingga iPad, Permintaan Unik Anak Gimbal Jelang Diruwat

Puncak Acara Dieng Culture Festival 2018 (Foto: Andri Setiawan)

Prosesi ruwat atau potong rambut anak gimbal di masa sekarang menjadi sebuah event yang tidak boleh dilewatkan. Prosesi potong rambut gimbal bahkan menjadi puncak acara di sebuah kabupaten Jawa Tengah bertajuk Dieng Culture Festival.

Dalam prosesi ruwat, anak-anak gimbal akan diarak keliling kampung sebelum kemudian rambut gimbalnya dipotong. Pemotongan rambut akan dilakukan di komplek Candi Arjuna.

Yang menarik dari prosesi ruwat gimbal adalah anak-anak tersebut hanya bisa dipotong rambutnya jika keinginan mereka telah dipenuhi. Pengabulan permintaan dilakukan untuk mencegah terjadinya hal buruk kepada anak gimbal pasca pemotongan rambut.

Menurut postingan Instagram milik Andri Setiawan, seorang travel blogger asal Banjarnegara, permintaan yang diajukan para anak tidak dapat dicampurtangani oleh orang tua atau kerabat. "Harus permintaan anaknya sendiri, enggak boleh ditambah-tambahin orang tua. Nanti kalau ditambah-tambahin, setelah diruwat takutnya malahan jadi sering sakit-sakitan," tutur Andri.

Loading Instagram...

Karenanya sebelum diruwat, anak-anak akan ditanya terkait barang apa yang mereka suka dan inginkan. Permintaan tersebut kemudian akan didaftar dan dipenuhi panitia.

Permintaan mereka sangat unik dan sederhana, layaknya anak-anak pada umumnya. Misalnya saja Mysha Kirana Saputra, yang meminta tiga ekor anak entok dan sepatu roda. Menurut cerita Andri, seekor anak entok yang disiapkan panitia sempat mati sehari sebelum prosesi ruwat. Saat itu juga, panitia langsung mencari gantinya agar prosesi ruwat tidak terganggu.

Permintaan yang berhubung dengan hewan ternyata bukan hanya dari Mysha saja, masih ada Elsa Fitriani yang meminta kambing jantan berukuran besar, dan Fitria Nur Rahmadzani yang meminta burung puyuh.

Meminta hewan seperti kedua anak gimbal tersebut bukanlah hal baru dalam prosesi ruwat. Di tahun 2016, pernah ada yang meminta sepasang kerbau. "Sejauh ini sih permintaannya masih bisa dipenuhi. Yang paling unik itu ada yang pernah minta kerbau," katanya.

Pemotongan rambut hanya dapat dilakukan apabila permintaan anak-anak gimbal telah dipenuhi. (Foto: Dok. Aldio Mahadika)

Tak cuma hewan saja, masih ada lagi permintaan unik anak-anak gimbal yang sangat sederhana dan mudah didapat, yaitu makanan. Mulai dari permen yupi, biskuit, es krim rasa cokelat, mangga, jeruk, ikan goreng, bakso, wortel, sate telur puyuh, hingga kue black forest.

Dari 12 orang anak yang diruwat dalam acara Dieng Culture Festival, ada satu permintaan unik dan mengagetkan para pengunjung. Hal ini disebabkan permintaan tersebut berbeda dengan anak lainnya dan 'mengikuti' perkembangan zaman.

Permintaan unik tersebut berasal dari Laela Handayani, seorang anak asal Cikampek yang berumur tujuh tahun. Sebelum prosesi ruwat, ia meminta tablet bergambar apel yang tidak lain adalah penggambaran dari Ipad. Ia juga meminta agar rambutnya dipotong oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

Sesuai adat, maka permintaan Laela pun harus dipenuhi. Panitia menyiapkan Ipad dan Pak Ganjar pun dengan tangan dinginnya memotong rambut Puput.

Tidak hanya makanan dan hewan saja, ada juga anak gimbal yang meminta barang-barang khas anak-anak, seperti boneka hello kitty, sepatu roda, dan sepeda selayaknya anak-anak pada umumnya. Masih ada lagi mercon, payung, dan handphone.

Anak gimbal Dieng (Foto: Instagram @festivaldieng)

Selain tidak terbatas pada jenis, permintaan anak gimbal tidak terbatas dari segi harga dan juga jumlah. Setiap anak bisa meminta apa saja yang mereka inginkan.

