Jokowi Ingin Danau Toba Diakui UNESCO Global Geopark

2 Agustus 2019 18:26 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
com-Kementerian Pariwisata, kunjungan Jokowi ke Sumatera Utara Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
zoom-in-whitePerbesar
com-Kementerian Pariwisata, kunjungan Jokowi ke Sumatera Utara Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo menginginkan dan mendorong Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba di Desa Sigulatti, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), agar bisa diakui dan masuk ke daftar UNESCO Global Geopark (UGG).
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke kawasan destinasi prioritas pariwisata Danau Toba termasuk juga menyambangi Geopark Kaldera Toba, beberapa waktu lalu.
com-Kementerian Pariwisata, kunjungan Jokowi ke Sumatera Utara Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
Setibanya di lokasi, Presiden dan Ibu Negara Iriana langsung masuk ke dalam gedung Taman Bumi. Di dalam gedung tersebut terdapat teater mini di mana Presiden menyimak penjelasan tentang sejarah terbentuknya Danau Toba berikut kearifan lokal setempat.
“Ya itu yang tugasnya nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, termasuk juga nanti di Kementerian,” kata Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan pejabat terkait mengunjungi The Kaldera Toba Nomadic Escape, Toba Samosir, Sumut. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sementara itu, seperti yang dilansir dari rilis resmi Kemenpar, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan, sertifikasi UGG Danau Toba ditargetkan akan rampung tahun ini. Ia mengatakan UGG menjadi modal yang baik untuk mempromosikan ke luar negeri sekaligus pengakuan bahwa kawasan itu telah berstandar kelas dunia.
ADVERTISEMENT
“Tahun ini UGG selesai. Bila sudah dapat UGG, maka kawasan Danau Toba akan bersih. Bila dikotori maka sertifikat UGG akan ditarik kembali sehingga masyarakat akan disiplin untuk menjaga kebersihan Danau Toba,” kata Menpar Arief Yahya.
com-Presiden Jokowi saat berada di The Kaldera Nomadic Escape bersama Kementerian Pariwisata. Foto: Dok. Kemenpar
Menpar juga mengatakan, dalam framework pengembangan destinasi itu maka Indonesia selalu menggunakan konsep 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas). Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan standar dunia,” katanya.
Di komponen akses, standar global itu diwujudkan dalam bentuk membangun bandara internasional di banyak tempat. Dan itu sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan pariwisata di Danau Toba. Sementara untuk amenitas, ditandai dengan hadirnya hotel-hotel berbintang yang berkelas internasional diberbagai destinasi.
“Ketiga adalah atraksi yang juga harus kelas dunia,” ujar Menpar.
Presiden Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo saat meninjau Kawasan The Kaldera di Toba Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
Kelas dunia yang dimaksud, kata Arief Yahya, adalah atraksi yang sudah mendapatkan pengakuan dunia atau diakui secara resmi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga terpercaya dunia, seperti UNESCO.
ADVERTISEMENT
“Di banyak tempat di dunia, UGG itu selalu memberi dampak yang signifikan terhadap wisatawan. Brandingnya langsung mendunia karena diakui oleh UNESCO, lembaga dunia,” katanya.