Kumparan Logo

Menengok Hutan Kota Srengseng, ‘Oase’ Sejuk di Tengah Jakarta Barat

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Hutan Kota Srengseng (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Hutan Kota Srengseng (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)

Bagi sebagian warga ibu kota, menyejukkan diri dari teriknya sinar matahari di siang bolong adalah dengan pergi ke mal. Menyejukkan diri sekaligus cuci mata. Namun, jika kamu ingin penyejuk alami, ternyata Jakarta juga punya lokasi yang pas. Adalah Hutan Kota Srengseng, yang hadir bagai oase di tengah Jakarta Barat.

kumparanTRAVEL sampai di hutan buatan seluas 15 hektare itu di saat surya sudah tinggi. Ya, saat udara sedang panas-panasnya. Begitu memasuki area Hutan Kota Srengseng, suasana sejuk pun langsung menghambur. Ribuan pohon berbaris rapat di antara paving pejalan kaki.

Hutan Kota Srengseng dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Barat. Kini ada lebih dari 5000 tumbuhan, yang terdiri dari 74 varietas. Tiap pohon diberi label nama beserta sebutan latinnya. Karena dapat dimanfaatkan sebagai saran rekreasi dan edukasi, kawasan hijau itu sering dituju untuk study tour bagi pelajar dan mahasiswa sekitar.

Seperti dugaan, pengunjung pada Kamis (3/5) itu tidak banyak. Maklum, bukan hari libur. Yang paling banyak menyedot pengunjung adalah danau di tengah Hutan Srengseng. Sebagian tekun dengan kail pancing mereka, sebagian yang lain berpasangan dan tampak menikmati suasana.

Danau Hutan Kota Srengseng. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Danau Hutan Kota Srengseng. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)

Suradi (29), salah satu pengunjung, mengaku sejak pukul 09.00 WIB nongkrong di pinggir danau sambil menanti ikan. Tak tanggung-tanggung, ia memasang 4 kail sekaligus. Hari itu ia belum beruntung, baru dua ikan mujaer dikantonginya. Suradi mengaku pernah membawa pulang dua kilo ikan dari danau Hutan Srengseng.

“Dari tadi dapat ikan kecil terus. Ya buat apa, saya lepaskan lagi. Saya pernah dapat ikan mujaer, lele, gabus besar-besar di sini,” tuturnya.

Suradi menambahkan sudah sering memancing di danau Hutan Srengseng. Setidaknya seminggu tiga kali. Hawanya yang sejuk membuatnya betah berlama-lama hingga sore.

Pengunjung Hutan Kota Srengseng. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung Hutan Kota Srengseng. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)

Hal itu juga disetujui Fikri Nawi (23) dan Qurrota A’iyun (20), pasangan yang beberapa kali menghabiskan waktu di Hutan Kota Srengseng. Menikmati suasana sejuk menjadi tujuan utama mereka datang. Namun, Fikri dan Qurrota menyayangkan keadaan danau yang kurang terawat.

“Ya bisa dilihat sendiri, danaunya kurang bersih. Padahal suasana di sini enak banget. Harusnya ada bebek-bebekan di tengah danau biar Instagramable,” komentar Fikri.

kumparanTRAVEL pun melihat sendiri tak sedikit sampah plastik terlihat di pinggir-pinggir danau, menyembul di antara airnya yang kehijauan. Apalagi saat itu air danau sedang dangkal, sehingga sampah-sampah pun terlihat jelas. Kekurangan ini juga diakui pihak pengelola Hutan Kota Srengseng.

“Tiap hari kami bertugas merawat hutan ini. Kami bersihkan jalan setapaknya, patroli tiap dua jam sekali. Tapi untuk perawatan danau, belum ada agenda rutin. Hanya dibersihkan jika ada acara-acara khusus,” papar Rojak, petugas keamanan Hutan Kota Srengseng.

Sampah di tepi danau Hutan Kota Srengseng. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sampah di tepi danau Hutan Kota Srengseng. (Foto: Shika Arimasen Michi/kumparan)

Rojak juga menjelaskan sudah ada wacana dari pemerintah Jakarta Barat untuk mempercantik kawasan itu agar makin layak dijadikan hutan wisata. Salah satunya adalah dengan membangun jembatan menuju pulau kecil di tengah danau.

“Pulau kecil itu memang enggak terjamah. Makanya mau dibuatkan jembatan. Tapi masih wacana, belum tahu kapan akan direalisasikan,” tambah Rojak.

Meski memilki kekurangan, Rojak menyatakan Hutan Srengseng adalah kawasan hijau terluas di Jakarta yang paling mudah diakses. Boleh digunakan untuk study tour, acara komunitas, hingga pre-wedding. Retribusi yang dipatok pun sangat terjangkau, yakni Rp 2000 per orang. Tapi tetap jaga kebersihan, ya!