Dalam Dieng Culture Festival 2018, ke-12 anak yang diruwat adalah anak perempuan. Dari Andri, kumparanTRAVEL mendapatkan data anak gimbal yang diruwat pada Dieng Culture Festival beserta daftar permintaan mereka masing-masing. Daftar ini didapatkan Andri dari panitia DCF 2018 saat ia diundang untuk menghadiri rangkaian Dieng Culture Festival.

1. Nama: Kiranya Zalia Widardo

Usia: 3 tahun 6 bulan

Permintaan: Es krim rasa cokelat, mangga, dan jeruk

Alamat: Madukara

2. Nama: Laela Handayani

Usia: 6 tahun

Permintaan: Tablet gambar apel

Alamat: Cikampek, Jawa Barat

3. Nama: Nadhira Thafana Pramarsetyo

Usia: 3 tahun

Permintaan: Ikan goreng

Alamat: Tlogo Pintaran

Ganjar Pranowo memotong rambut gimbal di Dieng Culture Festival 2018 (Foto: Andri Setiawan)

4. Nama: Aulia Malihatunisa

Usia: 7 tahun

Permintaan: HP, sepeda, baju muslim, boneka Hello Kitty

Alamat: Kepil

5. Nama: Fitria Nur Rahmadzani

Usia: 8 tahun

Permintaan: Bakso, wortel, tempe gembus, sepeda, burung kenari, ayam, dan payung.

Alamat: Wonosobo

6. Nama: Mysha Kirana Saputra

Usia: 5 tahun

Permintaan: Anak entok tiga ekor dan sepatu roda

Alamat: Wonosobo

Rambut Anak Gimbal yang dipotong di Dieng Culture Festival 2018 (Foto: Andri Setiawan)

7. Nama: Salwa Khoirun Nisa

Usia: 7 tahun

Permintaan: Permen yupi dua bungkus, kerupuk rambak dua bungkus

Alamat: Wonosobo

8. Nama: Niba Ulhasanah

Usia: 6 tahun

Permintaan: Sepeda warna pink, sepatu, dan kaos kaki

Alamat: Banjarnegara

Barisan Anak Gimbal di Dieng Culture Festival 2018 (Foto: Andri Setiawan)

9. Nama: Elsa Fitriani

Usia: 9 tahun

Permintaan: Kambing jantan besar dan biskuit Marie dua bungkus besar

Alamat: Banjarnegara

10. Nama: Anindita Purbaningrum

Usia: 6 tahun

Permintaan: Sepeda, sate telur puyuh tiga tusuk, sate ayam dua tusuk

Alamat: Wonosobo

11. Nama: Nurlela Herawati

Usia: 12 tahun

Permintaan: Kue Black Forest

Alamat: Tasikmalaya, Jawa Barat

12. Nama: Puput Cahya Ningsih

Usia: 7 tahun

Permintaan: HP dan mercon

Alamat: Piasa Wanaraja

Makanan dan Bingkisan untuk Anak Gimbal di di Dieng Culture Festival 2018 (Foto: Andri Setiawan)

Anak gimbal menjadi anak yang 'spesial' bagi masyarakat Jawa. Pasalnya, anak-anak ini tidak begitu saja mendapatkan rambut gimbalnya.

Rambut gimbal tumbuh secara tiba-tiba. Diawali dengan sakit panas, rambut anak-anak tersebut terjalin begitu saja. Karena keunikan inilah, pemotongan rambut anak gimbal dilakukan secara tidak biasa juga.

Sebelum menjadi puncak acara dalam event besar seperti Dieng Culture Festival, proses ruwat gimbal biasanya dilakukan tidak dalam acara yang besar. "Kalo enggak salah sampai tahun 90-an, anak gimbal itu setelah diruwat biasanya keluarganya cuma undang tetangga-tetangga aja, seperti selametan," ujar Andri.

Makanan dan Bingkisan untuk Anak Gimbal di di Dieng Culture Festival 2018 (Foto: Andri Setiawan)

Menurut opini Andri, sejauh ini tidak ada hal buruk yang akan menimpa si anak apabila rambut gimbalnya tidak dipotong. "Saya pernah lihat ada anak gimbal yang rambut gimbalnya tetap dipertahanin, dia sekarang sudah SMA," tambahnya lagi.

Selain permintaannya mesti dipenuhi, ruwat rambut gimbal biasanya dilakukan sesuai dengan keinginan si anak. Tidak bisa dipaksa atau berdasarkan keinginan orang tua maupun keluarga. Masyarakat setempat percaya bahwa nantinya setelah dipotong, rambut anak-anak tersebut akan tumbuh sebagaimana mestinya.

Tertarik melihat ruwat rambut anak gimbal?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: